10 Oktober 2010

Bahagia itu Pilihan

"Aku iri sama kamu"
"Apa?"
"Hidupmu seru. Kamu selalu seneng."
"Pikir dua kali sebelum kamu bilang gitu"
"Setidaknya kamu nggak punya masalah kan"
"Ngaco. Darimana kamu tau?"
"Dari blog."

Itu adalah percakapan antara aku dan temanku lewat telepon semalam, sebut saja Bunga. Hanya atas dasar membaca blogku, dia jadi iri sama kehidupanku. Dia pikir aku selalu bahagia dan nggak pernah punya masalah selain nilai-nilai sekolah yang menjadi masalah universal anak-anak SMA pada umumnya.

Aku jelaskan bahwa nggak semua hal aku tulis di blog ini. Aku hanya mempublikasikan tulisan yang mau aku bagi secara bebas kepada teman-teman. Kalau menurutku tulisanku nggak pantas untuk dibaca umum, nggak akan aku publikasikan. Jadi kalau Bunga mengira aku nggak pernah punya masalah karena aku nggak pernah menuliskan masalah di blog, itu salah besar.

Semua orang punya masalah kok.

Bunga nggak akan tahu apa yang ada di mimpiku kalau sedang ada masalah. Dia nggak akan tahu gimana rasanya ketika aku sedih ataupun tertekan. Dan dia juga nggak akan pernah tahu ketika aku nangis berhari-hari. Apakah sopan kalau aku menyebarluaskan semua isi pikiranku? Nggak semuanya pantas dipublikasikan. Lebih baik cerita kepada teman daripada berkoar-koar di dunia maya.

Walaupun sebenarnya semua orang bebas menulis apapun di dunia maya selama nggak melanggar norma dan hukum, tapi masing-masing individu boleh punya batasan tersendiri kan.

Bunga memang pernah membahas soal hidupnya yang akhir-akhir ini nggak bahagia. Tapi setiap orang punya masalah tersendiri yang nggak akan sama dengan masalah orang lain. Dan kalau soal bahagia, itu pilihan.

Jika kamu memilih untuk stress dan terpaku dengan masalahmu, berarti kamu memilih untuk menyia-nyiakan hidup. Buat apa seperti itu? Memilih bahagia bukan berarti kamu cuek bebek dengan masalahmu, tapi berusaha mencari jalan keluar untuk masalahmu, mencari hikmahnya, dan bersyukur dengan apa yang ada.

Lihatlah ke bawah,
maka kamu akan bersyukur dengan segalanya

Lihatlah ke atas,
jadikan itu motivasi, bukan ambisi



5 komentar:

Dream Master mengatakan...

Hm... Km bener, Ka. Thanx ya, sekarang aku jadi nyadarin kesalahanku.

Ternyata km orangnya bijak ya? ^^ He.he.

Nadia Azka mengatakan...

oo kamu punya masalah juga ternyata?

angie mengatakan...

wah, bener bener.. gak semuanya yang dirasain bisa aku share di blog juga.. :)

Dream Master mengatakan...

Hei, hei, aku kan manusia biasa, Ka. Udah pasti aku punya masalah.

Masalahku yang paling berat tu aku suka ngurusin masalahnya orang lain padahal masalahku sendiri blum kelar. :( Hhh...
Apalagi kalo di dalam kelas. Suwung hawane, Ka.

Oh, is this the path that I should take? Can I defy my fate?

Hans Brownsound ツ mengatakan...

EXACTLY!!
temenku juga bilang gitu sama aku.
yang dia liat ya cuma yang enak-enaknya aja kan. yang gak enaknya gak pernah aku publikasiin..