16 November 2018

Scary Things

Apply for that job.
Date that person.
Buy that plane ticket.
Move to that city.
Start that business.

Do all the things that scare you, because they're worth it.

15 November 2018

Mendadak ke Kuala Lumpur Bermodalkan 38.000 Rupiah

Trip dadakan selalu jadi impian saya sejak SMA akibat baca buku The Naked Traveler hahaha. Dulu sih pengen banget meniru trip dadakan ala Mbak Trinity yang dateng ke bandara, lalu beli tiket penerbangan kemanapun secara random. Sayangnya saya nggak seberani itu yah. Tapi akhirnya kesampaian juga trip dadakan, walaupun nggak mendadak-mendadak amat dan nggak jauh-jauh amat.


Berawal dari suatu pagi di kantor di awal bulan November, tiba-tiba teman satu tim saya nyeletuk "Eh ada tiket ke Kuala Lumpur cuma Rp 38.000 dari Malaysia Airlines di Traveloka!". Saya langsung buka aplikasi Traveloka dan beli tiket saat itu juga! Berhubung periode promonya hanya dua minggu pertama di bulan November, jadilah saya pesan tiket untuk berangkat minggu depannya. Selang beberapa jam, saya coba cek harga penerbangan tsb lagi dan harganya sudah naik menjadi Rp 2.485.000! 

Transportasi dari Bandara KLIA ke Stasiun KL Sentral
Cara paling cepet dan mudah, tentunya dengan naik kereta. Begitu sampai di area kedatangan, kamu akan menemukan loket kereta KLIA. Kalau memang mau langsung ke KL Sentral, beli tiket KLIA Express seharga 55 RM. Keretanya cepat dan nyaman banget. Sekitar 30menitan langsung sampai di KL Sentral.

Transportasi selama di Kuala Lumpur
Moda transportasi di Kuala Lumpur sangat bervariatif (MRT, KTM, LRT, dst) tapi untungnya semua terintegrasi dengan baik. Kartu yang digunakan untuk pembayaran transportasi di Kuala Lumpur namanya Touch n Go. Sebenarnya, turis tidak harus membeli kartu tersebut karena tersedia token yang bisa dibeli melalui mesin setiap kali mau bepergian. Tapi demi kenyamanan dan karena malas beribet-ribet ria setiap mau jalan, saya beli kartu Touch n Go di KL Sentral seharga 20.20 RM (berisi saldo 15 RM). 

Dari KL Sentral Menuju Hostel
Saya memilih untuk menginap di Pods The Backpacker House & Cafe yang dekat dengan KL Sentral. Setelah turun dari KLIA Express, naik eskalator ke arah NU Sentral Mall, ikutin jalan dan keluar di semacam jembatan penyebrangan mall gitu. Barulah turun dan buka google maps untuk menuju hostel. Nggak sampe 10 menit jalan kaki langsung sampai. Walaupun waktu check in dimulai pukul 14.00, karena kebetulan bed-nya sudah tersedia, maka langsung dipersilakan masuk kamar. Tadinya sih hanya berniat menitipkan tas saja kalau memang belum bisa check in.

Dengan biaya Rp 95.000 / malam, hostel ini menyediakan sharing bedroom (female only) yang bersih, nyaman dan bagus ventilasinya jadi cahaya matahari dan udara segar bisa masuk. Selain itu penggunaan alas kaki juga dilarang baik di lorong maupun kamar. Jadi bisa gelar sajadah dan shalat dengan tenang di lantai yang bersih. Sementara itu, kalau mau ke toilet atau kamar mandi juga disediakan sandal jepit. Surprisingly, toilet dan kamar mandinya bersih! Sarapan ala kadarnya (kopi, susu, roti, selai) juga disediakan gratis oleh hostel ini.

Hari Pertama

Kuala Lumpur City Gallery di Dataran Merdeka
Transportasi: naik bus gratis Go KL dari Plaza Sentral, turun di Dataran Merdeka

Tiket masuk seharga 10 RM sudah termasuk voucher suvenir senilai 5 RM. Semacam dipaksa membeli suvenir sih, aku beli dua kartu pos masing-masing seharga 2.5 RM. Dari sekian banyak instalasi, yang menarik menurut saya cuma satu yaitu semacam light performance yang menyoroti maket kota Kuala Lumpur di dalam ruangan gelap sambil nonton video mengenai sejarah dan budaya Kuala Lumpur. Diluar gedung ada instalasi I Heart Kuala Lumpur yang dipenuhi antrian turis yang ingin berfoto disana. 



Kuala Lumpur Tekstil Muzium
Lokasinya berada tepat di seberang Kuala Lumpur City Gallery. Jadi sayang banget kalau nggak berkunjung kesini, apalagi tiket masuknya gratis. Banyak informasi mengenai kain-kain tradisional dan bisa tersedia toko oleh-olehnya juga.


Masjid Jamek
Bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Dataran Merdeka. Tapi sayangnya perempuan nggak diperbolehkan masuk pada Jumat siang menjelang zuhur karena akan digunakan untuk shalat Jumat. Di sekitaran Masjid Jamek ini banyak jajanan, jadi bisa makan sambil istirahat siang.

Batu Caves
Transportasi: Dari KL Sentral naik KTM Komuter menuju Batu Caves (stasiun terakhir).

Keretanya lumayan lama. Untungnya sore itu nggak terlalu ramai, jadi bisa duduk dan tidur siang karena perjalanan kesana rasanya cukup jauh. Sayang banget waktu sampai disana, hujan super deras. Tapi turis tetap ramai-ramai aja tuh. Hati-hati ketika menaiki anak tangga karena semakin ke atas, semakin banyak monyet.


Jalan Alor
Transportasi: Dari KL Sentral naik LRT arah Sentul Timur, turun di Masjid Jamek. Pindah kereta ke arah Ampang, turun di Hang Tuah. Pindah kereta arah Titiwangsa, turun di Bukit Bintang.

Banyak makanan jalanan, tapi sayangnya agak susah cari tempat makan halal yang nyaman. Meskipun beberapa tempat mengaku tidak menjual babi, tetapi rupanya mereka menjual kodok (swikee). Di sekeliling Jalan Alor juga banyak toko-toko lucu, jadi bisa cuci mata setelah makan malam.


Hari Kedua

Petronas Twin Tower
Transportasi: Dari KL Sentral naik LRT Kelana Jaya (arah Gombak), turun di KLCC.

Ikutin arah keluar Mall Suria yang tembus ke taman yang ada air mancurnya. Pagi itu suasananya masih tenang meskipun banyak orang berolahraga. Turis cuma sedikit, jadi bisa duduk santai menikmati taman sambil mengobrol dan nonton pertunjukan air mancur yang cukup menghibur.



Central Market, Kasturi Walk dan Petalling Street
Transportasi: Dari KL Sentral naik LRT Kelana Jaya (arah Gombak), turun di Pasar Seni.

Kalau mau beli oleh-oleh tepat banget sih berkunjung kesini. Banyak penjaja baik di dalam gedung maupun di sepanjang jalan. 


Berjaya Hills (Comar Tropicale dan Japanese Village)
Berjaya Hills ini lokasinya agak jauh dari kota, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil. Selain naik mobil pribadi, kamu juga bisa naik taksi yang banyak mangkal di depan Hotel Berjaya Times Square. Alternatif paling murah yaitu naik shuttle bus (semacam mobil travel). Bus ini hanya mampu membawa paling banyak 11 orang dan hanya beroperasi dua kali sehari.

Tiket shuttle bus bisa dibeli di tenant spa bernama The Chateau (Berjaya Times Square Lantai 8) seharga 60 RM untuk bolak-balik (sudah termasuk tiket masuk Colmar Tropicale, Japanese Village dan Botanical Garden). Pastikan sudah beli tiket H-1 sebelum berangkat ya karena sering sold out. Shuttle bus ke Berjaya Hills akan menjemput penumpang di lobby Hotel Berjaya Times Square (satu gedung dengan Mall Berjaya Times Square).

Transportasi ke Berjaya Times Square: Dari KL Sentral naik LRT arah Sentul Timur, turun di Masjid Jamek. Pindah kereta ke arah Ampang, turun di Hang Tuah. Pindah kereta arah Titiwangsa, turun di Imbi.

Perjalanan menuju Berjaya Hills berkelok-kelok dengan tikungan yang cukup tajam. Tapi pemandangannya indah banget dengan suasana yang sejuk. Apalagi pas udah sampe lokasi, walaupun terik tetep sejuk! 



Hari Ketiga

Muzium Negara
Transportasi: Dari KL Sentral, masuk aja ke area MRT. Jalan kaki lumayan jauh di dalam area MRT, ikutin petunjuk untuk keluar di Muzium Negara.

Warga asing perlu bayar 5 RM untuk masuk kesini. Tapi museumnya bagus! Jadi wajar dan worth banget. Banyak anak-anak sekolah yang sedang study tour berkunjung kesini. 



Oleh-oleh?
Saya nggak pernah tertarik untuk beli cinderamata untuk diri sendiri. Jadi biasanya hanya beli untuk orang lain. Oleh-oleh yang saya pilih berupa makanan yaitu cokelat almond, teh tarik dan snack. Belinya di Hero di Berjaya Times Square selepas pulang dari Berjaya Hills hari sebelumnya.

Sepulang trip tentunya senang yah, dan semakin pengen jalan-jalan lagi LOL.

26 September 2018

Sawadika Bangkok!

Berawal dari celetukan iseng saya yang mengajak kedua teman untuk melancong ke Bangkok, rupanya mereka setuju. Mulailah kami follow akun-akun instagram yang sering menginformasikan promo tiket pesawat. Alhasil awal Maret saya mendapatkan informasi promo Air Asia dan teman saya langsung booking via aplikasi maskapai tersebut setelah memastikan bahwa tidak ada keperluan mendesak di kantor masing-masing pada jadwal liburan kami.

Jasa Titip ke Bangkok
Kedua teman saya membuka jasa titip (jastip), baik melalui cara konvensional alias pesanan teman-teman satu kantor maupun melalui cara kekinian, yaitu aplikasi Airfrov. Aplikasi ini merupakan platform yang aman bagi kalian yang mau menggunakan jastip, baik sebagai pemesan maupun yang menawarkan jasa. Bangkok memang terkenal dengan wisata belanjanya karena banyak barang berkualitas bagus dengan harga miring. Kalau dijual kembali di Indonesia, bisa lumayanlah ambil marginnya. Saya sendiri tidak berminat membuka jastip karena hanya ingin liburan tanpa dibebani apa-apa, plus enggan bayar biaya bagasi :P

Dari sekian banyak permintaan titipan yang ada, pesanan-pesanan yang diterima oleh teman-teman saya diantaranya:
  • Rok tutu
  • Baju apapun yang bolong bagian belakangnya (lol yes)
  • Nestea Thai Tea sekian puluh kantong
  • Juhi Squid Snack sekian puluh kantong
  • Pengambilan pesanan di beberapa toko di Platinum Fashion Mall
  • Penitipan uang deposit di beberapa toko di Platinum Fashion Mall
  • Produk Naraya

Toko-toko di Platinum Fashion Mall rupanya memang sudah terkenal di berbagai negara. Hal unik terjadi ketika teman saya ingin membeli barang titipan di salah satu toko. Teman saya menunjukkan gambar-gambar pakaian yang harus ia beli melalui ponselnya. Namun penjaga toko mengatakan bahwa barang-barang tersebut sudah sold out. Paniklah teman saya, rupanya setelah berkomunikasi lagi dengan si penitip barang yang ada di Indonesia, barulah penjaga toko memberikan sebuah kantong bertuliskan nama si penitip barang. Astaga rupanya sudah disiapkan hahaha. Jadi teman saya tinggal memberikan uang bayaran.

Ada juga orang yang ingin menitipkan uang deposit di salah satu toko di Platinum Fashion Mall. Ternyata ketika seseorang sudah menaruh uang deposit di toko tersebut, maka pemilik toko akan mengundang si pemberi uang (dalam hal ini si penitip di Indonesia) ke dalam grup WhatsApp toko tersebut. Jadi ketika ada barang baru yang tiba, si pemberi uang bisa langsung memesan barang.

Sementara itu untuk pesanan-pesanan berupa snack atau makanan kemasan, Supermarket Big C merupakan andalan pelancong. Supermarket ini bahkan buka dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 02.00 pagi! Ketika kami berkunjung pada pukul 20.00, supermarket sangat ramai dan troli berisi puluhan bahkan berkadus-kardus barang akan terlihat di setiap sudutnya. Kalau kalian mau pergi ke Bangkok dan buka jasa titip, pastikan bawa tas besar dari Indonsia atau bahkan koper khusus barang-barang jasa titip bila barangnya lumayan berat untuk ditenteng. Kalau barang yang dicari tidak tersedia di Supermarket Big C, coba mampir ke 7 Eleven karena sampai tahu ada (ini terjadi pada teman saya hihi syukurlah).

Tempat Shalat dan Makanan Halal
Jangan khawatir soal tempat shalat, apalagi makanan halal. Makanan halal tersedia di berbagai tempat meskipun kadang pilihannya tidak banyak. Kami menemukan mushala super nyaman di Mall MBK karena membaca direktori mall tersebut. Ketika kami googling-pun, ada masjid terdekat meskipun lokasinya cukup sulit dijangkau karena harus melewati sungai, jembatan, serta gang sempit di pemukiman padat. Namun rupanya masjid tersebut sangat bersih! Bahkan ada jamaah ketika salat zuhur berlangsung.

Cek Biaya Transportasi
Banyak alternatif transportasi yang bisa digunakan di Bangkok seperti BTS (Bangkok Sky Train), MRT, Bus, Taxi hingga Grab. Jika kalian berlibur sendirian atau berdua, menggunakan transportasi umum memang lebih murah. Namun jika berlibur bertiga, jangan lupa hitung estimasi biaya menggunakan kendaraan umum vs menggunakan Grab. Beberapa kali saya hitung, penggunaan Grab lebih hemat untuk bertiga. Tapi pastinya, cobain transportasi lokal merupakan hal wajib ketika liburan! Silakan cek https://www.bangkokbts.com/ dan https://www.transitbangkok.com/.

Jangan Salah Naik Perahu
Ketika sampai di salah satu dermaga/ stasiun perahu, kami melihat tulisan 'ticket' berwarna biru dan mengarah ke loket tersebut. Rupanya itu adalah loket untuk pembelian tiket perahu yang lumayan nyaman. Ongkos sekali jalan 50 baht. Kalau kalian mau naik perahu yang lebih murah, coba cari loket yang berwarna oranye dengan ongkos sekali jalan 15-30 baht. Lengkapnya bisa dicek di http://www.bangkok.com/attraction-waterway/chao-phraya-river-chao-phraya-river-pier-guide.htm.


 

 

 

 

  


Time to get back to reality! Khap kun ka (thank you)!

31 Mei 2018

Singapore Trip for Crazy Broke Indonesian

Sebagai crazy broke Indonesian, berdasarkan pengalaman saya dan teman saya, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk kunjungan perdana ke negeri singa, diantaranya:
  1. Bandingan diskon dan biaya tiket perjalanan maupun biaya hostel di tiap-tiap platform. Traveloka, Tiket.com, Pegipegi dan platform lainnya. Pilihan kami saat itu jatuh kepada Tiket.com yang saat itu menyediakan diskon perjalanan PP. Meskipun harus ribet sedikit karena satu akun hanya memberi satu kali diskon, tetep lumayan karena hemat 100-200ribu. Sementara untuk pesan hostel, kami menggunakan Traveloka.
  2. Nginep di hostel dengan shared bedroom dan bathroom. Jangan khawatir, banyak kok hostel yang memberi kamar khusus perempuan. Namun karena harus menggunakan shared bathroom, jangan lupa bawa sandal jepit ya untuk digunakan ketika mandi. Pastikan kamu bangun pagi untuk menikmati sarapan gratis di hostel walau hanya susu, kopi, roti dan selai. Karena kalau kesiangan, bisa-bisa sarapannya ludes dimakan tamu lain.
  3. Beli air minum di mini market dekat hostel. Ketika jalan-jalan, kita bisa isi botol minum di berbagai tempat karena cukup banyak keran air minum gratis. Namun beberapa hostel mungkin nggak menyediakannya atau justru menjualnya dengan harga yang lumayan bikin mikir-mikir. Jadi mendingan beli air minum di mini market.
  4. Bawa snack di tas. Jalan kaki berkilo-kilo akan membuat kamu mudah lapar. Daripada beli cemilan di jalan yang harganya aduhai, mendingan bawa snack di tas, jadi uangnya bisa kamu alokasikan untuk makan siang atau makan malam.
  5. Cari lokasi wisata gratis. Ini banyak banget pastinya. Silakan googling aja yah. Seluruh tempat yang kami kunjungi gratis, kecuali Universal Studio.
  6. Bikin itinerary lengkap dengan keterangan transportasinya. Tentunya kemana-mana harus naik MRT atau bus supaya hemat. Kamu bisa cek tarif tiap perjalanan dengan situs https://www.mytransport.sg/ sehingga kamu bisa perkirakan harus top up saldo kartu Ezlink berapa. Jangan sampai kelebihan karena saldonya mengendap di dalam kartu dan tidak bisa diuangkan kembali.

 

 

 

 

 

 

 

Selamat jalan-jalan crazy broke Indonesian!

26 November 2017

Better an oops than a what if

"Better an oops than a what if" - Beau Taplin

Having my own brand has been one of my life long dream. So, in one Sunday morning I decided to searching for a tailor, packaging vendor and label vendor all using smartphone (thanks technology) and you know what I found it right away less than 3 hours. I went out with my laptop to make some design and e-mail them, pay them through mobile banking and those items were arrived in my house for less than a week. LOL, everything was so easy in 2017. I was so excited to make it happen and finally with a really minimum budget, NISAKA The Label was born!

It isn't big yet, it's more like a personal project where I'm experimenting at. But it makes me so happy. People usually ask "what if you fail?". Well, just like Taplin said I'd rather fail than only wondering what would happen.

Give me a visit to the website at nisakathelabel.com or instagram.com/nisakathelabel :)



Kamaratih Top by NISAKA The Label.
Photo is from Nadya Tamara Yasmeen, One of my fave blogger circa 2008.