18 Agustus 2010

Cerita dari Lukisan

Thomas Kinkade? Mungkin namanya terdengar asing di telinga kalian. Dia adalah seorang pelukis asal Amerika. Sekitar kelas satu SMP, aku dapet game "Jigsaw Puzzle Gamehouse". Salah satu puzzlenya itu isinya lukisan-lukisannya Thomas Kinkade. Lukisannya bagus-bagus. Kelihatan nyata. Lukisan yang paling aku suka yaitu "Sunday Outing":


rumah sebuah keluarga kecil (judul lukisan: Sunday Outing)

Entah kenapa aku suka banget sama lukisan yang satu ini, sampe-sampe bikin cerita yang terinspirasi dari sini. Hahaha aneh ya aku. Cerita yang aku buat berkisah tentang kehidupan keluarga kecil di sebuah kota kecil. Tokoh utamanya adalah seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama ... lupa. Sebut saja Bunga. Ayahnya adalah seorang pedagang sibuk yang sering bepergian ke kota besar. Cerita ini aku buat enam tahun lalu. Semuanya terinspirasi dari lukisan-lukisan Thomas Kinkade. Agak-agak lupa aneka percakapan yang terjadi di dalam cerita, jadi aku tulis garis besarnya aja. Inilah Sunday Outing karya Nadia Azka.

Di suatu Minggu pagi yang mendung, dimana jalan setapak masih tergenang oleh air hujan sisa semalam, Ayah Bunga berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kota Boston (kota Boston ini juga pernah dilukis oleh Thomas Kinkade). Sayangnya di perjalanan Ayah Bunga mengalami mushibah. Barangnya dirampok dan ia terbunuh.

suasana kota Boston (judul lukisan: Boston)

Bunga dan keluarganya sangat sedih ketika menerima berita tersebut. Ngomong-ngomong, si Bunga ini sangat suka menari balet. Sayangnya bakatnya kurang terasah karena ia tinggal di kota kecil dimana samasekali tidak ada sarana dan fasilitas untuk belajar.

Setelah mendapat kabar bahwa Ayahnya meninggal, Bunga dan keluarganya mengunjungi nenek yang tinggal di desa untuk mengabarkan berita duka tersebut. Bunga sangat menyukai suasana di desa tempat neneknya tinggal. Musim panas yang cerah. Penuh bunga warna-warni. Kuda-kuda yang jinak dan cantik.

rumah nenek Bunga di desa (judul lukisan: Perfect Summer Day)

Kebetulan sekali saat keluarga Bunga tiba disana, ada salah seorang tetangga nenek yang sedang mampir bernama Sir John. Beliau adalah guru piano di salah satu sekolah musik di Boston. Sir John punya banyak koneksi. Orkestranya sering bekerjasama dengan sekolah balet untuk mengadakan pertunjukkan. Ketika ia melihat Bunga sedang menari balet "seadanya namun indah", ia bisa membaca bahwa Bunga memiliki bakat yang luar biasa. Maka dari itu beliau menawarkan Bunga ikut tinggal dengannya di Boston dan mengikuti sekolah balet.

Bunga setuju. Meskipun awalnya Ibunya menentang kepergiannya karena Ibunya berpendapat bahwa kota Boston adalah kota yang sial karena disanalah suaminya dibunuh, akhirnya ia menyetujuinya karena melihat kesungguhan Bunga untuk mempelajari balet. Salah satu tujuan Bunga pergi kota Boston adalah menemukan orang yang telah membunuh Ayahnya. Terdengar konyol, namun itulah apa yang ada di dalam pikiran anak berusia delapan tahun.

Maka dimulailah kehidupan Bunga di kota Boston. Akankah ia berhasil belajar di sekolah balet? Akankah ia menemukan perampok yang telah merenggut nyawa Ayahnya?

Cerita berakhir disini. Aku belum sempet nulis lanjutannya, tapi malah udah kehapus datanya. maklum udah sekitar enam tahun lalu cerita ini dibuat. Lagipula males ngelanjutin cerita bodohku ini hahaha. Sebenernya banyak cerpen-cerpen aneh lainnya yang aku buat waktu SD. Tapi datanya udah ilang seiring rusaknya komputer yang diracuni virus.

2 komentar:

Viita mengatakan...

ya ampun, lukisannya bagus2 deeeh >.<

Nadia Azka mengatakan...

ayo jadi penggemarnya juga!