12 November 2012

Tur Edukasi Bumiku Lestari bareng Tim Panda Mobile WWF

Akhirnya UTS berakhir. Sabtu, 3 November 2012, aku ikut jadi relawan di Tur Edukasi Bumiku Lestari bareng Tim Panda Mobile World Wildlife Fund (WWF) Indonesia.

Apa itu WWF?
World Wildlife Fund (WWF) Indonesia merupakan bagian dari WWF. Organisasi nirlaba ini bergerak di pelestarian global yang bekerja di 100 negara di dunia. Tujuan utama dari WWF adalah mencapai mimpi pelestarian yaitu mewujudkan dunia dimana manusia dapat hidup selaras dengan alam. WWF Indonesia tersebar tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan juga di Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Namun kantor sekretariat nasionalnya berada di Jakarta.

Apa itu Panda Mobile?
Panda Mobile ini berupa sebuah truk yang bisa dibongkar. Panda Mobile berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya (dimana mereka diundang) untuk melakukan kegiatan konservasi kecil-kecilan di area publik. Di dalam Panda Mobile terdapat perpustakaan, permainan edukatif, TV, laptop, dan kabin yang bisa dibuka menjadi area panggung untuk kegiatan seperti mendongeng, menggambar, dll.

Tur kali ini berlokasi di SD Salman Al-Farisi di daerah Cikaret, Cibinong. Sabtu pagi kami berangkat dari Dramaga pukul enam. Karena lokasinya sangat jauh dan entah berada dimana, Uci semalem googling dan menemukan bahwa lokasi SD ini berada di dekat Masjid Al-Barokah.

Kita naik angkot 32 ke arah Cibinong. Bisa dibilang setelah cukup lama, ada Masjid Al-Barokah. Turunlah kami disana dan mulai tanya-tanya penduduk sekitar. Rupanya kami nyasar. Lokasi yang kami maksud masih super jauh dan ini bukan Masjid Al-Barokah yang dimaksud google. Ya namanya masjid, namanya ya begitu-begitu mirip hahaha kebetulan sekali ya.

Singkat perjalanan, akhirnya kami sampai di Salman Al-Farisi Global Interactive School. Wah tadinya aku pikir sekolahnya cuma sekolah negeri biasa, ternyata sekolah swasta yang bagus. 

area Salman Al-Farisi Global Interactive School (ada tempat outboundnya segala)

Kegiatan dimulai dengan mendongeng di kabin Panda Mobile. Setelah itu dilanjutkan dengan menanam pohon dan mendaur ulang barang bekas (membuat tas dari koran, tempat pensil dari botol kemasan air minum, dll). Sekolah ini terletak di dataran tinggi dengan area yang luas, jadi enak untuk kegiatan outdoor. Kemudian ada sesi pemutaran film mengenai perburuan liar dan global warming. Penutupan dimeriahkan oleh penyanyi Oppie Andaresta.
Oppie Andaresta di Panda Mobile

Oppie Andaresta ini sedang meluncurkan album baru yang bertemakan dengan lingkungan. Lagu-lagunya diantaranya Pohon adalah Teman Kita dan Jangan Buang Sampah Sembarangan. Untuk itu, Oppie Andaresta bekerjasama dengan WWF.

Jadi relawan memang nggak dibayar dengan materi berupa uang. Tapi dapat banyak pelajaran dan pengalaman yang nggak akan ditemui jika hanya berdiam diri di kampus dan kos. Terimakasih WWF Indonesia (atas kesempatannya dan juga traktirannya di restoran padang hehe).

Kak Dian, Hana, aku
 Berminat mengundang Panda Mobile? Gratis lho. Info lebih lanjut bisa klik disini.

01 November 2012

Ajaib. Laptop Kembali!

Sudah baca postingan aku yang tentang kemalingan? Bisa klik disini. Seminggu setelah kejadian tersebut, laptop yang habis kemalingan kembali ke tanganku. Keajaiban itu ada, dan begini ceritanya...

Sabtu, 13 Oktober 2012
Aku lagi di acara Agriphoria di GWW dan tiba-tiba ponsel bunyi.

"Assalamualaikum. Nadia Azka Mene 47? Saya Anti IE 46. Saya dapat nomor hp kamu dari Kukuh Mene 46. Besok senin bisa ketemu? Ada hal penting yang mau disampaikan,"

"Waalaikumsalam. Saya Mene 48, kak. Ya, kak. Bisa. Jam 12 gimana? Ada apa ya?"

"Oke. Jam 12 di kantin Metro departemen Gizi Masyarakat ya. Pokoknya penting,"

#fyi, angkatan di IPB disebut sesuai angkatan keberapanya (46, 47, 48) bukan tahun masuk seperti 2009, 2010, atau 2011 di kampus lain.

Ada apa ya? Terpikir, mungkin kakak ini mau kerjasama (media partner) sama Koran Kampus. Minggu lalu, aku habis ngeliput acara Unilevernya Kak Kukuh, jadi mungkin Kak Anti ini juga mau media partner. Padahal jatah media partner buat koran edisi ini udah habis lho.

Senin, 15 Oktober 2012
Pagi ini aku bangun sambil mengenang tujuh hari setelah raibnya laptop. Kak Anti udah sms aja, "Jangan lupa ya nanti,". Tapi janjiannya dimajuin jadi jam 10. Untungnya aku ada jeda kuliah. Jadilah aku nyamperin Kak Anti di kantin Metro.

"Kak Anti ya?"
"Iya Nadia,"

Tanpa basa-basi, Kak Anti langsung tanya, "Kamu habis kemalingan ya?"

Sontak aku kaget. Entah kenapa yang ada di pikiranku kali itu Kak Anti adalah jaringan mahasiswa IPB yang tergabung dalam grup detektif (berkhayal).

"Iya, kak," aku langsung duduk.
"Laptop kan?"
"Iya kak, kok tau?"
"Laptopnya ada di aku,"

Cetarrr...

"Hah? Kok bisa?"
"Ini bukan laptopnya?" Kak Anti ngeluarin sesuatu dari dalam tasnya dan tralala itu laptop aku.

"Coba dicek dulu. Ada yang rusak, atau ada data yang hilang nggak?" katanya lagi.

Aku cek dan alhamdulillah normal. Tapi detik itu juga aku masih nggak percaya dan penasaran kenapa laptop ini bisa balik ke tanganku.

Kak Anti mulai cerita. Jadi, dia ini adalah anak polisi. Jumat lalu, Ayahnya habis menggrebek markas maling. Sayangnya pelakunya kabur semua, saat ini masih dalam proses pelacakan mereka kabur kemana. Seluruh barang bukti dibawa ke rumahnya.

Sejujurnya setelah kemalingan aku sempet nyesel karena aku nggak ngasih password ke laptop. Seenggaknya si maling bakal kesusahan ngebongkar passwordnya pikirku. Tapi ternyata keputusanku untuk nggak masang password adalah tepat.

Diantara barang bukti lain, laptop aku adalah satu-satunya laptop yang baterainya masih nyala dan nggak dipassword. Jadi datanya bisa dibuka. Polisi tersebut buka-buka dataku dan menemukan logo IPB di dalamnya. Kak Anti dipanggil.

"Teh, ini kayaknya punya anak IPB deh. Coba kamu cek," kata Ayahnya.

Kak Anti ngecekin dataku. Banyak nama Nadia Azka. Tapi Kak Anti belum yakin kalau si Nadia Azka ini pemilik laptopnya. Toh bisa aja Nadia Azka udah jual laptop ini ke orang lain, atau kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Kak Anti ngetik namaku di google dan... masuk ke blog. Lagi-lagi keputusanku untuk langsung posting habis kemalingan adalah tepat. Kak Anti jadi tau kalau si Nadia Azka inilah yang kehilangan. Kak Anti cari tau aku jurusan apa dan setelah tau aku jurusan mene, Kak Anti langsung tanya temennya yang anak mene.

Dan laptop ini kembali :)

"Kamu nggak lapor polisi pas kemalingan?"
"Emangnya kalau saya lapor bakal ditindaklanjuti ya kak?"
"Enggak sih hahaha. Polisi tuh juga banyak yang jahat tau de,"
"Oya?"
"Polisi jahat kalau habis nemu barang bukti (laptop) kadang ada yang dia jual atau dia pakai sendiri,"

Setelah kemalingan, aku bahkan nggak terpikir atau berharap laptop itu bakal kembali. Udahlah, toh pelakunya mungkin butuh uang buat hal penting. Mungkin ini teguran dari Allah karena aku kurang mawas diri. Maka, pertemuan dengan Kak Anti siang itu aku anggap sebuah keajaiban. Terimakasih Ya Allah.

Sedikit tambahan, setelah aku cerita ke anak-anak Sanggar soal kejadian ini, Kak Tiwi cerita kalau beberapa bulan sebelumnya Kak Valen, pendiri sanggar, pernah kemalingan laptop juga, padahal ada skripsi di dalamnya. Kak Valen kemudian iseng ke toko laptop bekas dan murah. Ketika dia lagi tanya-tanya sama penjualnya, ada seseorang yang lagi masok laptop-laptop ke toko tersebut. Kak Valen lihat laptopnya.

"Ini juga dijual mas?"
"Iya,"
"Boleh saya lihat?"

Setelah dibuka, ternyata itu beneran laptop Kak Valen dan data-datanya juga masih lengkap. Ya, Kak Valen mendapatkan laptop dan skripsinya kembali.

Bahkan sampai sekarang kadang aku masih heran, ada juga ya keajaiban macam ini.