07 Maret 2008

Nostalgia dengan KEPLEK

Udah lama banget aku enggak KEPLEK, eh maksudku main kartu remi. Terakhir kali main kartu sama temen-temen itu waktu hari Jum’at (tapi aku lupa tanggal berapa). Yang jelas, waktu itu aku main domino. Tapi sialnya ketahuan Bu Ida. Yah, disita deh!

Kamis, 6 Maret 2008 aku iseng bawa kartu remi ke sekolah. Jam istirahat pertama, aku main poker sama Bahari, Satrio, Faris, Pradip dan Erwin. Aku menang terus, tuh!!! Saking sibuknya nostalgia sama pecinta remi, aku jadi nggak sadar bahwa aku satu-satunya cewek yang lagi main. Tapi nggak papa, enak gila (kata Erwin).

Ada yang gawat nih! Waktu lagi main ceplekan atau yang biasa dikenal dengan tepok nyamuk, Bu Ida datang! Kartu remi langsung dimasukkin/ diselipin ke dalam kamus bahasa Inggris-nya Faris yang tebelnya minta ampun. Nggak disangka-sangka, Bu Ida buka-buka kamus itu!!! Jantungku dan temen-temen deg-degan! Untung Bu Ida nggak buka halaman yg ada kartu remi-nya. Kalo ketahuan mati deh.

Hari itu, Asti bawa kartu TAROT. Itu lho kartu yang dipake para peramal buat meramal orang. Aneh-aneh aja nih si Asti pake beli beginian. Tapi kartu tarot yang dibawa Asti cuma kartu tarot mainan. Aku juga diramal sama Asti. Nih hasilnya:

YANG BAIK
Aku berasal dari kalangan terpelajar
Aku humoris
Aku tegar
Aku bisa melewati masalah

YANG BURUK
Aku gampang cemas/ khawatir
Masa depanku nggak bisa ditebak

Tidak ada komentar: