27 Juni 2009

Karya Kami (Bisa Dibilang Puisi)

saat dimana diriku slalu tersenyum
takkan kulupa saat itu
betapa manis senyum bibir mereka
mentaripun berseri mendengar canda mereka

berjuta harap dan kasih menerka
tuk kesekian kalinya
dan hanya sementara
ku rasa sesuatu berbeda
hanya sembunyi yg ku bisa
di balik semak blukar meraja
tersamarnya kemuliaan, terpampang dalam noda hina
aku seorang diri, mengelilingi langit jingga
bertajuk bintang yang menyesal
dihias awan yang berubah kelam
disambut pelangi yang tak ceria lagi

kami saling berbagi cerita suka dan duka
kami saling menopang dan memberikan semangat dalam berbagai cobaan hidup

aku adalah dirimu
aku adalah saudaramu
aku siap korbankan jiwaku agar kekal persahabatan kita

hingga tak satupun yg dapat merusaknya
biar orang berkata lebay
biar orang berkata ini hanya sesaat
salahkah jika hati ini tak mampu lagi membendungnya
suatu rasa yg akhirnya terurai menjadi kata-kata
yang mungkin tak seindah doa
atau puisi yang ditulis para pujangga

namun inilah kenyataanya
seindah cahaya pagi yang menyingsing pagi
seindah belaian katulistiwa yang memancar
seindah gelora kasih yang bersemayam direlung hati
seindah persahabatan yang hari ini kita jalin

hingga esok hari kitakan terpisah
hingga manusia tak pernah lagi memanjatkan doa
hingga para pujangga kehabisan katakata
hingga mentari berpaling dari kehidupan kita
dan bumi menjadi kering karenanya
mungkin hanya air mata yg bisa mengobatinya

jiwaku tergeletak tanpa raga, entah di mana
mencari sosok keabadian yang sebenarnya telah sirna
dalam harap tak pernah bisa
lalu apa kisah yang sempurna berarti tanpa keabadian persahabatan kita?
meski kami tahu bahwa tak suatupun yg abadi
walau mungkin tak seindah kata-Nya
tapi ijinkan kami mencoba membenahi
sesuatu yang kami sebut itu "persahabatan"


NB: puisi berantai yg dibuat teman-teman X5-ku.
dedicated for our friendship :)

Tidak ada komentar: