28 Januari 2013

IPB Goes To School #Semarang

Sabtu minggu kemarin aku dan temen-temen, serta mas, mbak Paguyuban Putra Kota Atlas (Patra Atlas) atau yang biasa disebut Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) Semarang jadi panitia di acara IPB Goes To School. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari persiapan sampai hari H.

suasana sosialisasi
IPB Goes To School itu merupakan kegiatan sosialisasi untuk memperkenalkan IPB lebih dalam, terutama kepada anak-anak kelas tiga SMA yang akan lulus tahun ini. Kegiatan ini diadakan di sebuah gedung di dinas perhubungan. Tiap sekolah menengah di Semarang dan sekitarnya diundang maksimal sembilan orang siswa dan satu guru bimbingan konselingnya.

Seringkali masyarakat awam berpikir bahwa pertanian itu enggak penting, enggak elit untuk bekerja di sektor tersebut. Karena jika disebut kata pertanian, yang terlintas di benak mereka yaitu sawah dan cangkul. Padahal pertanian itu luas. Nah kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki pola pikir yang salah seperti itu.

Adik-adik yang datang punya antusiasme yang tinggi. Beberapa dari mereka sempet ngobrol sama aku ketika coffe-break-time dan bertanya macam-macam.

"Mbak, dulu rata-rata nilai MIPA mbak berapa?"
"Grafik nilai rapot mbak dulu meningkat terus nggak?"
"Mbak kita tuh pengen banget tapi minder,"
"Mbak beneran di asrama sekamar berempat? Kok bisa?"


Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Pembicara udah menjelaskan bahwa untuk SNMPTN Undangan memang IPB hanya melihat nilai MIPA dari kelas satu hingga tiga dan rata-rata minimal 75 serta lebih diprioritaskan yang grafik nilainya meningkat. Tapi bukan berarti yang memiliki grafik nilai bergelombang tidak bisa masuk. Soal minder, itu sih penyakit individu yang harus disembuhkan sendiri. Masa mau menyerah sebelum mencoba?

Para guru bimbingan konseling dan siswa juga banyak yang takut kalau biaya hidup disana tinggi seperti di Bandung dan Jakarta. Padahal enggak, untuk program sarjana, IPB menyediakan kampus di Dramaga, Kabupaten Bogor. Jadi biaya hidupnya enggak mahal layaknya di kota. Banyak juga yang kaget ketika mengetahui bahwa mahasiswa baru wajib tinggal satu tahun di asrama, satu kamar empat orang. Takut enggak betah katanya. Salah besar itu! Asrama seruuu banget!

cajuput candy/ permen kayu putih di meja pameran produk IPB

Dulu aku waktu daftar SNMPTN Undangan juga enggak terlalu banyak mikir soal passing grade, peringkat, dll. Nggak ada PTN yang "aku-pengen-banget-masuk-ke-situ".

"Ayah, aku mau ambil jurusan ini nih. Dimana ya enaknya?"
"Di IPB aja teh. Keren loh,"
"Emangnya ada?"
"Ada lah,"

Langsung aku cek di internet mengenai jurusan/ departemen di IPB, kualitas kampus, penilaian pihak luar mengenai mahasiswa-mahasiswa disana, sampe ke blog-blog para mahasiswa untuk mengetahui bagaimana kehidupan sehari-hari disana. Tanpa ragu, aku langsung pilih.

Jangan memilih jurusan kuliah hanya karena menurut kebanyakan orang bahwa jurusan tersebut potensial untuk mendapatkan pekerjaan. Pilih sesuai passion. Jangan terlalu berpikiran sempit dan kaku deh pokoknya. Selamat menempuh ujian nasional dengan jujur, biar dimudahkan melanjutkan ke tingkat selanjutnya!

printscreen sekitar 1,5 tahun lalu, di malam pengumuman seleksi SNMPTN Undangan, rasanya super lega

Tidak ada komentar: