01 November 2012

Ajaib. Laptop Kembali!

Sudah baca postingan aku yang tentang kemalingan? Bisa klik disini. Seminggu setelah kejadian tersebut, laptop yang habis kemalingan kembali ke tanganku. Keajaiban itu ada, dan begini ceritanya...

Sabtu, 13 Oktober 2012
Aku lagi di acara Agriphoria di GWW dan tiba-tiba ponsel bunyi.

"Assalamualaikum. Nadia Azka Mene 47? Saya Anti IE 46. Saya dapat nomor hp kamu dari Kukuh Mene 46. Besok senin bisa ketemu? Ada hal penting yang mau disampaikan,"

"Waalaikumsalam. Saya Mene 48, kak. Ya, kak. Bisa. Jam 12 gimana? Ada apa ya?"

"Oke. Jam 12 di kantin Metro departemen Gizi Masyarakat ya. Pokoknya penting,"

#fyi, angkatan di IPB disebut sesuai angkatan keberapanya (46, 47, 48) bukan tahun masuk seperti 2009, 2010, atau 2011 di kampus lain.

Ada apa ya? Terpikir, mungkin kakak ini mau kerjasama (media partner) sama Koran Kampus. Minggu lalu, aku habis ngeliput acara Unilevernya Kak Kukuh, jadi mungkin Kak Anti ini juga mau media partner. Padahal jatah media partner buat koran edisi ini udah habis lho.

Senin, 15 Oktober 2012
Pagi ini aku bangun sambil mengenang tujuh hari setelah raibnya laptop. Kak Anti udah sms aja, "Jangan lupa ya nanti,". Tapi janjiannya dimajuin jadi jam 10. Untungnya aku ada jeda kuliah. Jadilah aku nyamperin Kak Anti di kantin Metro.

"Kak Anti ya?"
"Iya Nadia,"

Tanpa basa-basi, Kak Anti langsung tanya, "Kamu habis kemalingan ya?"

Sontak aku kaget. Entah kenapa yang ada di pikiranku kali itu Kak Anti adalah jaringan mahasiswa IPB yang tergabung dalam grup detektif (berkhayal).

"Iya, kak," aku langsung duduk.
"Laptop kan?"
"Iya kak, kok tau?"
"Laptopnya ada di aku,"

Cetarrr...

"Hah? Kok bisa?"
"Ini bukan laptopnya?" Kak Anti ngeluarin sesuatu dari dalam tasnya dan tralala itu laptop aku.

"Coba dicek dulu. Ada yang rusak, atau ada data yang hilang nggak?" katanya lagi.

Aku cek dan alhamdulillah normal. Tapi detik itu juga aku masih nggak percaya dan penasaran kenapa laptop ini bisa balik ke tanganku.

Kak Anti mulai cerita. Jadi, dia ini adalah anak polisi. Jumat lalu, Ayahnya habis menggrebek markas maling. Sayangnya pelakunya kabur semua, saat ini masih dalam proses pelacakan mereka kabur kemana. Seluruh barang bukti dibawa ke rumahnya.

Sejujurnya setelah kemalingan aku sempet nyesel karena aku nggak ngasih password ke laptop. Seenggaknya si maling bakal kesusahan ngebongkar passwordnya pikirku. Tapi ternyata keputusanku untuk nggak masang password adalah tepat.

Diantara barang bukti lain, laptop aku adalah satu-satunya laptop yang baterainya masih nyala dan nggak dipassword. Jadi datanya bisa dibuka. Polisi tersebut buka-buka dataku dan menemukan logo IPB di dalamnya. Kak Anti dipanggil.

"Teh, ini kayaknya punya anak IPB deh. Coba kamu cek," kata Ayahnya.

Kak Anti ngecekin dataku. Banyak nama Nadia Azka. Tapi Kak Anti belum yakin kalau si Nadia Azka ini pemilik laptopnya. Toh bisa aja Nadia Azka udah jual laptop ini ke orang lain, atau kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Kak Anti ngetik namaku di google dan... masuk ke blog. Lagi-lagi keputusanku untuk langsung posting habis kemalingan adalah tepat. Kak Anti jadi tau kalau si Nadia Azka inilah yang kehilangan. Kak Anti cari tau aku jurusan apa dan setelah tau aku jurusan mene, Kak Anti langsung tanya temennya yang anak mene.

Dan laptop ini kembali :)

"Kamu nggak lapor polisi pas kemalingan?"
"Emangnya kalau saya lapor bakal ditindaklanjuti ya kak?"
"Enggak sih hahaha. Polisi tuh juga banyak yang jahat tau de,"
"Oya?"
"Polisi jahat kalau habis nemu barang bukti (laptop) kadang ada yang dia jual atau dia pakai sendiri,"

Setelah kemalingan, aku bahkan nggak terpikir atau berharap laptop itu bakal kembali. Udahlah, toh pelakunya mungkin butuh uang buat hal penting. Mungkin ini teguran dari Allah karena aku kurang mawas diri. Maka, pertemuan dengan Kak Anti siang itu aku anggap sebuah keajaiban. Terimakasih Ya Allah.

Sedikit tambahan, setelah aku cerita ke anak-anak Sanggar soal kejadian ini, Kak Tiwi cerita kalau beberapa bulan sebelumnya Kak Valen, pendiri sanggar, pernah kemalingan laptop juga, padahal ada skripsi di dalamnya. Kak Valen kemudian iseng ke toko laptop bekas dan murah. Ketika dia lagi tanya-tanya sama penjualnya, ada seseorang yang lagi masok laptop-laptop ke toko tersebut. Kak Valen lihat laptopnya.

"Ini juga dijual mas?"
"Iya,"
"Boleh saya lihat?"

Setelah dibuka, ternyata itu beneran laptop Kak Valen dan data-datanya juga masih lengkap. Ya, Kak Valen mendapatkan laptop dan skripsinya kembali.

Bahkan sampai sekarang kadang aku masih heran, ada juga ya keajaiban macam ini.

10 komentar:

Anonim mengatakan...

ciyus? miapah? beruntung bgt az!

neng naning mengatakan...

wah selamat ya Mbak Nad :) :) smoga ga terulang hehe

Alvita Rd mengatakan...

alhamdulillah masih jodoh sama laptopnya ya :)

Nadia Azka mengatakan...

iya alhamdulillah sekali mbak :)

Yurike Winarendri mengatakan...

hey azka, happy birthday buat blognyaaaa, '
maaf telat :D
keren bgt blogmuu :D

Nadia Azka mengatakan...

makasih ikeee udah mampir!

Anonim mengatakan...

untungnya laptop masih ketemu. Kalau sekarang sih mendingan untuk aman, selalu bikin backup data, jadi kalo laptopnya kenapa-kenapa (nggak mesti dicuri, bisa juga hang) selalu ada backupan. Tapi baik juga yang balikin laptopnya.

Lagi browsing tentang mahasiswa di Indonesia, terus ga sengaja sampe di page kamu. Makasih ya, udah mau ngeshare pengalaman kamu di dunia maya. Berguna untuk tugas saya juga akhirnya. :)

Nadia Azka mengatakan...

sama-sama.
iya saya selalu ngebackup data sejak dulu :)

Leila Husna mengatakan...

waah, kereen! beruntuung bangeeet :D

Nadia Azka mengatakan...

alhamdulillah leila hehe