23 September 2012

Sabtu Tanpa Rencana


Kelas responsi pertama berakhir lebih cepat. Aku buru-buru balik ke kost karena harus mencari selembar kertas berisi data nomor-nomor alumni Koran Kampus yang dicatat pada hari Minggu lalu saat halal bi halal dan ngariung bareng. Sedikit khawatir karena aku lupa naroh kertasnya dimana ckck takut ilang. Tapi alhamdulillah ketemu. 

Sabtu ini Sanggar Juara belum mulai ngajar lagi. Mau pulang ke Jakarta nggak bisa karena besok Minggu ada rencana danus buat kepanitiaan. Akhirnya aku sms Ipeh. Niatnya mau ngajak ke Gramedia. Udah lama nggak beli buku.

"Hoiii bosen nih udah kelar kuliah,"

Si Ipeh dengan gilanya malah bilang.

"Yuk jam 10 ketemu di halte Faperta. Kita main sama Rika,"
"Kemana?"
"Entahlah. Kemana aja berpetualang,"

Siapakah Ipeh dan Rika? Rika adalah partner bisnis yang merupakan temen sekelas sejak matrikulasi dan kami dipersatukan lagi dalam kelas di Tingkat Persiapan Bersama. Nah, sementara Ipeh adalah temen sekelas juga di TPB, dan rupanya kamarnya ada di lorong sebelah lorongku di asrama, rupanya dia juga temen sekamar temen SMA aku, dan rupanya lagi dia temen SMA-nya Rika.

Duh kampus rame banget karena ada tes CPNS dan pesta nikah di Graha Widya Wisuda (GWW). Benar-benar deh IPB komersil yah nggak papa sih. Setelah nganter Ipeh ke Dokter Komputer cabang Bara ujung buat mengobati laptopnya, kita langsung naik angkot Kampus Dalam menuju terminal Laladon.

Kita sengaja lanjut naik angkot no 18. Biar kita berhenti entah dimana dan berharap nyasar ke tempat yang seru. Kita tanya babang angkotnya.

"Bang, kalo lewat jalur ini ada tempat wisata apa aja bang?"
"The Jungle, neng!"
"Yah, kalo wisata alam gitu bang? Apa kek air terjun misalnya,"
"Nggak ada itu mah neng,"

-_- Akhirnya kita turun dan memutuskan untuk naik angkot 03 aja. Kita berhenti di McDonald. Berjalan tak tentu arah karena memang nggak tau mau kemana dan ngapain. Beli combro, aih padahal aku pengen gemblong. Udah lama banget nggak makan makanan ini, enak! Kita mampir ke toko es krim korea, tapi stoknya tinggal dikit. Jadi nggak ada pilihan. Kaki kita tiba-tiba menuju Kampus Program Diploma IPB di Cibeureum.

"Udah pernah masuk kesini belum?"
"Belum,"
"Coba yuk! Pura-pura cari toilet!"
"Yuk yuk!"

Dengan pedenya, kita masuk ke areal kampus. Tapi setelah lihat kanan kiri mahasiswa diploma berlalu lalang, kita sadar bahwa mahasiswa diploma nggak ada yang pake jeans, apalagi kaos!  Sungguh butut penampilan kami jika dibandingkan mahasiswa diploma yang rapi jali itu. Karena adzan zuhur terdengar, kami memutuskan untuk numpang shalat di mushala diploma. 

Kita lapar berat dan akhirnya berjalan lagi menuju kawasan Taman Kencana untuk makan pizza kayu bakar yang menggoda. Nyam nyam kekenyangan jadi ngantuk. Tapi semangat untuk bertualang tidak pernah pudar (?) Kita jalan lagi tanpa tujuan. Tiba-tiba nemu sebuah tangga turun ke arah hutan dan ternyata itu adalah asrama mahasiswa diploma. Bangunannya unik, di tengah hutan dan pepohonan tinggi dengan jendela kamar seperti di rumah-rumah tradisional.

Lanjut kita menyusuri perumahan di kawasan tersebut. Mengomentari satu-persatu sampe ujung. Kita nemu tangga yang misterius. Naik deh. Bener-bener ini tangga tingginya kelewatan. Tiba-tiba kita tembus ke samping sebuah sekolah dasar. Beli air minum karena persediaan udah abis. Karena nggak kuat buka tutup botolnya sampe minta tolong abang-abang di pinggir jalan haha. Kami bener-bener nggak normal siang itu. Orang macam mana yang jalan-jalan kayak begini.

Kita kembali menyusuri jalanan yang dipenuhi pohon-pohon beringin yang tinggi. Sampai akhinya tembus ke Agripark (tempat makan komersil milik IPB). Istirahat di bawah pohon di Taman Kencana sambil ngobrol (sok) serius soal sulitnya akses di kawasan pedesaan. Foto-foto sebentar dan lanjut menyusuri jalanan dan akhirnya tembus di jalan raya depan Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB. Kita numpang shalat ashar di mushalanya. Wuiiih anak-anak pascasarjana ngomongnya pake bahasa Inggris, padahal bukan di dalam kelas. Beda yah anak pascasarjana ckck.

azka dan orang yang bernama ipeh @ taman kencana

Masih jam setengah empat. Tiba-tiba tercetus ide buat melaju ke Baranangsiang alias Botani Square buat nonton Perahu Kertas. Dadakan banget ini tapi kita sepakat.

Sampai Botani Square akhirnya, ih kemanapun melangkah ke tempatnya IPB. Rupanya di XXI udah nggak diputer. Adanya film Cabin in The Woods, The Expendables 2, Step Up 2, dan satu film animasi eskrim walls. Pilihan jatuh pada Cabin in The Woods. Katanya sih comedy-horror. Iya, komedi 1%, horor 99% ini mah bikin tanganku nutupin muka sepanjang film.

Kalau menurutku, film ini unik. Mungkin beberapa orang menganggap, "Ah film apaan nih. Horor bukan. Fiksi ilmiah bukan. Nggak logis,". Padahal Cabin in The Woods itu film cerdas. Komedi yang ditampilkan bukan komedi 'kotor'. Horornya juga menarik. Cerminan sindiran terhadap perilaku masyarakat jaman sekarang yang senang berjudi, melihat orang lain susah, dan money-oriented.

Setelah shalat magrib, kita pulang ke Dramaga dengan Trans Pakuan biar nyaman ditengah kemacetan Bogor di malam minggu. Freaky day, but being normal is boring!

20 September 2012

Greenpeace, Salam Hijau Damai

Liburan lalu, aku diajak Ayu untuk daftar jadi relawan di Greenpeace. Setelah lama menanti tindak lanjut dari pihak terkait, akhirnya suatu sore aku dapat telepon... "Halo, dengan Nadia? Kami dari Greenpeace Indonesia mau mengundang mbak Nadia ke kantor kami besok Sabtu pukul 11.00,"

peta lokasi, 100m dari stasiun Tebet.
Karena MPF, MPD, maupun pengisian KRS online-ku udah beres (alhamdulillah), aku pulang ke Jakarta  (ke rumah nenek) hari Jum'at pagi. Selain karena akhir pekan dan aku mau main ke Greenpeace, aku juga mau 'menyerahkan' laptop yang rusak untuk diperbaiki, sementara aku pinjem punya Yeyek (tante).

Besoknya, Utih (nenek) nyuruh aku berangkat naik ojek Pak Untung, tetangga depan rumah. Berangkat jam 09.30, ternyata jalanan lancar jaya dan sampe kantor Greenpeace pukul 10.00, kecepetan satu jam. Setelah ditanya satpam mau bertemu siapa, ngisi buku tamu, dan meninggalkan tanda pengenal, aku masuk ke kantornya.

Relawan yang datang berasal dari berbagai tempat. Ada mahasiswa dari UNJ, UIN, Trisakti, La Salle College. Selain mahasiswa, ada pula yang sudah 3 tahun bekerja. Banyak juga bapak-bapak yang berasal dari perumahan di sekitar sungai Ciliwung (karena minggu lalu Greenpeace membersihkan sungai Ciliwung bersama masyarakat sekitar).

Motivasi orang-orang yang mendaftar juga beragam. Ada yang mau cari pengalaman, ada yang gregetan melihat kondisi bumi dan pengen ikut andil perubahan, ada yang berniat melakukan penelitian bersama. Aku dapet banyak informasi dan pengetahuan baru. Bagi yang masih bertanya-tanya, aku kasih FAQ (frequently asked question) aja yah :D

Greenpeace itu apasih? Sering denger tapi belum tau.
Greenpeace adalah organisasi kampanye global, beraksi untuk mengubah sikap dan perilaku, untuk melindungi bumi, memelihara lingkungan dan mempromosikan perdamaian.

Kegiatannya ngapain aja?
Fokus utama organisasi Greenpeace adalah kampanye untuk menjaga lingkungan.

Kampanye? Serem dong?
Greenpeace dan organisasi cinta lingkungan lainnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memelihara dan menjaga lingkungan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, banyak jalan, banyak cara. Cara kampanye adalah fokus yang dimiliki Greenpeace. Kampanye lebih bertujuan untuk menyadarkan masyarakat. Kampanye lingkungan yang dilakukan Greenpeace diantaranya seperti melakukan penelitian dan berusaha menghentikan perusahaan 'nakal' yang merusak lingkungan (untuk kampanye seperti ini biasanya bekerjasama dengan Greenpeace Asia Tenggara), bersih-bersih sungai, menanam pohon, mengadakan pelatihan kepemimpinan di alam, dll.

Siapa aja yang boleh ikut bekerja bersama Greenpeace? Dibayar nggak?
Siapa aja boleh. Karena bersifat sukarela, jadi relawan nggak dibayar.

Kalau jadi relawan tapi nggak bisa ikut kegiatannya?
Relawan nggak terikat. Jadi berhak menolak kalau tidak ingin ikut.

Begitukah kira-kira pertanyaan yang ada di benak kalian? Oh iya, khusus di Indonesia, Greenpeace punya adik lho, namanya Greenpeace Youth. Dikhususkan untuk anak-anak muda (siswa SMA dan Mahasiswa) yang peduli lingkungan. Koordinator dari Greenpeace Youth namanya Melody. Orangnya komunikatif dan seru. Aku kira udah mahasiswi gitu ternyata masih kelas dua SMA! Dia penyiar radio dan sudah aktif di Greenpeace sejak dua tahun lalu. Glek hebat deh, jadi malu sama diri sendiri yang belum melakukan apa-apa. Mulai sekarang harus bisa jadi orang yang bermanfaat dan nggak menyia-nyiakan waktu!

Info lebih lanjut bisa didapat melalui twitter @GreenpeaceID , @GPYouthID , dan http://greenpeace.co.id

Jangan lupa untuk mengurangi pemakaian kertas dengan memanfaatkan kertas bekas, bawa botol minum dari rumah, dan belanja menggunakan eco-bag untuk mengurangi penggunaan plastik mulai dari sekarang. Semoga berjalan konsisten karena improvement (perbaikan) dimulai dari huruf I (aku).

10 September 2012

Ulang Tahun

Jatah umurku berkurang 19 tahun. Entah masih ada sisa berapa lagi ya? Aku dapat banyak ucapan selamat dan doa, mengutarakan "birthday wish" di depan kelas, dan dapat kejutan ulang tahun di malam hari. Terimakasih semuanya! :D

Nggak ada harapan spesial sebetulnya. Sama saja dengan harapan-harapan setiap harinya, yaitu semoga aku, keluarga, dan orang-orang terdekat selalu berada di bawah lindungan-Nya, sehat, dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Amin.

azka dan kue coklat stoberi

04 September 2012

MPF, MPD, dan KRS

Ketika Masa Perkenalan Fakultas (MPF), Masa Perkenalan Departemen (MPD), dan Kartu Rencana Studi (KRS) Online dipadukan, kombinasinya sungguh tidak tepat. Hal ini mungkin dirasakan oleh mayoritas mahasiswa semester tiga di IPB beserta segenap senior yang tergabung dalam kepanitiaan MPF maupun MPD.

Masa perkenalan, atau yang lazim disebut ospek di kampus lain, masih harus aku jalani. Masih jaman? Institut, dimana mahasiswa baru masuk ke jurusan yang ia pilih di semester 3, maka masa perkenalan fakultas dan departemen/ jurusan juga baru dilaksanakan di awal semester 3. Tahun sebelumnya sudah ada Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) yang diorientasikan pada pengenalan kampus secara umum.

Dua bulan lalu, setelah ujian akhir semester dan sebelum liburan dimulai, 

Masa Perkenalan Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Bertemakan ORANGE FEM yang merupakan singkatan dari Orientation for New Generation Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Seluruh maba dibagi menjadi 16 perusahaan/ kelompok dengan 2 orang senior yang menjadi penanggung jawab.

Masa Perkenalan Departemen Manajemen
Konsepnya menarik! Ceritanya, kami ini merupakan anggota dari Unite Corporation, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran. Mahasiswa Manajemen angkatan 48 dibagi menjadi 10 kelompok yang disebut company ditemani satu orang senior yang disebut sebagai advisor atau penasehat perusahaan. Dalam masing-masing company, ada jabatan-jabatan seperti general manager, sekretaris, bendahara, manajer produksi dan operasi, manajer pemasaran, manajer keuangan, dll. 

Setiap company diberi gehu (tahu kotak pedas berisi sayuran). Kami harus membuat produk inovatif dengan bahan dasar tersebut. Company aku namanya PT. Seasky Syalala dengan produk Shuju (saos tahu keju). Kami buat bisnis plan, presentasi, dan iklan berupa video.

Pada hari H, ada marketing games. Kami harus jualan produk kami di lokasi dan dalam jangka waktu yang ditentukan dengan laba setinggi-tingginya. Seru! Mulai dari satpam, tukang ojek, sampai anak-anak SD-pun jadi sasaran. Alhamdulillah laku semua.



KRS (Kartu Rencana Studi)
Pengisian KRS melalui sistem online dimulai pukul 09.00 tanggal 24 dan berakhir pada 31 Agustus. Aku stand by di depan ex-sekretariat TPB buat numpang wifi. Nggak berhasil-berhasil login! Aku pindah ke perpustakaan LSI, gagal login juga. Berhubung mau jumatan, pengunjung diminta keluar. Aku menuju kortan buat numpang wifi dan tetep gagal login. Udah minta dibukain Vanes, dibukain Adli, tetep aja si KRS menampilkan tulisan FATAL ERROR.