02 April 2011

Jangan Karena Gara-gara Gayus


Dengan munculnya salah satu pegawai Dirjen Pajak yang tersangkut kasus mafia pajak, yaitu Gayus Tambunan, maka nama baik instansi dimana ia bekerja tentu ikut tercoreng.

Karena nila setitik, rusak susu sebelangga. Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan penilaian masyarakat terhadap Dirjen Pajak saat ini. Namun pantaskah kita menilai instansi itu buruk hanya atas dasar busuknya Gayus Tambunan?

Kita misalkan saja, ada teroris di Indonesia (memang ada sih). Lalu apakah kita rela jika negara lain memberi cap bahwa Indonesia adalah negara teroris? Tentu tidak. Karena watak seseorang tergantung kepada pribadi masing-masing. Bukan berdasarkan instansi, klub, atau negara tempat ia tinggal.

Marilah kita bijak menilai kinerja Dirjen Pajak. Jangan menilai sesuatu dengan terburu-buru karena belum tentu hal tersebut bisa dibuktikan. Cobalah melihat sesuatu secara objektif bukan subjektif. Bayangkan apabila Anda berada di instansi tersebut. Bagaimana nasib kelanjutan pembangunan negeri ini apabila masyarakatnya enggan membayar pajak?

Ayo tetap bayar pajak dan awasi pengurusannya!


4 komentar:

Kandisya Putri mengatakan...

ehehe setuju!!! goodluck ya kak nadia. oh ternyata ini postingan buat lomba ya.

Nadia Azka mengatakan...

iya terimakasih

Adi Wijaya mengatakan...

iyh bner tuh dek, jgn hanya karena masalah gayus, smua yg telah di rencakan sirna,,,smngaddddddd

Nadia Azka mengatakan...

masnya juga ikut lomba ini ya hahaha