27 April 2008

Reuni SD

Aku nyesel banget. Kuswidya (temen SD) sms aku, dia ngajak ke SD hari Sabtu. Tapi aku nggak bales sms dia karena nggak aku punya pulsa. Hari Selasa, ada ujian penjajakan keempat. Aku pulang jam satu siang. Tapi aku n’ temen-temenku kerja kelompok bikin maket di sekolah. Yah, selesai jam tiga sore.

Sampai di rumah, aku langsung buka hape. Eh, ada sms dari nomor nggak dikenal. Sms itu bilang gini, “Nad, tadi kamu kok nggak dateng ke SD?”. Ternyata sms itu dari Septia. Dia temen SD-ku yang tomboy abis. Kata Septia, hari itu ada reuni di sekolah. Ya Allah, kenapa aku nggak dikasih tau sama Kuswidya? Terus, aku nanya ke Kuswidya. Dia bilang, waktu hari Sabtu yang dateng cuma sedikit. Terus anak-anak janjian lagi hari Selasa. Kuswidya nggak bilang ke aku karena dia lupa. Huh.

Aku sms Nana (temen SD-ku juga). Kata Nana banyak anak yang dateng. Aku nyesel banget nggak dateng. Aku tuh pengen liat mukanya Amanda, Septia, Aong, Baskoro, dll setelah tiga tahun nggak ketemu.

Hari Kamis sore, Pinasthika nelpon aku. Ya biasalah ngobrol. Eh, aku nggak canggung lho ngobrol sama dia. Ya iyalah, frekuensi aku ketemu Pinasthika lebih sering daripada temen SD yang lain. Kamis malam hapeku bunyi. Ada sms dari nomor nggak dikenal lagi. Ternyata itu Adrian, temen SD-ku. Dia juga nanyain kenapa aku nggak dateng reuni.

Tidak ada komentar: