15 Maret 2013

Buku, Misi Sederhana

Minggu lalu, akhirnya tim Sanggar Juara mengadakan 'upgrading'. Sebenernya aku masih bingung dengan definisi dari upgrading sendiri. Up dan grade. Secara bahasa, berarti artinya meningkatkan level diri-kah (?). Apapun deh, yang jelas lingkungan sekitar mengartikan upgrading pada umumnya sebagai proses untuk menjalin keakraban dan kekompakan untuk anggota baru dalam suatu organisasi.

persiapan

Tahun lalu sebagai anggota baru aku nggak ikut upgrading Sanggar Juara karena ada pelatihan jurnalistik bareng Tempo dan Radar Bogor. Jadi, ini pertama kalinya aku ikut upgrading yeaah! Kegiatan upgrading pengenalan masing-masing individu pengenalan organisasi lebih dalam, dan permainan berkelompok, yaitu pemaparan papan visi (vision board).


pemaparan papan visi oleh salah satu anggota baru

Tahun ini banyak papan visi yang keren, dari segi desain maupun isi.Yang menarik, mayoritas dari mereka bercita-cita jadi seorang entrepreneur. Tepuk tangan deh hehehe, jarang sekali habisnya rata-rata orang hanya ingin menjadi pekerja di perusahaan milik orang lain.

Ngomong-ngomong soal visi hidup, aku jadi inget resolusi tahun ini. Bukan resolusi tertulis sih, lebih kepada janji sama diri sendiri. Resolusi ini merupakan bagian dari misi untuk mencapai visi hidup. Awal tahun ini aku baca tempo.co dan menemukan artikel berjudul "40 Resolusi Tahun Baru Paling Populer di Inggris", ini linknya http://www.tempo.co/read/news/2013/01/03/174451906/Ini-40-Resolusi-Tahun-Baru-Paling-Populer. Apa resolusi paling populer nomor satu? Membaca buku lebih banyak tahun ini.

Kedengarannya sederhana. Cuma baca buku. Walaupun aku suka banget, tapi menyempatkan diri untuk membaca buku selain buku-buku kuliah ternyata susah men! Apalagi sampai rela mengeluarkan uang untuk membelinya. Tapi setiap orang beda-beda sih, ada juga kok yang loyal sama buku. Alternatif selain membeli, sebenernya banyak buku bagus di perpustakaan, tapi yang bikin nggak nyaman adalah ada durasi untuk peminjamannya.


(Not) Alone in Other Land, Kreatif Sampai Mati, Dream Catcher


Dua bulan lalu, aku beli (Not) Alone in Other Land. Bulan lalu aku beli Kreatif Sampai Mati. Bulan ini? Belum beli. Tapi aku akhirnya dapet pinjeman Dream Catcher dari Kak Iqoh, kakak tingkat di Sanggar Juara. Udah lama pengen beli dan baca buku ini, tapi sayangnya tiap ke toko buku selalu tergoda sama buku-buku lain. Kalap gitu kalo udah di gr*media, banyak buku bagus dan pengen dibeli zzzz.

Dikit banget waktu yang aku luangkan buat baca buku selain materi kuliah. Semoga besok-besok bisa mengatasi 'rasa malas' ini. Ohiya mulai tahun ini aku juga punya celengan khusus buat beli buku lho hahaha.

Jadi, pengen punya pengetahuan luas merupakan salah satu visi hidup, sementara salah satu misinya adalah dengan membaca buku dan nabung buat rajin beli buku. Sampe tahu buku-buku yang aku beli bisa berguna buat orang lain di masa depan.

Ngomong-ngomong soal buku, sejak tahun lalu hingga tahun ini, banyak film Indonesia yang diangkat dari buku-buku yang bagus (novel fiksi). Salah satunya, tahun ini kabarnya novel jadul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka bakal dirilis dalam bentuk film. Waktu aku kecil, Ayah bilang kalau Nenekku nangis setelah baca novel ini. Aku pernah meresensi novel berbahasa sulit ini buat tugas sinopsis sastra lama waktu SMP. Nggak nyangka buku ini bakal dijadiin film, pasalnya mayoritas film diadaptasi dari novel populer (jaman sekarang).

Sayangnya, banyak orang yang baru mengetahui atau menyukai buku/ novel yang bersangkutan setelah diadaptasi menjadi sebuah film. Padahal buku/ novelnya udah terbit sejak bertahun-tahun yang lalu. Seorang teman berkomentar, "Orang-orang heboh banget sih sama film X. Pada koar-koar filmnya bagus. Dulu aja waktu novelnya terbit dan gue koar-koar enggak ada yg tertarik buat baca,".

Buat orang-orang yang beralasan nggak suka baca karena buku itu terkesan 'serius'. Aduh sayang banget. Nggak ada buku yang serius, adanya buku yang nggak sesuai sama kesukaan kita. Jadi, pilih buku yang sesuai sama diri kita. Banyak kok. Buku tipe apapun tersedia di toko buku. Asal kitanya enggak males aja kesananya.

1 komentar:

Gita mengatakan...

yaampun azka buku lo yg Botchan msh di gue hehe kapan ya balikinnya. belom tamat ternyata sastra jepang jadul aneh ya. - gita.