06 Juni 2011

Menjadi Sukses


Vanessa Mae - Contradanza

Tiap melihat maupun mendengar Vanessa Mae main musik, rasanya "merinding" saking kagumnya. Bagi anak-anak SMA 3, kalau masih ingat, video ini ditampilkan waktu kegiatan motivasi sebelum ujian nasional.

Dan beberapa hari yang lalu waktu aku datang ke IPB untuk menghadiri kegiatan Studium General, semacam acara penyambutan untuk mahasiswa baru dimana salah satu performance yang paling berkesan yaitu ketika beberapa almamater diundang untuk menceritakan bagaimana awal kesuksesan mereka dimulai dari kampus ini. Dan backsound acara ini adalah... contradanza.

Sehari sebelum ikut Studium General, aku dan mahasiswa baru lainnya diajak para senior keliling kampus. Kita diajak istirahat di masjid sebentar sambil disambut oleh salah satu unit kegiatan mahasiswa disana. Mereka menampilkan sebuah video dari mas Danang Ambar Prabowo, wakil IPB yang mendapat juara 1 mahasiswa berprestasi nasional.

Videonya sederhana, cuma cuplikan foto-foto yang diselingi kata-kata. Tapi video ini super inspiratif! Video ini menjelaskan bagaimana cerita jejak-jejak kesuksesan mas Danang. Dimulai ketika dia baru menjadi mahasiswa, dia menulis 100 impiannya diatas dua lembar kertas yang ia tempel di dinding kamarnya. Impiannya menyelam, impiannya melanjutkan sekolah di luar negeri, dan impian-impian lainnya. Semuanya terwujud. Dia samasekali bukan orang kaya, dia pernah menjadi tukang sapu. Dia samasekali bukan mahasiswa yang selalu dapat nilai bagus, IPK-nya pernah 2.7. Tapi dia hebat!!! Sampai akhir video, aku dan yang lain cuma bisa diam lihat layar... speechless.

Keesokan harinya ketika menghadiri Studium General, tamu yang paling berkesan adalah Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi (wakil menteri pertanian). Beliau bilang, puluhan tahun lalu beliau sama seperti kami, duduk di Graha Widya Wisuda menghadiri acara Studium General dan berpikir "Ngapain gue disini? Bener nggak ya kuliah disini?". Beliau bercerita tentang dirinya sebagai mahasiswa baru ketika sedang diwawancara oleh dosen mengapa ia mau masuk IPB.

Jawaban pertamanya adalah "Karena saya mengikuti ajaran agama saya". Dosen bingung, kalau si mahasiswa masuk IAIN mungkin itu jawaban yang cocok, tapi ini kan IPB. Beliau kembali melanjutkan, "Karena di agama saya, saya diajarkan untuk mensyukuri nikmat. Jutaan orang di Indonesia tidak berkesempatan untuk kuliah. Jadi ketika Tuhan memberikan saya kesempatan ini, saya harus bersyukur". Jawaban yang nggak disangka-sangka -__- Tapi jawaban ini jawaban yang keluar dari mulut orang hebat.

Jawaban kedua yang ia berikan adalah, "Karena saya pengen kaya. Siapa bisa mengalahkan Jepang dan Amerika dengan teknologinya? Teknologi selalu berubah sepanjang waktu. Kalau kita mau kaya, kita harus menggunakan bidang yang benar-benar kita ahlinya. Indonesia adalah pemasok 3 besar dunia dalam hal pertanian, siapa yang bisa mengalahkan kita di bidang ini?".

Jawaban ketiga, "Karena... IPB keren ajah. Lihat aja almamaternya,". Jawaban standar mahasiswa-mahasiswa lain. Ini membuktikan bahwa sebenarnya ia sama dengan mahasiswa lainnya, yang membedakan adalah keinginan kuatnya untuk menjadi orang sukses.

Beliau juga berpesan, "Eh jangan bilang-bilang rektor ya. Saran saya sih mendingan kalau jadi mahasiswa tuh nggak usah rajin-rajin amat deh! Sekali-kali bolos boleh dong. Kalian punya jatah bolos 20% dari jumlah pertemuan. Dimanfaatkan! Tapi kalai bolosnya cuma main dan tidur mah nggak ada gunanya. Ketika bolos, lakukan hal bermanfaat seperti kerja sambilan atau kalau ada seminar bagus ya bolos aja. Nambah duit, nambah temen, nambah pengetahuan,"

Pak Bayu ini bener-bener hebat. Pidatonya tidak terasa kaku, bener-bener serasa lagi ngobrol aja. Saking semangatnya, sampe diingetin MC kalau waktunya sudah habis, tapi beliau malah minta waktunya diperpanjang hahaha. Beliau ngasih nomor hp, alamat email, dan akun twitternya segala.

Selanjutnya ada dua orang almamater yang diundang juga. Mereka berdua seorang entrepreneur. Namanya Mas Gigin dan Mas Ance. Yang unik ini nih si Mas Gigin, waktu baru jadi mahasiswa, dia bikin Dream Map. Dia nulis di selembar kertas yang ditempelin macem-macem. Tahun sekian dia harus lulus cumlaude, tahun sekian punya rumah, tahun sekian punya mobil, tahun sekian punya istri hahaha. Dulu dia sering diketawain (kayak Mas Danang yang sebelumnya aku ceritain), tapi ajaibnya semua impian dia terwujud di tahun yang ia tentukan! Hebat!!!

Lalu... bagaimana dengan kita? Bagaimana cerita kesuksesan kita?

1 komentar:

Merliza mengatakan...

kitapun sebenarnya bisa seperti beliau itu bukan.. karena hidup itu memang benar2 merupakan sebuah pilihan :) kita yg punya kontrol tuk mengarahkannya pada sesuatu :)