12 Maret 2011

Playstation Juga Bisa Lelah

Playstation itu lelah. Sangat lelah. Hampir setiap hari ia bekerja. Pemiliknya, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun bernama Fathan selalu memainkannya setiap hari. Setiap pulang sekolah, sebelum tidur, bahkan Fathan sudah mulai melupakan tugasnya untuk belajar. Ia berbohong pada Ibunya. Ia mengaku sedang belajar di kamar, padahal ia sedang bermain playstation.
Fathaaan, makan malam sudah siap! Ayo keluar!” teriak Ibu dari dapur.
Iya buuu,” balas Fathan.
Ia bergegas keluar kamar untuk makan. Perutnya memang sudah lapar karena seharian ini ia belum makan. Ia terlalu sibuk bermain dengan Playstation.
Sementara itu di dalam kamar Fathan, sang Playstation mengeluh, “Aku lelah. Apakah Fathan tidak bisa untuk membiarkan aku istirahat untuk sehari saja?”
Betul. Fathan terlalu sering memainkanmu. Ia bahkan tidak pernah menyentuh apapun lagi di kamar ini selain kamu. Termasuk aku, buku-buku pelajarannya. Ia tidak pernah menyentuhku sejak kamu ada disini,” kata buku-buku pelajaran Fathan.
Bukan hanya kamu yang tidak pernah disentuh lagi. Aku juga! Fathan selalu lupa mengerjakan aku,” ujar buku PR Fathan dengan sedih.
Playstation memandang sedih kearah buku pelajaran dan buku PR Fathan. Ia hanya bisa bekata, “Aku tahu. Aku juga tidak ingin jika Fathan terus-terusan memainkanku. Tapi entah kapan ia akan bosan dan berhenti memainkanku setiap hari seperti ini,”.
---
Pagi itu di sekolah Fathan sedang bingung. Bu guru memintanya mengumpulkan PR yang diberikan minggu lalu sementara Fathan belum mengerjakannya. Ia lupa. Ia terlalu sibuk bermain dengan playstationnya. Buku-buku PR jadi terlupakan karena tidak pernah dikerjakan.
Bu guru menghampiri Fathan, “Keluarkan PR-mu, Fathan. Kamu sudah mengerjakannya, kan?”.
Fathan takut dan menjawab Bu guru dengan terbata-bata, “Maaf bu, saya belum mengerjakan PR. Saya lupa,”
Bagaimana bisa belum kamu kerjakan?! Ibu memberimu tugas ini minggu lalu! Sekarang kamu berdiri di depan kelas!”
Fathan tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti perintah Bu Guru. Beliau pantas marah dan menghukumnya karena Fathan lupa mengerjakan tugas rumahnya.
Buku-buku PR Fathan bergumam melihat Fathan dihukum di depan kelas, “Jelas saja Fathan lupa mengerjakan aku. Ia terlalu sering bermain dengan si playstation,”
---
Playstation selalu senang ketika Fathan tidak ada di rumah. Itu berarti ia bisa beristirahat. Fathan sangat sering memainkannya setiap ada di rumah. Oleh sebab itu playstation tidak bisa bersantai.
Brak! Pintu kamar terbuka. Rupanya Fathan sudah pulang sekolah. Kali ini ia datang bersama temannya, Kiki. Mereka hendak mengerjakan tugas kelompok di kamar Fathan. Seperti biasa, Fathan langsung memainkan playstation setiap pulang sekolah.
Hei, kita harus mengerjakan tugas kelompok ini dulu sebelum kamu bermain playstation,” kata Kiki mengingatkan.
Fathan hanya diam. Pandangan dan pikirannya fokus kepada game yang dimainkannya. Ia samasekali tidak mendengarkan Kiki. Kiki kesal. Ia merebut playstation yang dipegang Fathan. Fathan kaget dan marah.
Apa yang kamu lakukan?! Aku sedang bermain playstation! Jangan ganggu aku!”
Kita harus mengerjakan tugas kelompok! Kamu sudah terlalu sibuk bermain sampai-sampai kamu melupakan tugas kita,” tukas Kiki kesal sambil meninggalkan Fathan.
---
Malamnya, Fathan kembali bermain playstation. Ia tidak belajar. Buku-buku pelajaran memandang sedih ketika Fathan bermain. Mereka merasa dilupakan sejak ada kehadiran playstation di kamar Fathan.
Fathan sudah melupakan kita,” kata buku matematika.
Padahal dulu ia suka mencoretku dengan krayon. Tapi sekarang ia lebih suka memainkan playstation,” buku gambar ikut sedih.
Keesokan harinya, Fathan benar-benar menyesal. Ia mendapatkan nilai jelek pada ulangan matematika. Ia menyesal karena selama ini ia malas belajar dan terlalu sering bermain playstation. Ketika ia hendak membereskan playstationnya, ia sadar bahwa playstationnya rusak. Mungkin karena terlalu sering ia mainkan.
Dalam mimpinya, Fathan melihat sebuah playstation menghampirinya sambil berkata, “Kau boleh memainkanku. Tapi jangan setiap hari. Kau harus ingat tugas utamamu, yaitu belajar. Kau boleh memainkanku kalau kau sedang libur. Jangan terlalu sering karena aku sangat lelah jika kamu terus-terusan memainkanku. Inilah akibatnya, kau dihukum Bu Guru, dijauhi oleh Kiki, dan nilai ulanganmu buruk karena kau sudah melupakan buku-buku pelajaran!”
Fathan tersentak dan bangun. Ia berjanji mulai saat itu ia akan mengurangi bermain playstation dan kembali belajar setiap malam. Ia tidak mau lagi dihukum karena lupa mengerjakan PR, ia tidak mau lagi dibenci Kiki, dan ia tidak mau lagi mendapatkan nilai jelek saat ulangan.
Ayah sudah membetulkan playstation milik Fathan sehingga bisa dipakai lagi. Namun sekarang Fathan sudah kembali menjadi anak yang rajin dan mengerti kapan ia harus belajar atau bermain.
Playstation di kamar Fathan tersenyum senang. Ia bahagia karena sekarang Fathan sudah mengerti apa yang seharusnya ia lakukan. Buku-buku pelajaran juga ikut bahagia karena sekarang Fathan rajin mempelajari mereka. Barang-barang yang ada di kamar Fathan berkata sambil tersenyum senang, “Kamu boleh bermain, tapi jangan lupa belajar!”.

Karya Asli Nadia Azka

10 komentar:

Mas Didik mengatakan...

He he kecanduan ngegame.. kayak aku dulu

Rie Rie mengatakan...

idih main game mulu... sampe lupa tugas. Untung PS nya ngingetin lewat mimpi, hehehe...

Nadia Azka mengatakan...

hahaha makasih sudah mampir :)

ma_dhan mengatakan...

sama kya saya waktu dulu, ampe di service tuh PS d mainin terus. hee

salam blogger. :)

MT mengatakan...

salam kenal, baru sekali ke sini

negerianak mengatakan...

harus bisa memanajemen waktu sejak usia dini

oneminuteonline mengatakan...

Berkunjung ^_^, heheh jadi ingat pas waktu smp ketagihan maen ini,....salam kenal ^_^, Tapi ada manfaatnya juga kok amen game ini, bisa lebih kreatif dan melatih otak kita, tapi yaitu jangan keseingan hehehe

Naila mengatakan...

wah...
PS!!!
bukan hanya anak2 kuk yg masih maen ps, bahkan temen2ku yang cowok jnuga masih hobi maen game ini, ckckckc..

bagus ceritanya, touching banget, :)
salam kenal sesama peserta,^^

Nadia Azka mengatakan...

hai makasih sudah mampir! salam kenal juga :)

duniakuro mengatakan...

wah adik suka playstation juga? memang anak2 itu gampang banget kecanduan game.... semoga cerita ini dapatr bermanfaat bagi generasi kecil INDONESIA....

salam 100% bangga menjadi anak INDONESIA.....