02 April 2011

Nakalnya Petugas Pajak

Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang sudah memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai warga negara dengan ikut membayar pajak. Sayangnya niat baik mereka seringkali disalahgunakan oleh aparat pajak.

Sungguh ironis, pembayaran pajak yang seharusnya mudah dan tidak berbelit-belit, malah dipersulit oleh aparat pajak dengan modus untuk mencari keuntungan.

Salah satu buktinya dimuat dalam kolom surat pembaca harian KOMPAS. Seseorang mengaku pernah dipersulit saat hendak membayar pajak. Petugas meminta berbagai macam surat yang dirasanya tidak relevan untuk urusan pajak tersebut. Ketika ia sedang bingung, ia dihampiri oleh petugas lainnya. Petugas tersebut menawarkan bantuan untuk mengurus pembayaran pajaknya tanpa perlu menyertakan surat-surat yang diminta. Syaratnya, tentu saja uang. Salahkah kalau kita curiga bahwa permintaan bermacam surat tersebut hanya akal-akalan untuk mendapatkan keuntungan?

Selain itu, menurut berita yang saya saksikan di media massa yang membahas tentang kecurangan dalam pelayanan pajak, ternyata banyak petugas yang berkomplot untuk melakukan kecurangan pelayanan demi mendapatkan keuntungan pribadi. Komplotan ini melibatkan banyak petugas di berbagai tingkat sehingga sudah menyerupai sindikat.

Biasanya yang sering berurusan dengan sindikat tersebut adalah perusahaan-perusahaan besar yang ingin lari dari tanggung jawab untuk membayarkan pajak yang besar. Penghasilan mereka yang mencapai trilyunan rupiah tentu juga membuat mereka harus membayar pajak dengan jumlah yang tidak sedikit. Untuk mempertahankan hartanya, mereka bekerjasama dengan petugas dengan menyuap menggunakan uang yang juga tak kalah besar, namun masih jauh dibanding pajak yang seharusnya mereka bayarkan.

Nampaknya, bukan hanya "masyarakat"-nya yang nakal, tetapi juga "petugas"-nya. Oleh karena itu jika pemerintah menginginkan kasus seperti ini tidak terulang lagi sepertinya harus bekerja ekstra keras untuk memberantas petugas yang nakal. Karena masyarakat bisa nakal, kalau petugasnya mengajak nakal.



2 komentar:

damar mengatakan...

susah juga ya kalo korupsi udah jadi budaya bangsa. nyerah dan pasrah ajalah kalo udah kejadian kayak begitu.

Nadia Azka mengatakan...

nggak bisa nyerah begitu aja. kalau bukan kita yg merubah, siapa lagi?