25 Maret 2011

Thanks God It's Friday

Beberapa hari yang lalu aku dapet info dari twitter dan jarkom sms bahwa temen-temen angkatanku pas SMP mau ke Nasima buat silaturahmi menjelang ujian nasional. Kunjungannya hari Jum'at siang sebelum shalat Jum'at. Aku nggak bisa ikut karena sekolahku pulangnya jam 14.30. Sedih. Kapanlagi bisa rame-rame kumpul sama temen lama di sekolah lama.

Tuhan emang tau yang terbaik ternyata. Pagi ini ada pengumuman bahwa sekolah dibubarkan lebih cepat. Pulangnya jadi jam 11.3. Alhamdulillah! Berarti aku dan anak SMA 3 yang lain bisa ke Nasima siang ini. Oh iya makasih buat Putri yang mau pinjemin helm.

Tiba-tiba si bos Nonik sms buat kumpul di depan koperasi sepulang sekolah. Aduh feelingku tepat. Geng bitches mau makan-makan. FYI, dari Senin kemarin acara makan-makan kita tertunda. Sekarang mumpung pulang awal jadi makan-makan dadakan. Yaudah deh jadinya aku memutuskan buat tetep dateng ke Nasima, trus nyusul mereka makan-makan di Roemah Coklat.

Aku berangkat ke Nasima bareng Hanan. Sampe sana gerbang dikunci karena lagi shalat Jum'at. Aku dan beberapa anak lain nunggu di luar. Sementara tadi Siwi, Fara, Fia dan Ken ke KFC.

Pintu gerbang dibuka oleh satpam yang tak lain tak bukan adalah Pak Nug! Hihi Pak Nug masih inget aku untungnya! Aku salim. Pak Nug tanya gimana ujiannya, dan, "Eh Az, kamu masih suka baca komik Doraemon nggak?". Wahaha masih dong, Pak! Dulu Pak Nug ini sering aku pinjemin komik lho hahaha.

Oh iya aku dan temen-temen nunggu di lapangan depan sambil cerita-cerita. Makin lama makin banyak yang dateng. Asyik. Kita masuk ke dalem dan salim sama guru-guru. Eh aneh deh banyak guru yang salah nebak nama. Misalnya si Menur dikira Bu Dwi adalah si Melati. Padahal Melati kan kakaknya Menur. Bu Ida ngira Fara itu Athina. Padahal itu kakaknya. Bu Isni malah bilang ke Kiki, "Eh namamu siapa ya aku lupa. Adeknya Angga kan?". Hyahaha malah yang diinget kakaknya Kiki.

Banyak temen-temen yg dateng. Yg cewek ada Menur, Hani, Hanan, Siwi, Fara, Fia, Ken, Imas, Kiki, Dhea, Isni, Lia, Rina, Tyas. Yg cowok ada Amos, Zahid, Puput, Jedi, Aa, Andika, Alif, Kamal, Faris, Pradip, Satrio, Erwin, Arif. Satrio ngajak main uno wah iya ya udah lama nggak main uno. Aku nggak bawa karena ini dadakan datengnya. Oiya tadi ada orang yang bikin aku shock. Wkwk tadi aku disadarkan Menur. Entah antara pengen ketawa, bersalah, atau takut. Intinya sembunyi lah pokoknya.

Tadi karena aku lama di Nasima, jadinya aku batal nyusul Nonik dkk di Roemah Coklat. Tapi tadi pas aku nemenin Siwi nunggu dijemput emaknya (sekarang rumahnya deket lho), ada Nia dan Rieza lewat naik motor dan manggil aku. Hehe cukup terhiburlah liat mereka. Nonik malah nawarin mau nraktir aku sendiri wkwk gila. Gakpapalah nik santai. Eh kabar baiknya lagi, besok libur karena nggak ada pelajaran tambahan. Oiya makasih buat Menur yang udah nganter pulang!

Thanks God It's Friday!

22 Maret 2011

Karaoke Dadakan

Berhubung lagi murah karena Inul Vizta diskon 50% kalau hari Senin dan kebetulan hari ini pulang lebih awal (hari terakhir ujian sekolah), aku dan temen-temen iseng karaoke. Kita pilih ruangan yang medium. Nyanyi aneka macam. Mulai dari rap, pop, dangdut, acoustic, ah buanyak tapi hasilnya satu: fals. Nggak papa yang penting hepi. Selesai itu, mas-mas petugas dari Inul Vizta masuk ke ruangan kita buat minta bayaran. Dia bilang totalnya 40.500.

Kita kumpulin duit sampe 40.000. Kita bingung 500-nya gimana. Nggak ada yang bawa receh. Dengan santainya, si mas-mas bilang, "Yaa lebih baik duitnya kelebihan daripada kurang,". Dooo maunya!!! Kebetulan di tas Riang ada 400 perak. Kurang 100 nih nanggung amat. Aku liat lagi struk/ nota-nya. Tertulis 40.365. Berarti boleh dong kalo bayar 40.400?!

kita: ini mas 40.400!
mas-mas: kok bisa? *muka cengo, shock dan bingung
aku: nih ya mas. saya bacakan. disini tertulis 40.365. ini uang yang kita bayar 40.400. berarti pas kan?
mas-mas: gitu ya? *muka nggak percaya dan masih cengo
kita: iya dong mas. kan tadi kata mas-nya lebih baik kelebihan daripada kekurangan. tuh lebih 35 rupiah. oke mas?
mas-mas: ngg... iya.

Mas-masnya ngeloyor pergi dan kita langsung ngakak. Maklum deh mas hemat gituloh anak SMA. Kita baik lho mas. Padahal kan ada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyebutkan bahwa konsumen berhak mendapatkan uang kembalian yang sesuai. Tapi kita nggak minta 35 rupiah kan. Baik kan kita! Wkwkwk :D :D :D

ayo baca versi Ayu, Riang dan Rieza!

21 Maret 2011

Ujian Sekolah

Rasanya baru kemaren jadi anak kelas tiga SMA. Tau-tau sekarang udah hampir selesai ujian sekolah. Bahkan ujian nasional bakal diadakan kurang dari sebulan lagi.

JARKOM BOCORAN SOAL ESSAY
Entah darimana sumber penyebaran jarkom ini. Tapi sebagian besar bocoran soal uraian ini keluar. Jarkom aku dapet kadang dari temen di kelas lain, terus aku sebar ke temen sekelasku. Tapi kadang kalau aku yang dapet jarkom duluan, aku sebarin ke kelas lain. Pokoknya saling membantu deh.

Jarkom biasanya bakal menyebar sekitar jam setengah tujuh malam. Tapi ajaibnya, jarkom uraian bahasa jawa keluar jam duabelas siang! Tepat setelah aku sampe rumah pulang dari ujian sekolah. Yang paling nggak jelas tuh jarkom uraian biologi. Masa ada dua jarkom yang isinya berbeda -_- Soal yang keluar malah perpaduan antara dua jarkom itu.

DIKASIH BOLPEN
Tiba-tiba bolpenku ilang pas mau ngerjain soal uraian. Terus aku bingung. Pengawas kasian sama aku trus aku dipinjemin bolpen merek "standard". Aku pake tuh. Terus pas udah selesai, aku samperin beliau.

aku: bu, ini terimakasih bolpoinnya
beliau: oh itu buat kamu aja
aku: lho nggak usah bu. bolpoin saya mungkin di tas.
beliau: udah buat kamu aja. saya nggak biasa pake bolpoin itu. saya biasa pakai "hi-tech"
aku: oh gitu ya bu. terimakasih kalau begitu.

Hihi padahal aku pengen bilang, "Oh saya juga nggak biasa pake ini bu. Biasanya saya pake "faster" kok". Tapi bagaimanapun terimakasih ya bu.

Oh iya ada hal yang lebih seru dan menegangkan selama ujian sekolah ini tapi aku posting setelah lulus aja deh. Dadah.

12 Maret 2011

Playstation Juga Bisa Lelah

Playstation itu lelah. Sangat lelah. Hampir setiap hari ia bekerja. Pemiliknya, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun bernama Fathan selalu memainkannya setiap hari. Setiap pulang sekolah, sebelum tidur, bahkan Fathan sudah mulai melupakan tugasnya untuk belajar. Ia berbohong pada Ibunya. Ia mengaku sedang belajar di kamar, padahal ia sedang bermain playstation.
Fathaaan, makan malam sudah siap! Ayo keluar!” teriak Ibu dari dapur.
Iya buuu,” balas Fathan.
Ia bergegas keluar kamar untuk makan. Perutnya memang sudah lapar karena seharian ini ia belum makan. Ia terlalu sibuk bermain dengan Playstation.
Sementara itu di dalam kamar Fathan, sang Playstation mengeluh, “Aku lelah. Apakah Fathan tidak bisa untuk membiarkan aku istirahat untuk sehari saja?”
Betul. Fathan terlalu sering memainkanmu. Ia bahkan tidak pernah menyentuh apapun lagi di kamar ini selain kamu. Termasuk aku, buku-buku pelajarannya. Ia tidak pernah menyentuhku sejak kamu ada disini,” kata buku-buku pelajaran Fathan.
Bukan hanya kamu yang tidak pernah disentuh lagi. Aku juga! Fathan selalu lupa mengerjakan aku,” ujar buku PR Fathan dengan sedih.
Playstation memandang sedih kearah buku pelajaran dan buku PR Fathan. Ia hanya bisa bekata, “Aku tahu. Aku juga tidak ingin jika Fathan terus-terusan memainkanku. Tapi entah kapan ia akan bosan dan berhenti memainkanku setiap hari seperti ini,”.
---
Pagi itu di sekolah Fathan sedang bingung. Bu guru memintanya mengumpulkan PR yang diberikan minggu lalu sementara Fathan belum mengerjakannya. Ia lupa. Ia terlalu sibuk bermain dengan playstationnya. Buku-buku PR jadi terlupakan karena tidak pernah dikerjakan.
Bu guru menghampiri Fathan, “Keluarkan PR-mu, Fathan. Kamu sudah mengerjakannya, kan?”.
Fathan takut dan menjawab Bu guru dengan terbata-bata, “Maaf bu, saya belum mengerjakan PR. Saya lupa,”
Bagaimana bisa belum kamu kerjakan?! Ibu memberimu tugas ini minggu lalu! Sekarang kamu berdiri di depan kelas!”
Fathan tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti perintah Bu Guru. Beliau pantas marah dan menghukumnya karena Fathan lupa mengerjakan tugas rumahnya.
Buku-buku PR Fathan bergumam melihat Fathan dihukum di depan kelas, “Jelas saja Fathan lupa mengerjakan aku. Ia terlalu sering bermain dengan si playstation,”
---
Playstation selalu senang ketika Fathan tidak ada di rumah. Itu berarti ia bisa beristirahat. Fathan sangat sering memainkannya setiap ada di rumah. Oleh sebab itu playstation tidak bisa bersantai.
Brak! Pintu kamar terbuka. Rupanya Fathan sudah pulang sekolah. Kali ini ia datang bersama temannya, Kiki. Mereka hendak mengerjakan tugas kelompok di kamar Fathan. Seperti biasa, Fathan langsung memainkan playstation setiap pulang sekolah.
Hei, kita harus mengerjakan tugas kelompok ini dulu sebelum kamu bermain playstation,” kata Kiki mengingatkan.
Fathan hanya diam. Pandangan dan pikirannya fokus kepada game yang dimainkannya. Ia samasekali tidak mendengarkan Kiki. Kiki kesal. Ia merebut playstation yang dipegang Fathan. Fathan kaget dan marah.
Apa yang kamu lakukan?! Aku sedang bermain playstation! Jangan ganggu aku!”
Kita harus mengerjakan tugas kelompok! Kamu sudah terlalu sibuk bermain sampai-sampai kamu melupakan tugas kita,” tukas Kiki kesal sambil meninggalkan Fathan.
---
Malamnya, Fathan kembali bermain playstation. Ia tidak belajar. Buku-buku pelajaran memandang sedih ketika Fathan bermain. Mereka merasa dilupakan sejak ada kehadiran playstation di kamar Fathan.
Fathan sudah melupakan kita,” kata buku matematika.
Padahal dulu ia suka mencoretku dengan krayon. Tapi sekarang ia lebih suka memainkan playstation,” buku gambar ikut sedih.
Keesokan harinya, Fathan benar-benar menyesal. Ia mendapatkan nilai jelek pada ulangan matematika. Ia menyesal karena selama ini ia malas belajar dan terlalu sering bermain playstation. Ketika ia hendak membereskan playstationnya, ia sadar bahwa playstationnya rusak. Mungkin karena terlalu sering ia mainkan.
Dalam mimpinya, Fathan melihat sebuah playstation menghampirinya sambil berkata, “Kau boleh memainkanku. Tapi jangan setiap hari. Kau harus ingat tugas utamamu, yaitu belajar. Kau boleh memainkanku kalau kau sedang libur. Jangan terlalu sering karena aku sangat lelah jika kamu terus-terusan memainkanku. Inilah akibatnya, kau dihukum Bu Guru, dijauhi oleh Kiki, dan nilai ulanganmu buruk karena kau sudah melupakan buku-buku pelajaran!”
Fathan tersentak dan bangun. Ia berjanji mulai saat itu ia akan mengurangi bermain playstation dan kembali belajar setiap malam. Ia tidak mau lagi dihukum karena lupa mengerjakan PR, ia tidak mau lagi dibenci Kiki, dan ia tidak mau lagi mendapatkan nilai jelek saat ulangan.
Ayah sudah membetulkan playstation milik Fathan sehingga bisa dipakai lagi. Namun sekarang Fathan sudah kembali menjadi anak yang rajin dan mengerti kapan ia harus belajar atau bermain.
Playstation di kamar Fathan tersenyum senang. Ia bahagia karena sekarang Fathan sudah mengerti apa yang seharusnya ia lakukan. Buku-buku pelajaran juga ikut bahagia karena sekarang Fathan rajin mempelajari mereka. Barang-barang yang ada di kamar Fathan berkata sambil tersenyum senang, “Kamu boleh bermain, tapi jangan lupa belajar!”.

Karya Asli Nadia Azka

10 Maret 2011

Sop Jagung


Aku selalu lapor Ibu kalo lagi ada apa-apa di sekolah. Curhat gitu ceritanya.

aku: ternyata tadi nutup tupperwarenya blm rapet, sop jagungnya tumpah di tasku
ibu: nasib

-_- 1 jam kemudian

ibu: trus nasibmu gimana dong, teh?

09 Maret 2011

Cabut

Rabu siang, jam duabelas, istirahat kedua...

Aku bingung. Habis ini pelajaran seni. Entah jatahnya seni tari atau rupa. Ujian praktek seni tari udah kelar. Aku udah nari, udah ngumpulin rekaman, dan menjabarkan gerakan tari 3 minggu yang lalu. Ujian praktek seni rupa juga udah kelar jauh-jauh hari sebelumnya. Aku udah numpuk tugas gambar proyeksi dan tugas gambar terapan. Intinya aku nggak punya utang tugas. Semuanya udah kelar dari jaman dulu.

Jadi pelajaran seninya ngapain dong? Masa iya cuma duduk-duduk atau tidur-tiduran di ruang seni? 

Akhirnya aku dan 5 orang teman lainnya memutuskan buat cabut. Bukan cabut pelajaran, tapi cabut sekolah. Ini cabutku untuk pertama kali selama SMA hahaha.  Tapi sayangnya beberapa adik kelas yang mau keluar juga ditahan oleh satpam. Trus ketemu Dyki & Pujo yang mau cabut juga. Kata Dyki mendingan minta surat izin dari wakasek dengan alasan mau bayar snmptn undangan.

Oke. Akhirnya 3 orang kesana dan berhasil minta ijin. Yey!!!

Kita langsung ke gerbang dan nunjukkin tuh surat ke satpam. Satpamnya oke-oke aja. Terus Dyki nyeletuk, "Itu sekelas semua tuh lho!" *nunjuk kita berenam. Halah padahal mereka juga sekelas sama kita. Berarti ada 8 anak yang cabut. Dyki & Pujo bisa langsung keluar tanpa surat izin. Mereka udah akrab sama satpamny. Dasar enak amat.

Kita nggak pulang. Malah ke tempat kosnya Putri dan ngomongin cerita horror. Padahal tadi di sekolah udah ngomongin hal horror juga. 

Pas di rumah, aku nonton acara Hitam Putih yang nampilin artis film horror dan liat cuplikan filmnya. Efeknya, malamnya aku mimpi petualangan horor bareng dispenser -_-

06 Maret 2011

Buku Baru Beli

Excuse-moi - Margareta Astaman
Penerbit: Kompas. Harga: 35.000
Januari 2011

Merah Putih di Benua Biru - Erditya Arfah
Penerbit: Bukune. Harga: 42.000
Desember 2010

Aku mau review buku ini secepatnya kalau memungkinkan. Tapi berhubung Margareta Astaman udah pernah aku review buku After Orchard-nya, jadi aku mau review bukunya Erditya Arfah. Bagus banget!!! Semoga suatu saat, aku bisa seberuntung mereka.

05 Maret 2011

Tidak Direstui Main

Hari ini rencananya kita mau karaokean bareng. Jam sebelas di sekolah udah ada Sara, Vari, & Hilmi. Lagi ada Festival Bodjong (yg numpang tempat) di sekolah. Banyak stand makanan, pakaian, asesori, dll. Ada lomba melukis buat bocil juga.

Hilmi beli Bee's. Sara beli tahu criz crez. Vari beli es duren. Aku bingung mau beli apa karena nggak terlalu laper. Akhirnya beli ice cone aja. Terus Onne, Deppi & Satria dateng. Deppi pesen bakso. Onne & Sara tergoda. Mereka juga pesen. Terus Lulu, Nunggil & Awul dateng juga. Aku akhirnya tergoda buat pesen kebab. Kita makan sambil dengerin band yang tampil. Itu bandnya Fari. Eksis ya dari SMP ampe sekarang. Hilmi naksir vokalisnya.

kita: yang mana sih yang diincer hilmi?
deppi: itu lho yang pake slayer.

Anak-anak band itu jalan ngelewatin meja kita. Baru satu meter mereka lewat, Deppi malah ngomong keras sambil nunjuk-nunjuk, "Ini lho yang paling kanan!". Wakaka. Setelah Abu dateng dan makananku abis, kita berniat berangkat. Tapi Hilmi ngilang entah kemana. Dia mau nyamperin anak band itu yang lagi duduk di depan UKS. Tapi nggak jadi karena nggak berani hahaha.

Kita berencana karaoke di Family Fun Pandanaran. Tapi Sara denger kemarin anak IPA 2 kesana dan katanya lagi rusak. Kata Abu malah Family Fun Pandanaran udak ditutup. Yaah. Akhirnya kita menuju Family Fun yang deket arah stasiun (gatau nama jalannya). Aku, Vari & Sara nggak pake helm! Untung nggak ada polisi.

Sialnya, Family Fun yang disitu lagi tutup! Bukanya ntar jam 5 sore. Kita kecewa dan bingung. Ada tempat karaoke lagi di sebelahnya dan juga tutup. Kayaknya itu bukan karaoke keluarga, tapi karaoke hiburan malam.

hilmi: di kelud ada tempat karaoke lho.
aku: iya namanya X Karaoke. tapi itu tempatnya kayak hiburan malam.
sara: apa kita ke apple karaoke?
onne: dimana tuh?
aku: di CL. tapi kayaknya nggak meyakinkan tempatnya.

Akhirnya kita memutuskan untuk ke Inul Vizta di Thamrin Square. Dengan pedenya kita malah lewat bunderan Paragon yang jelas-jelas ada polisinya dan udah ngeliatin kita. Aku ngumpetin kepalaku dibalik helm Awul. Gilaaa. Kita semua berhenti di depan Indomaret. Takut kalo polisinya ngejar. Jadi kita turun dulu. Sara beli air di Indomaret, sementara Abu malah beli es krim conello! Sempet ya. Setelah situasi aman, kita lanjut menuju Thamrin Square. Baru mau masuk parkirannya, satpamnya tanya.

satpam: mau makan apa mau inul?
awul: emang kenapa pak?
satpam: inulnya tutup. kalau mau makan bisa.

Ya ampun. Inul Vizta juga tutup. Kita diskusi dan akhirnya menuju Citraland buat ke Apple Karaoke. Was-was kesananya karena aku, Vari & Sara nggak pake helm. Disebuah perempatan yang lagi lampu merah, Deppi & Onne malah berhenti. Padahal kan harusnya kita belok kiri dan jalan terus. Aku & Awul bingung. Tiba-tiba Deppi nyusul dan bilang, "Lho kok lewat sini? Ntar kalo ada polisi, aku nggak tanggung jawab lho!".

Oooh jadi Deppi tadi berhenti karena mau lewat jalan yang nggak ada polisinya. Ah udah terlanjur ini, sekalian aja. Di perempatan, kita harusnya jalan terus. Tapi ternyata ada polisi! Aku, Vari & Sara turun buat nyebrang. Cari aman ajalah daripada ditilang. Akhirnya kita berhasil sampe CL dengan selamat.

Kita langsung ke Apple Karaoke. Untung buka! Yiha kita seneng. Tapi lagi-lagi kita sial. Ruangannya penuh! Kalau mau sih bisa booking dan nunggu satu jam. Tapi kita ogah. Ya Tuhan, mungkin emang bukan takdir kita buat seneng-seneng. Kita harusnya sadar sebagai anak kelas tiga SMA, harusnya belajar di rumah kali ya???

Kita berniat nonton di 21. Tapi lagi-lagi tidak diijinkan Tuhan. Filmnya nggak mutu semua! Cuma ada "Arwah Goyang (Karawang)", "Pocong Ngesot", dan "Cewek Saweran". Rela amat buang 20.000 cuma buat nonton beginian. Akhirnya kita memutuskan buat main ke Game Fantasia.

Awul & Nunggil malah jalan-jalan muter-muter. Sara, Vari & Onne nyusul mereka setelah main game pukul drum. Aku & Lulu cuma ngeliatin bapak-anak yang lagi main game mendapatkan koin.

aku: lu, berani nggak minta koin sama anak itu?
lulu: nggak berani. kamu gih.
aku: takut ah.
lulu: gimana kalo kita beli 15.000?
aku: yaudah yuk.
lulu: oke. eh tapi...
aku: tapi kok eman-eman ya?
lulu: iya nih. gausah aja yuk.

Untung kita dikasih koin sama Satria gyahahah. Aku dapet satu koin, Lulu dapet satu juga. Kita bingung mau ngapain pake satu koin. Akhirnya kita beli 10 koin patungan. Yes, akhirnya kita main juga! Aku main game ambil es krim magnum dan boneka. Gagal semua. Akhirnya main game pukul tikus. Cuma dapet 2 tiket! Deppi main cuma dapet 3 tiket! Lulu malah main bingo dan langsung dapet 50 tiket!!! Hilmi beli koin lagi dan kita berlima main bingo terus tapi selalu gagal dapet 50 tiket.

Kita kumpulin tiket yang kita dapet. Ada 110 ternyata. Ditukerin sama makanan. Terus kita nyusul yang lain di depan Dunkin Donuts. Nunggil, Sara, Vari pulang. Kita balik ke Apple Karaoke. Dan ternyata masih penuh aja. Kita mau makan di Bang Jek, tapi nggak jadi karena tiba-tiba Nunggil minta dianterin Hilmi karena nunggu bus kelamaan. Aku pulang kirain nggak jadi makan.

Taunya malah Onne, Vari, Satria, Deppi, Awul & Lulu jadi makan. Hilmi & Nunggil balik. Sara juga udah duluan. Huaah capeknyoo. Emang bukan takdir kita untuk hepi-hepi.

03 Maret 2011

Buat Pengawas Ujian


"dear pengawas,
tolong jangan cerewet dan berisik"


Pada TO UN pertama, pagi itu hujan deras. Seorang pengawas marah-marah karena kami masih mengobrol ketika masuk ruang ujian. Beliau membentak dan memperingatkan kami untuk tidak berisik selama ujian berlangsung. Tapi... selama ujian berlangsung beliau malah "mengobrol" dengan pengawas yang satunya. Dih, tadi bentak nyuruh kami diam, tapi ujung-ujungnya malah beliau yang berisik. Langsung aku, "SSST!!!". Beliau melihat ke arahku. So what? Aku berhasil. Beliau langsung diam.

Sekarang pada TO keempat, aku duduk tepat di depan dua orang pengawas pada try out matematika. Sebelumnya mereka meminta jaket dan handphone dimasukkan ke dalam tas. Setelah itu ujian dimulai. Mereka berisik (bagiku). Mereka memang mengobrol bisik-bisik. Tapi tepat di depanku! Handphone salah satu pengawas dua kali berbunyi. Aku sabar. Tapi pada detik-detik terakhir, handphonenya bunyi lagi! Aku tutup mukaku pakai soal dan, "SSST!!!". Beliau mengangkat handphonenya dan berkata, "Ya ini handphone saya". Saya udah tau kaleee.

Buat kalian yang merasa terganggu dengan keberisikan pengawas saat ujian berlangsung, nggak ada salahnya menegur. Atau kalau malas buang waktu, ya "nyindir" aja. Bilang, "SSST!!!". Hehehe.


02 Maret 2011

UND** vs UG*

Dua hari yang lalu, waktu aku lagi jajan di koperasi sekolah, ada dua orang teman seangkatan. Sebut saja A dan B. Entah apa yang sebelumnya mereka bicarakan, aku cuma dengar bagian akhir (bukan bermaksud nguping lho. cuma nggak sengaja terdengar karena suaranya cukup keras). Begini rinciannya.

A: Ntar kamu aku doain masuk UND** deh!
B: Hah?! Ya ampun. Nauzubillah amit-amit. Jangan gitu dong.
A: Yaudah. UG* deh UG*.
B: Amin! Amin! Hehe.

Aku kaget. Apa yang salah dengan UND**? PTN yang cukup bagus kok. Masuk 10 besar se-Indonesia. Berdasarkan data yang aku lihat di Ruang BK, mayoritas alumnus sekolahku melanjutkan ke UND**. Mungkin karena lokasinya sama-sama di Semarang kali ya. Mayoritas yang kedua barudeh UG* dan IT*.

Menurutku, kalau kita nggak mau masuk suatu universitas tertentu, ya nggak usah gitu-gitu amat kan. Ntar kalau kemakan omongan sendiri gimana? Malu dong jilat ludah sendiri. No offense ya :P