05 Mei 2012

Adik-adik Sanggar Juara


Sejak Maret lalu, aku jadi anggota Sanggar Juara, komunitas mengajar anak-anak yang berbasis lingkungan dan socialpreneurship. Targetnya adalah anak-anak kurang mampu di lingkar kampus IPB melalui jalur pendidikan.

Aku penasaran sama Desa Pabuaran yang baru-baru ini dibicarakan. Dua minggu yang lalu, Sanggar Juara melakukan peresmian pembukaan perpustakaan disana. Sayangnya aku nggak bisa ikut karena ada seminar dan outbound wajib dari departemen manajemen.

Semua orang cerita betapa antusiasnya adik-adik disana. Pembukaan perpustakaan baru dimulai pukul 9, sementara adik-adik udah nunggu disana sejak pukul 7! Wah... Apalagi temen-temen yang turun lapang minggu lalu cerita kalau angkot yang mereka sewa mogok, mana jalanannya jelek. Tuh kan, bikin makin penasaran.

Tapi lagi-lagi kelompokku belum dapet jatah turun lapang minggu ini. Saking penasarannya, aku ikut turun lapang sebagai relawan hehehe.

Sabtu siang ini kita kumpul di BNI dan cari angkot. Ketemulah sebuah angkot dan supirnya yang bersedia disewa.

pak supir: ini mau ke pabuaran ya?
kak fifa
: iya pak. bapak tau tempatnya?
pak supir: tau. saya pernah nganter anak-anak TK kesana.
kak ganies
: oh, kalau gitu kita langganan bapak aja setiap sabtu jam 11. boleh minta nomor hp pak?
pak supir: boleh. saya yusuf. 08XXX

setelah pak yusuf pergi...

kak ganies: lho kok di hp gue udah ada nomor hp pak ucup ternyata

Hahaha kok bisa sih. Setelah ditanya ke yang bersangkutan, ternyata Pak Yusuf ini supir angkot langganan Uni Konservasi Fauna (UKF) dan Kak Ganies juga anggota UKF. Pantesan... Dulu pernah kontakan rupanya.

Perjalanan dari kampus menuju lokasi memakan waktu satu jam. Rute yang dilewati jalanannya sempit dan batu semua. Tergoyang-goyang-lah di angkot. Untung nggak mabok. Ini sih jalanannya lebih parah dari jalanan ke kampung Ayah di Menes, Pandeglang. Setelah turun dari angkot, kita jalan kaki sebentar masuk gang, menuruni tangga, dan sampailah di lokasi...
sepetak ruangan perpustakaan juara sekaligus lokasi ngajar

pemandangan depan perpustakaan juara

Awalnya, ada sesi perkenalan kakak-kakak asuh satu per satu. Karena baru pertama kali kesana, rasanya lucu juga waktu anak-anak kelas satu sampai tiga ini ngasih salam rame-rame, "Halo Kak Azka!". Aduh, nggak bisa berhenti nyengir liat mereka semua :D

Mereka punya aneka macam tepuk-tepukan. LOL. Jadi inget waktu "Live In" di Desa Plososari, Kendal, aku diajak Bapak Asuh ngajar ngaji anak-anak di TPA dan mereka juga punya aneka macam tepuk. Adik-adik di Pabuaran ini punya tepuk semangat, tepuk anak shaleh, sampe tepuk setan huahaha!

Tema bulan ini adalah "kebudayaan". Kelas dibuka dengan pertunjukkan wayang golek antara Rama dan Shinta yang lagi ngomongin lagu Rasa Sayang-sayange. Setelah itu kita nyanyi beberapa lagu daerah bareng-bareng.

Ternyata referensi lagu nusantara mereka masih sedikit. Bahkan lagu manuk dadali mereka nggak hafal. Jadi bingung mau ajak nyanyi lagu apa. Tiba-tiba aku inget lagu yang Ayah nyanyiin waktu aku kecil. "Tokecang," teriak aku. Akhirnya ada dua orang anak perempuan yang maju ke depan untuk nyanyi hihihi.
sanusi dan temannya serius belajar

kakak-kakak asuh

Usai berkutat dengan lagu daerah, kita belajar sejarah tentang pahlawan nasional. Antusias mereka cukup tinggi. Mereka rebutan liat gambar sang pahlawan dan nyatet nama-nama pahlawan di buku tulis. Biar mereka makin hapal, kita adakan games berupa kuis. Kelas dibagi enam kelompok bareng kakak-kakak asuh. Aku kebagian ngurus kelompok empat (cewek).
kelompok empat paling oke

Selama games, suasana nggak henti-hentinya memaksa aku untuk ketawa.  Adik-adik ini bener-bener lucu dan penuh semangat. Mulai dari kompetisi yel-yel sampai rebutan angkat tangan duluan untuk jawab pertanyaan.
kegiatan kami

Selanjutnya, kita belajar Bahasa Inggris. Materi kali ini tentang MY FACE, yaitu pengenalan bahasa inggris dari rambut, mata, mulut, dll. Aku duduk di belakang ngajarin beberapa anak menggambar wajah dan memberi keterangan bahasa inggrisnya.

aku: alis itu eyebrow
doni: apa kak?
aku: aibrou
doni: apa? hai bro?

Gyahaha malah jadi "hai bro". Doni ini hiperaktif, tapi tetep mau belajar. Ada juga adik berbaju oren (lupa namanya) yang nyamperin aku sambil bawa kamus bahasa inggris bergambar dan minta diajarin. Aiiih dia pinter banget lho.

Saking serunya kelas, ada anak yang mengintip dari jendela dan pintu belakang. Mereka kelas 4-5 yang lagi latihan tari saman buat tampil di hari kelulusan kelas 6 bareng Kak Syifa di teras.
intip-intip

Hari itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rofi. Barisan yang paling rapi boleh pulang duluan. Aaah lucu banget ngelihat tingkah mereka.
salim dulu sama kakak-kakak asuh

Bener-bener pengalaman unik dan nggak terlupakan. Sampai jumpa lagi adik-adik :)

P.S: Bagi yang berminat jadi relawan maupun donatur untuk Sanggar Juara bisa menghubungi lewat twitter @SanggarJuara. Selain itu, kami juga menerima bantuan berupa buku-buku untuk anak, alat tulis, dll.

1 komentar:

Ayu Paramudita mengatakan...

aiiiih seru banget azkaaaa. aku juga pengen jadi relawan kayak gini biarpun ga begitu suka anak kecil. hehehe