02 Juli 2010

Orang Mana?

Aku selalu bingung ketika ada yang bertanya "Kamu orang mana?" atau "Kamu asli mana?". Aku sendiri juga nggak tau sebenarnya aku ini orang mana. Lebih tepatnya, sulit untuk menjelaskan.

Nenek-Kakek dari Ibu
Nenek dan Kakek-ku yang dari Ibu, biasa aku panggil Utih dan Kakung, berasal dari desa Salak, Wonogiri, Jawa Tengah. Ketika mereka dewasa, mereka memutuskan untuk merantau ke Jakarta (sendiri-sendiri, nggak bersama-sama). Setelah beberapa tahun di Jakarta, mereka kemudian bertemu di Jakarta dan berkenalan, eh ternyata mereka satu desa. Kebetulan banget kan. Akhirnya mereka menikah dan tinggal di Jakarta sampai sekarang.

Ibu
Ibuku anak pertama. Ketika Utih mau melahirkan anak pertama, Utih maunya melahirkan di Wonogiri supaya bisa dekat dengan Ibunya. Wajar, setiap perempuan pasti ingin melahirkan ditemani Ibunya, apalagi kalau melahirkan anak pertama. Jadilah Ibuku "numpang" lahir di Wonogiri. Setelah itu kembali ke Jakarta sampe gede. Ibuku enggak bisa Bahasa Jawa karena Ibu ke Wonogiri cuman kalau mudik Lebaran.

Nenek-Kakek dari Ayah
Aku biasa manggil Ibunya Ayah dengan sebutan Mbah Menes (karena tinggalnya di Menes). Sedangkan Ayahnya Ayah sudah meninggal sebelum aku lahir, tepatnya ketika Ayah masih SMP. Keluarga Ayahku murni orang sunda yang berasal dari Desa Karyasari, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

Ayah
Ayah lahir di Pandeglang. Orangtuanya enggak merantau. Waktu SMA, Ayah sekolah di Serang. Lulus SMA, Ayah merantau ke Semarang untuk kuliah dan bekerja. Kenapa ke Semarang? Karena kakak-kakaknya Ayah juga pada kuliah dan kerja di Semarang, jadi Ayahku ikut-ikutan.

Ayah dan Ibu
Sekitar tahun 1987, Ibuku dan keluarganya tinggal di Ulujami, Jakarta Selatan. Tetangga depan rumah Ibuku adalah Wa' Mumung (aku nggak tau nama aslinya). Wa' Mumung ini adalah salah satu kakaknya Ayahku. Ayahku sering main ke rumah Wa' Mumung, terus liat Ibuku nyanyi-nyanyi di depan rumah -__- Terus LDR. Ayahku di Semarang, Ibuku di Jakarta. Ibuku menikah umur 24 tahun. Tergolong masih muda kalau untuk ukuran Jakarta saat itu dimana temen-temen kerjanya Ibuku bilang, "Eh kamu masih kecil kok udah menikah,". Setelah menikah juga LDR.

Aku
Setelah Ibuku keguguran dua kali kalo nggak salah, akhirnya aku lahir juga di Jakarta. Waktu itu umur Ibuku udah 28 tahun. Waktu itu Ayahku lagi ada di Jakarta setelah dapet laporan mulai ada kontraksi di perut Ibuku. Tapi setelah ditunggu-tunggu kok aku enggak lahir-lahir. Nah aku lahir tepat di hari Ayahku mau pulang ke Semarang, untung aku lahir dulu sebelum Ayahku pulang. Sampe aku umur enam tahun, aku tinggal di Cipadu, Tangerang. Awalnya Ayahku yang mau pindah dari Semarang ke Jakarta. Udah bikin rumah segala. Tapi enggak jadi. Malah aku yang pindah ke Semarang dan hidup di kota lumpia sampai saat ini.

Jadi? Aku sih lebih suka menganggap diri sebagai orang Menes, Pandeglang :)

Tidak ada komentar: