19 Agustus 2010

Kisah Aneh dari Telepon

Waktu kecil, salah satu hobi anehku adalah mainan telepon. Tau buku "yellow pages" yang tebel itu? Yang isinya semua nomor pengguna telepon di kota Semarang. Kadang-kadang aku nelponin secara acak aneka nomor disitu wkwk iseng. Ini berbagai pengalaman anehku dari telepon.

MEONG, GUK, dan 001
Pengalaman paling seru terjadi ketika aku menelepon 001. Nomor itu semacam customer service. Kita bisa tanya berbagai nomor telepon rumah orang asal kita menyebutkan alamat rumah dan nama pemiliknya. Tapi tujuanku telepon 001 samasekali bukan cari nomor telepon rumah orang, tapi cuma main-main hahaha.

Mulailah aku tekan tombol 001. Operatornya yang angkat. Bukan mesin, tapi manusia. Seorang mbak-mbak.

001: Halo selamat pagi ada yang bisa saya bantu?
aku: MEONG MEONG
001: Halo? Halo?
aku: MEONG!!!
001: Halo? Maaf ini dengan siapa?
aku: MEONG MEONG MEONG!!!

Telepon ditutup oleh pihak 001. Beberapa detik kemudian, aku telpon lagi. Kali ini yang angkat adalah mas-mas.

001: Halo selamat pagi ada yang bisa saya bantu?
aku: MEONG!
001: Ya, halo?
aku: MEONG MEONG

Aku ngakak dalam hati. Puas ngerjain orang. Teleponnya langsung aku tutup. Beberapa detik kemudian, telepon rumahku berbunyi. Langsung aku angkat dong.

aku: halo?
(unknown): GUK GUK GUK
aku: halo? halo? ini siapa sih?
(unknown): GUK GUK!!!
aku: eh jangan main-main dong!
(unknown): ya anda tadi juga jangan main-main dong!

Wkwk kaget banget aku. Pasti pihak 001 yang nelpon ke rumahku hahaha. Pengalamanku seru kan!!!


TEMEN TK
Selain itu pernah ada yang nelpon aku. Ngaku-ngaku sebagai temen TK-ku. Padahal TK-ku di Tangerang. Kan sekarang aku udah pindah ke Semarang. Masa iya dia tau nomor telepon rumahku. Kan nggak mungkin.

temenTKabal-abal: halo? nadia azka?
aku: ya. ini dengan siapa?
temenTKabal-abal: aku temen TK kamu.
aku: hah? kok bisa tau nomor rumahku. kan aku udah pindah.
temenTKabal-abal: bisa dong.
aku: ih boong. coba sebutin siapa guru kita? siapa kepala sekolah kita?
temenTKabal-abal: ya pokoknya itu. aku lupa.
aku: wuu boong.
temenTKabal-abal: nggak kok beneran. kamu lupa ya sama aku?
aku: OH, AKU INGET! KAMU YANG DULU SUKA NGOMPOL ITU KAN? HAHAHA.

telepon ditutup oleh si temen TK abal-abal. wkwk cerdas juga aku ngelawak.


NOMORNYA SAMA?
Pengalaman aneh ini benar-benar terjadi. Waktu itu aku sendirian di rumah (kayaknya sih sama adek). Orangtua lagi pergi. Tiba-tiba ada telepon masuk. Suaranya sih mirip mas-mas kuliah tingkat akhir wkwk ngasal. Sebut saja M.

aku: halo?
M: halo. ini dengan nomor 8315***?
aku: iya.
M: bisa bicara dengan bapak?
aku: maaf orangtua saya sedang keluar.
M: oh gini ya mbak, titip pesan aja untuk bapak anda.
aku: ya. pesan apa?
M: ini nomor telepon saya itu sama persis dengan nomor rumah anda.
aku: hah? ya nggak mungkin lah mas.
M: lho ini serius. tiap temen-temen saya nelpon saya, selalu nyasar ke rumah anda.
aku: ah masa. nggak mungkin dong.
M: kalau mbak nggak percaya, mbak bisa telpon nomor rumah mbak sendiri. pasti nanti nyambungnya ke saya.
aku: hahaha ya ya saya coba. saya tutup ya telponnya.

Telpon aku tutup. Aku pikir orang itu bego. Mana bisa ada telepon yang nomernya sama. Dasar payah. Tapi aku coba juga nelepon ke nomer rumahku. Di pikiranku saat itu, teleponnya nggak bakal nyambung. Ya iyalah masa nelepon ke nomor sendiri mana bisa. Tapi ternyata nyambung!!! Suer.

M: halo mbak? nah bener kan apa kata saya!
aku: (bingung shock kaget speechless) eh iya ya mas.
M: nah makanya mbak tolong bilangin orangtua anda. suruh ganti nomor telepon. jangan nyama-nyamain saya.
aku: hem iya mas.

Setelah Ayah & Ibu pulang, aku langsung cerita soal telepon barusan itu. Ayah ketawa, "Ya nggak mungkin lah!". Aku ngotot itu beneran. Terus Ayah nyuruh aku buktiin dengan coba nelepon ke nomor rumahku sendiri. Aku sih optimis bakal nyambung karena tadi aku udah coba sendiri. Tapi sekarang malah nggak nyambung!!! Ayah pasti mikir aku aneh. Huuh padahal kan beneran! Kok bisa gitu ya. Sampe saat ini, telepon itu masih jadi misteri.

Tidak ada komentar: