30 Desember 2012

2012 dan Segala Perubahan

Akhirnya lewat juga tanggal 21-12-2012, hari yang aku tonton di film 2012 waktu aku kelas dua SMA dulu. Hm berarti udah tiga tahun yang lalu. Tiga tahun, eh? Udah lama banget dong. Nggak terasa sekarang udah 19 tahun. Terdampar di Dramaga, dan jadi mahasiswi semester tiga. Tahun ini aku ngapain aja ya? Sebagai renungan, aku coba bikin review kegiatan tahun 2012.

Januari: Ujian akhir semester pertama. IP pertama. Dan pertama kalinya pulang ke Semarang setelah enam bulan. Ikut promosi IPB Goes to School ke beberapa SMA dan tentunya ikut acara College Expo di SMA 3 sambil reuni. 

Februari: Gabung sama Komunitas Sanggar Juara. Pelatihan jurnalistik bareng Tempo dan Radar Bogor. Mulai belajar jualan tas, seru!

Maret: Bisa ketemu Pak Rhenald Kasali secara langsung di pembukaan acara Leadership and Entrepreneurship School (LES). 

April: Pembukaan perpustakaan Juara. 

Mei: Pertama kali ngajar di Pabuaran. Ikut talkshownya Anies Baswedan. Berkemah bersama keluarga Koran Kampus di hutan kampus hahaha. Ujian senam TPB.

Juni: Farewell party asrama Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB. Mulai jadi anak kos-kosan. Ribut persiapan MPF-MPD. Ikut acara penandatanganan MoU IPB dan sebuah univ Malaysia. Wawancara rektor. Diundang bareng Koran Kampus ke acara makan malam IPB bareng pihak kepolisian atas tuntasnya kasus penembakan satpam. Reuni di Jakarta bareng Wendy dan Ayu. 

Juli: Pulang ke Semarang. Pertama kali main sepatu roda. Bulan puasa! Buka bersama dimana-mana dengan orang yang beda-beda. 

Agustus: Mudik ke Pandeglang dan Jakarta, sekalian balik ke Bogor. Laptop rusak pas pengisian KRS online. Masa Perkenalan Fakultas dan Masa Perkenalan Departemen. Resmi masuk jurusan. 

September: Ke Greenpeace Indonesia. Ulang tahun aku yang ke-19. 

Oktober: Ke Social Media Festival dan buka stand bareng Sanggar Juara. Kemalingan laptop, dan mendapatkan kembali laptop yang hilang (hal terajaib tahun ini). 

November: Jadi relawan Panda Mobile bareng WWF Indonesia. Makrab omda Semarang. Kesana-kemari ngurus Sanggar Juara Festival. Nge-danus, ngelatih tari, drama, seru! Jalan-jalan ke 3 kota dalam 3 hari, Indramayu, Garut, Sukabumi, sempet nyasar di gunung dan hutan tak berpenghuni. 

Desember: Makrab Manajemen. Belajar menanam hidroponik dengan adik-adik di SLB bareng Indonesian Youth Act Bogor.

Isinya hal-hal yang menyenangkan semua ya? Jangan salah. Banyak kejadian yang nggak sesuai harapan, tapi aku malas mengingat apalagi mengumbar hal-hal buruk. Tapi sedikit sekali ya reviewnya. Rupanya tahun ini postinganku enggak sampai 30 biji. Rasanya banyak yang aku lakukan, tapi enggak aku tulis di blog, jadinya lupa deh apa aja hahaha. Bener juga kata orang kalau menulis itu membantu meningkatkan daya ingat.

Sejak kuliah, capek dengan segala tugas dan kegiatan sering dijadikan alasan untuk enggak meluangkan waktu menulis untuk diri sendiri. Tahun depan enggak akan begitu lagi InsyaAllah. Aku pernah membuat review serupa di tahun 2010 hihihi jaman dimana masing rajin banget posting tentang apapun itu, reviewnya jadi banyak sekali.

Waktu kecil, aku selalu berpikir bahwa jadi perempuan yang menuju fase dewasa itu menyenangkan. Bisa memilih sendiri barang apa yang hendak digunakan, bepergian kemanapun kapanpun, punya banyak teman yang menyenangkan, dan lain-lain. Dan iya, begitulah kenyataannya.

Orang-orang berubah. Yang dekat, yang jauh, seiring bertambahnya usia, perubahan selalu mengikuti. Beberapa bulan lalu, aku sampai pada titik menyadari adanya perubahan tersebut.Tatkala berkumpul (reuni dan buka puasa bersama) dengan teman-teman sekolah dasar (SD) yang sebagian besar sudah enggak aku temui/ hubungi selama 6 tahun di SMP dan SMA, lebih malah karena saat kami bertemu, kami sudah jadi mahasiswa semester tiga, bahkan ada yang sudah bekerja.

"Hai, Nadia! Apa kabar?" ujar mereka.

Raut wajah sebagian orang tidak berubah, sebagian lainnya berubah drastis. Kalau soal penampilan, jangan ditanya. Yang dulu sangat tomboy, sekarang jadi yang paling feminin. Dan rupanya semua teman perempuan menggunakan make-up! Kecuali aku, dan seorang teman bernama Diah Ayu (kami satu SMA dulu). Make-up yang digunakan bukan sekedar bedak tipis dan pelembab bibir. Maskara, eyeshadow, dan beberapa juga menyapukan blush-on di pipinya. Mereka mengenakan tas model wanita dewasa dan alas kaki yang tidak datar.

Perubahan lagi-lagi aku sadari ketika usai shalat zuhur di mushala bersama teman-teman. Aku cuma merapikan kerudung. Sementara yang lain sibuk menyemprotkan wewangian dan menggunakan bedak yang tersedia dalam tas masing-masing. Glek. Ini apakah aku terlalu cuek? Rasanya sih enggak karena aku selalu bawa tissue dan hand sanitizer di tas :P

Perubahan tidak melulu soal fisik semata. Coba perhatikan, topik obrolan ketika berkumpul dengan teman-teman tidak lagi melulu soal si-ini-ngeselin atau nilai-ujianku-jelek. Bahan pembicaraan berubah. Meskipun tidak selalu begitu, tapi tanpa kita sadari, pembicaraan santai dengan teman saat makan, atau usai nonton film bisa jadi berbobot.

Tiap tahunnya aku selalu merasa, persaingan di dunia ini makin ketat. Siapa yang masih berleha-leha dan bermalas-malasan, ia bakal tertinggal. Banyak orang terlihat santai dalam pembawaan, namun ternyata serius dan punya strategi dalam setiap pemikiran, keputusan, dan tindakan yang ia ambil. Alhasil, mereka yang kita kira biasa saja, tahu-tahu bisa jadi luar biasa karena pergerakan sisi lain dari diri mereka yang tidak terlihat oleh kita.

Hidup makin berat, kalau kepribadian tidak makin kuat dan punya daya saing, bisa tumbang di jalan dan tertinggal. Seperti kata salah satu kakak tingkat, "brand yourself" ! Jadilah top-brand. Tunjukkan dirimu yang unik, berbeda, dan punya nilai lebih dibandingkan orang-orang lain. Iya sedikit demi sedikit, di umur terakhir sebagai 'teenager' ini aku harus berubah.

Slogan 'be yourself' sudah tidak berlaku. Bagaimana kalau dirimu orang yang pemalas dan terlalu cuek? Harusnya 'be the best of yourself'. Iya, jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri. Selamat datang 2013, selamat datang umur 20 (hiks) hahaha :D

27 Desember 2012

Sakit




Halo rasanya udah lama sekali enggak menulis blog seperti ini. Cerita tiap detilnya. Postingan ini sepertinya postingan terpanjang tahun ini.

Tiga minggu yang lalu, Senin pagi, ketika bangun tidur kok rasanya badanku aneh. Agak panas. Pengen rasanya enggak ikut kuliah Mikroekonomi jam 07.00 pagi ini, tapi hari ini ada kuis. Jadinya aku tetep kuliah sampe jam 08.40, terus pulang ke kos dan enggak ikut kuliah Metode Kuantitatif. Rupanya badan enggak enak karena penyakit bulanan datang. Ah paling abis tidur siang jadi mendingan. Pikirku.

Minggu itu lagi-lagi aku habiskan untuk banyak kegiatan usai kuliah, dari sore sampai malam. Iya meskipun enggak semuanya hal yang serius. Selain kesana-sini cari sponsor, ngedanus, ngelatih drama musikal, jaga stand, rapat ini itu, diskusi, ada juga ngasih kue buat temen yang ulang tahun atau ngopi malem-malem sama temen-temen -_-

Semua berjalan lancar jaya, sampai pada hari Jum'at malam. Di rapat H-2 kegiatan tahunan Sanggar Juara Festival, kepalaku pusing banget, mata berat, ah pokoknya udah enggak sanggup duduk tegak.

"Ska, kok pucet mukanya?"
"Hah? Enggak kok kak. Ini rapatnya bentar lagi beres kan,"
"Iya pucet banget. Pulang aja duluan. Ini masih lama kayaknya. Kamu ada kuis kan besok,"
"Iyah. Ngg....,"

Setelah mikir agak lama. Akhirnya aku memutuskan buat pulang duluan. Malam ini pertama kalinya di minggu ini aku pulang sendiri tanpa ada yang nganter. Ternyata rasanya pusiiiiiing banget. Ketemu temen satu jurusan yang habis rapat juga.

"Pucet banget sih muka lu,"
"Ah emang iya ya?"
"Iya tau. Udah sakit dari Senin kemaren kan? Udah belajar belom buat kuis besok?"
"Belooom. Abis ini mau belajar,"
"Tidur aja biar nggak makin parah. Besok jadi ke SLB?"
"Iya jadi," T.T

Sampai di kos aduuuh rasanya badan udah enggak karuan. Aku buka laptop dan ngerjain tugas dulu. Karena udah enggak kuat, langsung tidur dan baru belajar pagi-pagi.

Untung kuis pagi itu lumayan gampang, enggak segila kuis minggu sebelumnya. Usai kelas, aku sarapan dan lanjut menuju SLB di belakang sungai Cisadane. Berangkat kesana naik angkot dan jalan kaki (kakak-kakak yang lain udah duluan dua jam yang lalu di lokasi karena mereka kosong hari Sabtu). Macet, panas, pusing. Untung pulangnya dianter sampe kosan. Langsung tidur!

Sorenya aku dan Kak Vina berangkat mau nginep ke desa Pabuaran untuk bantu mobilisasi adik-adik sanggar ke kampus besok jam lima pagi. Deg-degan karena aku enggak hapal jalanannya sementara Kak Vina belum pernah kesana. Kita mau nginep di rumah Teh Dedeh, seorang guru ngaji yang rumahnya biasa kami pakai untuk ngajar tiap Sabtu. Gawatnya, kakak-kakak sanggar belum ngabarin Teh Dedeh kalau malem ini aku dan Kak Vina mau datang.

Pasrah. Kami naik angkot dan turun di Polsek Ciampea. Harusnya dari situ naik ojek ke desa. Tiba-tiba pas mau nyebrang ada yang manggil.

"Teeeh kok ada disini? Mau kemana?" rupanya itu Teh Dedeh. Alhamdulillah!
"Saya mau ke rumah Teteh. Kok Teteh disini ngapain?"
"Mau ke klinik itu, Teh," kata Teh Dedeh sambil nunjukkin klinik di depan Polsek.

Akhirnya Kak Vina ke rumah Teh Dedeh duluan naik ojek yang tadi dinaikin Teh Dedeh. Sementara itu aku nemenin Teh Dedeh berobat. Jam setengah tujuh malem kami naik ojek bertiga ke Pabuaran. Itu mana jalanannya gelap, jelek, licin, jauuuuuh pula hahaha malam minggu yang ekstrim pokoknya.

Sampai di rumah Teh Dedeh, ngobrol dan nonton tv bentar. Jam delapan udah nggak kuat. Aku ke kamar duluan. Dingiiiiin. Sebenernya itu aku enggak bisa tidur. Badan panas banget, aku menggigil. Tapi aku enggak bilang karena enggak mau ngerepotin. Apalagi Teh Dedeh juga lagi sakit. Aku enggak bisa tidur sampe jam sebelas malem. Hiks.

Pagi jam empat udah bangun. Kak Vina bilang aku enggak usah ikut acara hari ini. Ya ampun ini acara udah aku tunggu setahun dan kali ini badan bener-bener enggak memungkinkan untuk diajak kompromi. Okelah mau gimana lagi. Jam setengah enam muterin desa buat manggilin adik-adik di rumah masing-masing.

Begitu semua udah di dalem angkot carteran, kita pamit berangkat ke kampus sama bapak-bapak dan ibu-ibu yang nganterin anaknya.

"Teh, tolong titip anak saya ya biar enggak muntah di jalan," ujar salah seorang ibu.

Aku cuma mengangguk dan senyum. Padahal dalem hati: aduuuh saya juga enggak bisa mastiin saya sendiri enggak bakal muntah di jalan pagi ini bu -___-. Tapi amanah tetep amanah. Selain menahan rasa pusing dan mual diri sendiri, aku juga harus bikin anak-anak ini tetep ceria dan segar karena bagi sebagian besar anak, ini pertama kalinya mereka pergi jauh keluar desa. Jadilah kita nyanyi-nyanyi dan ketawa di dalem angkot.

Sanggar Juara Festival 2012 yang terlewatkan. Adik-adik Pabuaran lagi nyanyi :)

Sampe di kampus, aku ijin enggak ikut dan langsung balik ke kosan. Cari sarapan enggak ada warung yang buka. Bahkan semua minimarket juga belum buka. Itu rasanya bener-bener udah mau pingsan di jalan. Akhirnya nemu satu warung yang buka, beli decolgen. Nemu juga satu tempat nasi uduk yang buka tapi antrinya masyaAllah, harus kuat-kuat nahan diri biar enggak tumbang disitu. Sampai kamar langsung tidur.

Bangun tidur enggak ada perubahan. Obat macam apa ini? Malam itu seketika kamar jadi ramai karena aku sakit, aku langsung ke klinik. Makan, minum obat, tidur. Paginya bolos kuliah. Hahaha jatah kuliah Mikroekonomiku abis T.T satunya gegara fieldtrip ke Bursa Efek, satu lagi gegara sakit ini. Tapi jatah kuliah Metode Kuantitatifku udah abis minggu lalu dengan alasan yang sama pula. Jadi hari ini aku harus kuliah. Tapi tiba-tiba ada jarkom kuliah Metode Kuantitatif dibatalkan terkait pelantikan rektor (Y). Tetep aja kudu ke kampus karena ada tugas kelompok. Pfft.

Minggu ini aku memutuskan untuk enggak berkegiatan apa-apa selain kuliah. Jadi kupu-kupu dulu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Hampa juga ya enggak ada kegiatan.Tapi badan sukses jadi lebih baik. Alhamdulillah.

Sampai pada Sabtu sore, seperti biasa hujan. Habis responsi tambahan Metode Statistik, aku makan mie ayam bersama beberapa orang. Yang lain pulang dulu ke kosan, sementara aku langsung menuju stasiun buat balik ke Jakarta. Udah sebulah lebih mendekam di Bogor. Di perjalanan, badan rasanya kembali enggak enak. Menunjukkan gejala masuk angin. 3 hari di rumah nenek malah sakit. Mual, batuk, pilek, sampe muntah. Ke dokter lagi jadinya.

"Mbak, jangan tidur diatas jam sepuluh malam. Jangan makan buah bergetah ya. Jangan makan apel, mangga, ciki, coklat," sang dokter menyebutkan makanan-makanan yang aku makan minggu lalu -__-

Jadinya sekarang aku minum obat lagi. Lebih banyak pula. Semangat penyembuhan badan!

nb: postingan ini dibuat sambil batuk-batuk

20 Desember 2012

Anak-anak Spesial

menanam benih tomat

Akhir pekan kemarin, aku dan teman-teman Indonesian Youth Act di Bogor berkesempatan untuk datang ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Irsyad di daerah Empang (belakang sungai Cisadane). Dalam kunjungan pertama ini, kami mengajak mereka belajar menanam tomat dengan metode hidroponik.

"kalian kalau pulang naik apa?"
"naik angkot, kak,"
"berapa kali?"
"dua kali,"
"sama siapa? dijemput?"
"sendiri aja,"

Sendiri. Aku nggak habis pikir. Bagaimana bisa anak-anak (atau remaja) ini dibiarkan pulang-pergi sendirian tanpa didampingi orang dewasa. Aku juga nggak paham bagaimana awal cerita mereka menjadi siswa sekolah ini. Seorang anak mengatakan bahwa ia sudah sejak awal bersekolah di SLB, seorang yang lain mengatakan bahwa dirinya pernah bersekolah di sekolah 'biasa' sebelum akhirnya pindah kemari. Aku nggak ngerti kenapa seorang anak laki-laki yang ingin jadi tentara bisa malu sampai menutup muka walau hanya diminta berkenalan di depan kelas.

Betapa begitu banyak yang aku belum tahu. Ini masih awal untuk mengenal dan masuk ke dunia spesial mereka. Bismillah :)