07 Maret 2012

Penyihir dan Hantu Cilik

Banyak buku yang aku beli dan selalu pengen nulis sinopsisnya di blog tapi nggak pernah sempet. Padahal semua isinya menarik dan akan bermanfaat kalau di-share. Diantaranya Merah Putih di Benua Biru, Nenek Hebat dari Saga, 99 Cahaya di Langit Eropa, dan yang terbaru yaitu Indonesia Mengajar. Silahkan cari reviewnya di google ya.

Nah sekarang aku mau cerita soal dua novel favorit waktu kecil, yaitu Hantu Cilik dan Penyihir Cilik karya Otfried PreuBler. Kedua novel ini terjemahan dari Jerman dan usianya cukup tua. Penyihir Cilik (Die Kleine Hexe) terbit tahun 1957, sementara Hantu Cilik (Das Kleine Gespenst) terbit tahun 1966. Kedua novel ini baru diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 1985.

Kalau nggak salah, sepertinya Hantu Cilik ini novel pertamaku. Aku beli di Gramedia Pandanaran Semarang beberapa hari sebelum liburan kenaikan kelas tiga SD. Novel ini aku bawa ke Jakarta dan tertinggal di rumah Nenek sebelum aku sempat baca. Beberapa bulan kemudian, aku membeli Penyihir Cilik di tempat yang sama dan menamatkannya di Semarang. Karena ceritanya bagus, aku jadi yakin bahwa Hantu Cilik juga bagus. Jadi ketika aku liburan ke rumah Nenek lagi, aku langsung cari novel itu.

Penyihir Cilik
Penyihir Cilik (umurnya baru 127 1/2 tahun) yang tertangkap saat menyelinap ke pesta penyihir dewasa. Ia dihukum dan baru diperbolehkan mengikuti pesta tahun depan jika selama setahun itu ia menjadi penyihir yang baik. Maka selama setahun ia menghapal seluruh mantra sihir, berlatih, dan berbuat baik kepada setiap manusia. Namun pada akhirnya, Dewan Penyihir marah besar karena Penyihir Cilik bukanlah penyihir yang baik. Penyihir yang baik adalah penyihir yang selalu mengganggu manusia, bukan malah berbuat baik kepada manusia. Hahaha kasian banget ya si Penyihir Cilik.

cover 'Penyihir Cilik'

Penyihir Cilik dan burung gagaknya, Abraksas


Hantu Cilik
Alkisah ada seorang (atau sebuah) hantu yang tinggal di gedung tua. Ia terbangun setiap denting jam berbunyi pukul duabelas malam. Hantu Cilik selalu penasaran bagaimana suasana kota ketika siang hari. Suatu hari, ia berhasil bangun pada pukul duabelas siang. Namun ia malah membuat keadaan kota menjadi kacau. Ia kebingungan karena sejak saat itu ia tidak bisa bangun pada tengah malam lagi. Pada akhirnya berkat bantuan beberapa anak, Hantu Cilik bisa kembali menjalani hidup seperti biasa, yaitu tidur di siang hari dan terbangun pukul duabelas malam.

cover 'Hantu Cilik'

Dua novel ini bisa membawa kita seakan masuk ke dunia si tokoh. Ikut merasakan tinggal di sebuah rumah kecil di tengah hutan seperti Penyihir Cilik, dan ikut kebingungan di tengah kota siang hari seperti Hantu Cilik. Dan yang paling penting, buku ini nggak sehoror judulnya!

11 komentar:

Filia mengatakan...

Saya juga begitu, selalu pengen posting sinopsis buku yg udah dibaca ke blog, tapi agak males. Tertarik dengan Indonesia Mengajar, sayang ga direview di sini ^^

Nadia Azka mengatakan...

Hehehe nanti kapan2 aku review deh kak. Belum sempet soalnya :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

aku pernah punya loh dek itu 'hantu cilik' ;)

Nadia Azka mengatakan...

baca lagi bikin nostalgia

bestimitationofmyself mengatakan...

Aku juga dulu suka sekali buku ini. Izin link image nya ya :) terima kasih

Nadia Azka mengatakan...

silakaaan :)

Deasy mengatakan...

Aku juga dulu pernah punya buku ini, tapi hilang. Kira2 ada yg jual lagi gak ya, yg bekas pun tak apa hihi

Nadia Azka mengatakan...

Mbak tinggal dimana? Kalau di Jakarta, banyak yg jual buku-buku lawasnya Otrfied Preussler di lantai dasar Blok M Square.

Deasy mengatakan...

Waaahh boleh-boleeehh, makasih info nya yaaa

Eni Lestari mengatakan...

wah ini buku fav saya :D

Risca Erviana mengatakan...

Bagus banget ni cerita penyihir cilik. Sayang aq cari bukunya udah gak ada. Mungkin udah diloak.. hiks..