10 Februari 2013

Belajar Bahasa Mandarin di Tahun Baru Cina

Di hari terakhir liburan dan bertepatan dengan Tahun Baru Cina, aku main bareng kakak-kakak dan adik-adik Sanggar Juara yang di Situleutik. Kali ini kami ditemenin sama tim AIESEC IPB dan dua orang exchange participants (EPs) dari Cina, namanya Shaun dan Stacy. Nama Indonesia mereka adalah Bambang dan Juminten.

Kami janjian di depan BNI pukul setengah delapan. Setelah ketemu sama mereka, kami langsung jalan kaki menuju lokasi. Usai menyebrang, kami lewat gang kecil di sebelah Bakso Favorit, tiba-tiba Stacy teriak sangat panjang dan keras, "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,". Kira-kira sepanjang itu selama satu menitan. Aku ada di barisan paling depan dan super kaget. Waktu aku tanya what's wrong with her, ternyata Stacy ketakutan karena ada kucing lewat -_____-

Aku cerita sama Galih (temen sekelas yang juga AIESEC, tapi nggak ikut kegiatan hari itu) soal ini. Rupanya waktu para EPs dan tim AIESEC mengunjungi Taman Safari, si Stacy nangis karena dia takut semua hewan. Apalagi kalau di Taman Safari kita bener-bener deket dengan berbagai hewan, cuma dibatasi kaca mobil. Wah ada-ada aja yah.

Oke kembali ke perjalanan menuju Situleutik. Banyak kucing dan ayam berkeliaran sepanjang jalan (Indonesia gituloh). Stacy sepertinya bisa bertoleransi sama para ayam. Tapi untuk kucing, akhirnya Shaun berbaik hati menggendong dan menyingkirkan kucing-kucing yang ada di sepanjang jalan yang kami lalui.

Akhirnya kami sampai di lokasi SD dengan selamat tanpa teriakan Stacy yang cetar membahana lagi. Aku dan Kak Dwi jadi MC dadakan. Kegiatan pagi itu dimulai dengan doa, jargon Sanggar Juara dan nyanyi Share Banana. Shaun dan Stacy ngajarin bahasa Mandarin. Ni hao, Wo Ai Ni, Wo Xiang Ni, dll. Walaupun susah, alhamdulillah adik-adik antusias.

Setelah itu kami membuat pigura dari kardus bekas. Adik-adik dibagi menjadi lima tim dan berkreasi sesuka hati mereka. Setelah itu, Shaun dan Stacy memilih satu kelompok yang menurut mereka paling kreatif dan paling bagus untuk diberi penghargaan. 

Feber dan Mbak Yustika ngebantuin adik-adik bikin pigura dari kardus


story telling dari Shaun, diterjemahin oleh Kak Asta

Shaun dan Stacy ngajarin adik-adik menyanyi head and shoulders, knees and toe dan menyebutkan anggota tubuh dengan bahasa Cina. Hahaha seru deh adik-adiknya super antusias. Lalu Shaun mendongeng tentang kambing kecil yang menyebrang sungai dan adik-adik menggali makna yang dapat diambil dari cerita tersebut. Terakhir, ada persembahan tari Saman dari adik-adik Sanggar Juara :)

Usai dari Situleutik, aku makan bareng Citra, Nindya, Kak Dwi dan Kak Syifa di Yellow Corner. Kami dapet oleh-oleh coklat kurma dari Mega yang baru pulang abis umroh. Kami juga banyak ngobrol soal sistem pendidikan anak. Seru deh apalagi ada Kak Dwi dari jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen yang udah dapet banyak ilmu lewat perkuliahan. Soal anak autis, pengembangan karakter, dll. Kak Syifa (Presiden Sanggar Juara) juga banyak cerita soal latar belakang adik-adik di Pabuaran yang enggak terduga. 

Ternyata anak autis seharusnya diperlakukan seperti anak biasa. Disekolahkan di sekolah biasa. Sayangnya banyak sekolah biasa yang tidak mau menerima, maka dari itu diadakan sekolah luar biasa. Masih banyak lagi topik obrolan yang pengen aku gali saking penasarannya, tapi udah siang. Panas banget pula. Jadi balik deh ke kosan.

Habis tidur siang dan mandi, aku mau ke gladiator kampus buat reuni lorong tujuh asrama TPB IPB. Yeay kangen banget sama loju, lorong paling berisik. Sayangnya hujan deras muncul dan waktu janjian jadi diundur. Aku berangkat bareng Cuneng, temen sekamar dulu hahaha dia ospeknya akhirnya beres juga, sekarang dia aktif di BEM FPIK kiw kiw. Setelah pada kumpul, kami makan ayam bakar di depan Al-Amin gratis! Dibayarin duit sisa kas lorong hahaha horeee. Udah lama kangen dan pengen kumpul lagi sama Oneng, Dindo, Ayu, Bu RT, dll. Kami juga kasih cupcakes buat Rica (Umi) yang ulang tahun. Happy Birthday Ricamon!

cuneng dan aku (gendut T_T)

Terus aku ke kosan Kak Nana buat balikin buku Walpole Metode Statistik yang jadi matakuliah interdepartemen semester lalu. Lanjut deh kita ke sekret Koran Kampus buat dateng ke presentasi usaha kaos Kak Wilaga. Di kampus ada banyak orang jualan kaos, tapi yang paling laku tuh yang alfabet lambang fakultas, ABCDEFGHI. Dan aku barutau beberapa bulan lalu kalo itu punyanya Kak Wilaga. Kak Wilaga bilang dulu usaha kaosnya selalu rugi, terus dia baca buku 7 Keajaiban Rezeki-nya Ippo Santhosa, diterapin dan akhirnya usaha kaosnya jadi untung. Kak Nana juga ngajak kami kumpul untuk rapat kecil pra rapat redaksi. Bagi rubrik dan kompartemen.

Alhamdulillah hari ini ketemu banyak orang-orang yang dikangenin. Siap tempur buat semester empat!

2 komentar:

ella mengatakan...

Hehe kyknya seru ya.. Cari ilmu nya dapet, pengalamannya dapet :)

Nadia Azka mengatakan...

super seru!