12 Agustus 2010

Hilman dan Lupus

Aku paling suka Hilman Hariwijaya dengan buku Lupus-nya. Hilman lahir di Jakarta, 25 Agustus 1964. Karirnya dimulai dengan menulis cerpen Lupus di Majalah HAI tahun 1986. Lama-kelamaan ia menulis serial Lupus dalam bentuk puluhan novel yang sudah tersebar hingga jutaan eksempelar.

Waktu kecil, aku suka nonton Lupus di Indosiar dengan soundtracknya yaitu Kita - Sheila on 7. Adegan yang paling aku inget yaitu adegan Gusur pingsan dengan gaya badan jatuh ke belakang. Aku praktekin adegan itu di ... kasur! Waktu itu aku belum tau apa-apa soal Hilman Hariwijaya, penulisnya.

Sekitar kelas lima SD, aku pergi ke Gramedia sama Ayah. Aku yang saat itu samasekali nggak suka novel. Bacaanku cuma komik, komik, dan komik. Ayah menyarankan aku beli buku Napak Tilas Para Hantu karya Hilman Hariwijaya dan Boim Lebon. Ayah bilang penulis itu terkenal dan bukunya dijamin lucu dan enggak serem seperti judulnya. Pertama kali baca novel rasanya seru juga. Apalagi novel itu bercerita soal kehidupan keluarga hantu yang dikemas secara kocak. Sejak saat itu, aku jadi rajin baca buku-bukunya Hilman.

Buku berikutnya yg aku beli adalah Iih Syerem (serial Lupus) dan Sereem (serial Lupus). Ternyata ada serial Lupus Kecil juga, aku pertamanya beli JJS alias Jalan-jalan Seram. Aku beli yg judulnya horor-horor karena aku suka horor. Hampir semua buku serial Lupus, Lupus ABG, dan Lupus Kecil udah aku baca dari pinjem di persewaan maupun beli sendiri. Selain serial Lupus, aku juga pernah baca serial Lulu yang judulnya Sohib Gaib dan SMA Elite.

Yang paling aku suka yaitu serial Lupus Kecil. Aku udah baca semua serial ini. Cerita-cerita di serial ini bikin nostalgia masa kecil. Yang paling aku suka yaitu cerita Sepeda Iko-iko dan Kucing Asuh Bernama Mulan. Saking sukanya, dua cerita itu aku jadiin drama tugas sekolah. Sepeda Iko-iko aku tampilin pas kelas enam SD, Kucing Asuh Bernama Mulan buat bahan film pas kelas dua SMP.

Nggak semua buku Lupus itu lucu. Ada juga yg romantis dan menyedihkan, yaitu serial Lupus Milenia. Yang pertama kali aku baca yaitu Lupus Milenia 1: Boneka di Taman Sekolah. Hampir nangis waktu baca ini. Buku ini aku pinjem dari persewaan. Buku lanjutannya yaitu Lupus Milenia 2: Bete, aku beli di Gramedia Bintaro pas lagi mudik Lebaran. Aku belum tamat karena belum baca Lupus Milenia 3: PDKT.

Soal Lupus lebih jauh bisa dibaca di http://id.wikipedia.org/wiki/Lupus_%28tokoh_fiksi%29

1 komentar:

Bill Muhammad mengatakan...

Hai Nadia! Gue salah satu pembaca lupus juga, dari jakarta timur. Dan lagi nyari banget lupus milenia 2 Bete, setelah searching kemanamana udah jarang yg jual dan akhirnya ketemu blog ini. Kirakira bisa minta kontak kamu engga? Kali aja saya bisa minjem atau mungkin dijual. Hehehe
Makasih sebelumnya ,dan good thread up there!