17 Februari 2011

Kenapa Harus Takut Bermimpi?

Dulu waktu masih kecil, waktu SD, waktu SMP, atau bahkan waktu kelas satu dan dua SMA, banyak orang mantep jika ditanya "Mau kuliah dimana, jurusan apa?". Tapi makin kesini, ketika waktu makin deket sama yang namanya UN maupun SNMPTN, orang-orang makin nggak yakin untuk menjawab mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa.

Bukan bermaksud apa-apa, kita ambil contoh yang aku temui dalam kehidupan nyata, yaitu soal teman-teman yang hendak memilih jurusan kedokteran di beberapa PTN bergengsi. Dulu ketika ditanya pertanyaan serupa, mereka dengan penuh optimisme dan harapan bisa menjawab, "Kedokteran di UI/UGM. Doain ya!". Walaupun aku bukan orang yang berminat dengan fakultas tersebut, aku seneng kalau mereka jawab begitu dan aku yakin mereka bisa kalau mereka mau.

Tapi sayangnya banyak teman seperti itu yang sekarang malah jadi pesimis. Banyak yang mereka jadikan alasan untuk batal memilih fakultas tersebut di universitas itu. Mulai dari susah atau apalah. Intinya mereka makin pesimis. Sayang banget kan. Gimana mau bisa mendapatkan yang kita inginkan kalau kita sendiri enggan berusaha dan berharap mendapatkannya?

Yang lebih bikin miris lagi adalah, orang yang men-judge orang lain tidak bisa meraih mimpinya. Apalagi berkata terang-terangan di depan orang tersebut. Aduh jahat sekali.

Pernah ada seseorang yang berkata, "Kamu nggak mau coba daftar ini? Aku aja nggak yakin bisa masuk UNDIP. Emangnya kamu yakin kamu bisa masuk? Susah banget lho!". Wow sialan banget kan.

Ada juga yang ketawa "ngejek" sambil tanya, "Hah? Kamu mau masuk universitas ini? Yakin?"

Perkataan orang-orang seperti itu nggak perlu didengar. Mereka cuma orang-orang pesimis yang nggak bisa menghargai impian orang lain. Bukan mustahil jika kepesimisan mereka akan jadi nyata untuk diri mereka sendiri. Apa yang kita pikirkan kemungkinan akan jadi kenyataan, kan.

Jangan takut kecewa dan gagal karena itu konsekuensi. Orang-orang yang nggak berani bermimpi dan berharap, mereka cuma orang-orang pengecut yang takut akan kekecewaan dan kegagalan.

Sebagai manusia, kita bisa apa kalau bukan bermimpi, berusaha, dan berdoa? Urusan terkabul atau tidak, itu urusan Tuhan. Tuhan tau yang terbaik. Apapun yang terjadi nantinya, itu yang terbaik untuk kita.

Jadi, kenapa harus takut bermimpi?

1 komentar:

Ozymandias mengatakan...

Just turn around to them and say, "Watch me!"

Wong cilik kayak dewe nek ra nduwe mimpi ki bakal mati. Hhe..

Semangaatt!! Makasih, Ka.^^v