14 Oktober 2010

Bohong Kamu!

Alkisah pada suatu hari, jam pelajaran English, kami disuruh bikin dialog yang mengandung ungkapan possibility, impossibility, accusing, dan promise. Kita bingung mikirin jalan cerita dialognya agar tampak menarik #gaya.

Yuan tanya, "Eh Az, dialogmu gimana?"

Aku-pun menceritakan apa yang ada di isi otakku buat jalan cerita dialog itu. Jadi gini ceritanya: (dalam bahasa Indonesia)

A: aduh aku lupa bikin tugas seni rupa nih.
B: ih gawat. dikumpulin dua hari lagi lho.
A: aku nggak punya crayon pula. bisa nggak kalo besok aku pinjem crayonmu? (possibility)
B: nggak bisa. gimana mau minjemin, kan aku nggak punya crayon. (impossibility)
A: bohong kamu! kamu punya crayon kan?! aku tau kok! (accusing)
B: apa kamu menuduhku? yaudah deh aku janji ntar malem aku beliin buat kamu. (promise)

Hidih si Yuan ngakak ngetawain aku. Langsung aja dia heboh cerita-cerita ke temen-temen tentang dialogku. Padahal kan ya dialogku nggak ada salahnya. Udah mengandung empat unsur ungkapan yang diminta. Tapi si tokoh B agak bego juga sih. Abisnya aku bingung mau bikin dialog kayak gimana.

Gara-gara ini Dani sering tiba-tiba ketawa kalo liat aku. Dan gara-gara ini juga Aul, Meika, Yuan, Ifa tiba-tiba suka bilang, "Bohong kamu!" pake nada bicaraku yang indah.


Tidak ada komentar: