23 Agustus 2010

Aku, Makanan, dan Minuman

Sebelum acara buka bersama tiga hari yang lalu, aku tanya ke Nia (sie. konsumsi).

aku: menu minumannya apaan?
nia: es buah.
aku: hah? aku nggak bisa makan buah kalo yg ngupas bukan Ibuku sendiri.
tria: aku malah nggak bisa makan buah
aku: kenapa?
tria: aku takut biji.

Terdengar ledakan tawa dari temen-temen. Ya dari dulu aku emang nggak suka makan buah kalo yang ngupas bukan Ibuku atau aku sendiri. Alasannya satu: "takut nggak higienis" wkwk. Sekalipun itu es buah buatan restoran hotel bintang lima sekalipun, aku nggak suka! Hahaha.

Kalo soal makanan dan minuman, aku masih bisa kompromi. Tapi kalo soal buah, tidak! Mutlak aku nggak mau sembarangan. Ngomong-ngomong, aku juga cukup berhati-hati soal makanan. Masakan Ibu emang paling spesial dan meyakinkan.

Itu salah satu alasan aku nggak suka ke kantin. Terus terang, aku kurang suka kalo beli makanan besar di kantin (kecuali mie instan). Terutama soal sayur dan makanan yang berkuah. Sulit sulit. Aku juga kurang suka beli minuman di kantin (kecuali minuman kemasan macam aqua, frestea, dll). Apalagi macamnya minuman yg ada cincaunya gitu dicampur sirop, kolang-kaling, aku nggak sukaaa. Bukan nggak suka minumannya, tapi nggak suka beli disitu. Eh sebenernya nggak suka beli dimana-mana sih.

Untung Ibuku selalu masak. Hampir nggak pernah beli makanan di luar. Waktu itu pernah aku makan telur balado yang ada di meja makan. Dan aku shock setelah merasakan bahwa tuh balado telur rasanya enggak enak.

aku: ih, ini kok rasanya nggak enak? nggak kayak biasanya.
Ibu: oh itu yang masak mbak Asih (pembantuku)

Tuh kan pantesan wowow lidahku hebat banget kan bisa bedain mana masakan Ibu dan mana yang bukan. Akhirnya aku nggak makan deh tuh balado telur yang rasanya ngaco itu.

Postingan ini bukan berarti aku nggak suka semua makanan yang bukan dimasak Ibuku lho, tapi intinya aku bukan tipe orang yang suka jajan/ makan di luar serta orang yang memperhatikan kehigienisan makanan wkwk.

Tidak ada komentar: