06 Juli 2012

Kamar 361

Dari lobi asrama putri A3, naik tangga sebelah kanan, belok kiri, lurus sampai ada belokan ke kanan, nah kamarku ada tepat di depan belokan tersebut. 361. Pertama kali liat kamar ini... ih sempit begini dihuni empat orang, gimana bisa?

Semua bisa terjadi, semua bisa terangkai menjadi cerita yang unik dan lucu ketika aku harus sekamar dengan Cuneng (Subang), Kenin (Bogor), dan Tika (Tuban).


aku, Cuneng, Tika, Kenin

Cuneng adalah si polos yang hobi tidur. Dia nggak suka cumi dan seledri. Aku paling suka kalau Cuneng habis pulang dari Subang karena dia pasti bawa nasi, ikan, plus sambel buatan tetehnya yang lezat. Berlatar belakang anak nelayan, Cuneng-pun memilih jurusan Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap. Cita-citanya mengekspor hasil olahan produk laut Indonesia dan punya kapal yang canggih.

Mantan pacarnya bernama Mas Eko (bener-bener ada kata 'mas'-nya) pernah sms gini...

"Minta no hp Ibu kamu dong"
"Buat apa? Kita kan udah putus"
"Soalnya mas masih sayang sama kamu. Mas nggak mau kehilangan kamu. Mas kan lelaki sejati. Jadi mas mau ngomong langsung sama Ibu kamu"

Asli, pada saat kejadian ini berlangsung aku, Tika, dan Kenin nggak berhenti ngakak antara romantis dan gila. Seminggu kemudian Cuneng pulang dan dia mendapati Mas Eko jalan sama cewek lain di malam minggu wkwk.

Kenin anggota BEM KM yang super sibuk. Disaat yang lain lebih suka masak mie instan dikala laper tapi malas keluar, Kenin malah makan super bubur. Disaat yang lain lebih suka makan soto mie, Kenin malah suka makan soto santan. Kenin ambil jurusan Ilmu Tanah, tapi pengen kerja di bank. Cita-citanya adalah menikah sama laki-laki yang umurnya enam tahun lebih tua dan memberi nama anaknya Khindi.

Setahun ini Kenin mengalami banyak perubahan. Aku masih inget dulu dia selalu menggerutu tiap mau asistensi matakuliah agama Islam karena harus pakai rok. "Aku tuh nggak suka pakai rok! Ribet!", gitu katanya. Tapi sekarang? Kayaknya semua celananya udah dia buang ke laut. Dia juga beralih dari ransel ke tas feminin, dari sneakers ke flatshoes.

Mau tau apa rahasianya? Rahasia :3

Tika alias Mbokdhe merupakan mantan santri yang hobi laundry. Banyak pelajaran dan cerita unik yang aku dapat dari dia soal kehidupan pesantren yang diluar dugaan hahaha. Dia hampir menikah sebelum akhirnya dapet beasiswa santri berprestasi ke IPB. Tadinya dia berminat ke jurusan Manajemen Hutan, tapi dia nurut sama Kyai-nya yang menyarankan jurusan Kedokteran Hewan dan jadilah dia disini, ujian tiap dua minggu sekali. Cita-citanya adalah menjadi Bu Nyai alias istri Kyai.

Makanan favoritnya adalah mie goreng di Paguyuban (PGB) Asrama Putri dan tempe penyet di warung tenda bara ujung. Dia penggemar kangkung dan pembenci kecap (aneh). Dia bilang mukaku ini versi mudanya Bu Nyainya dia yang cantik dan pintar (amin. ini serius lho). Ucapan favoritnya adalah "Mbrebeki wong" yang kerap kali diteriakkan ketika Bu RT konser di kamar mandi.

361 itu ngangenin. Kalau sudah diatas jam sembilan malam dan ada yang belum pulang, pasti akan ada sms macam...

"Hoi kalian dimana? Aku di kamar sendiri nih,"
"Heh dimana kau nggak pulang-pulang?"
"Oi, pulang nggak kau bro?"

Suatu malam, aku pernah ijin untuk nginep bareng temen-temen Koran Kampus.

"Aku malem ini nggak pulang ya"
"Kamu pulang pagi? Mau nyaingin aku?!" <- Kenin ahlinya pulang pagi karena rapat

Kamar kami ini lokasinya strategis. Dekat dengan kamar mandi. Jadi banyak penghuni yang sering mampir sebelum atau sesudah mandi dan wudhu untuk ngobrol nggak penting. Banyak pula yang dateng dan minta sunlight buat cuci piring -..- Ada juga yang cuma buka pintu, menatap 3 detik, terus tutup pintu. Bahkan banyak yang cuma sekedar ketok-ketok iseng tanpa mampir <- orang gila.

Hal-hal sederhana macam keluar di malam minggu bareng cuma buat makan bubur kacang ijo, makan es krim, dan liat-liat boneka atau sekedar menempel tulisan "Tidak Menerima Tamu Malam Ini" di pintu kamar padahal kita lagi nonton film huahaha semua berkesan.

Bikin video gila, potong rambut sebelum ujian matematika, alarm yang bunyi beruntun tiap pagi, berburu kutu kasur, surprise ulang tahun, cerita sedih, lucu, dan konyol, semuanya terlalu sayang untuk diakhiri.

"Kalau temen sekamarku kayak kalian, aku pasti bakal sering-sering ada di asrama" - Salis, asrama sebelah.


foto-foto oleh Elisa, si jago gambar dari kamar sebelah yang alarmnya keras banget tapi nggak bangun-bangun.


Tidak ada komentar: