02 Maret 2013

Kepala dua, Penelitian, Skripsi, Kerja? Hah?

Hari Jum'at, aku cuma ada satu matakuliah supporting course (sc), yaitu Pengantar Ekonomi Keluarga (PEK) dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK). Kenapa ambil matakuliah itu? Kenapa bisa ngambil matakuliah dari jurusan lain? Bagi mahasiswa non-IPB mungkin bingung. Yah, tapi bukan itu topik bahasan kali ini.

Di kelas PEK pagi itu ada seorang senior yang maju ke depan kelas untuk menuliskan jawaban tugas. Setau aku itu kan angkatan 46. Sementara PEK ini matakuliah untuk angkatan 48. Nggak mungkin kalau si senior itu pengulang matakuliah karena aku tau si senior itu merupakan salah satu mahasiswi berprestasi.

Aku tanya ke mahasiswi jurusan IKK yang duduk di sebelah aku, "Eh kakak itu angkatan 46 kan? Kok dia baru ngambil matakuliah ini sekarang?"
"Iya. Mungkin dia ngehabisin matakuliah minor dulu, jadi mayornya baru diambil sekarang. Banyak senior yang begitu,"

Malamnya, ada rapat umum kegiatan Stock Day (program kerja Himpro Manajemen), sayangnya aku nggak bisa ikut. Maaf temen-temen. Ada verifikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan aku nggak bisa bantu banyak. Selain memang karena nggak paham prosedurnya, aku ikut kumpul rutin Klub Bacot Marketing.

Di akhir pertemuan, kakak-kakak senior angkatan 46 bilang, "Mungkin setelah ini kami nggak akan bisa se-intens ini ketemu kalian karena kami harus penelitian untuk skripsi,".

Penelitian. Skripsi. Aduh. Belum terbayang.

Usai kumpul, aku menuju sekretariat Koran Kampus dan mendapati orang-orang lagi makan kue ulang tahun. Yah, aku ketinggalan sesi pemberian kue buat si Shaun the Sheep, Fadhli. Karena jam malam student center, kita keluar untuk memberi surprise siraman air barbar kepada Shaun (dan ternyata dia udah bawa kaos cadangan!), kemudian ditraktir makan-makan!

Tadinya mau di Mie Aceh di jalan raya Dramaga. Tapi mie-nya ternyata udah abis. Saking bingungnya mau kemana, kita makan di emperan Babakan Raya (Bara) dan pesen makanan dan minuman dari gerobak terdekat. Hahaha seru, unik, murah meriah. Setelah tahun lalu pernah kemping di Cikabayan (kebun penelitian IPB yang jauh dan terpencil), ini salah satu malam ter-aneh bersama orang-orang ini.

mie rebus, roti bakar, pisang bakar, kopi, susu, teh. pura-puranya lagi di angkringan Jogja

Sambil nungguin makanan datang, Kak Wilaga cerita betapa sedihnya kalo ke kampus ngeliat orang-orang kuliah sementara dia udah enggak kuliah. Ya, semester delapan, ngurus skripsi.

Terus Nanda tanya, "Kak, abis lulus lu mau ngapain?"
*kemudian hening.

"Ya maunya punya usaha sendiri lah!". Aamiin kak!

Ya ampun, teman-temanku yang seangkatan udah pada berumur 20 tahun! Yang angkatan atas bahkan udah berumur 21, 22! Kepala dua lho. Dulu sih waktu kecil aku mikir kalo umur kepala dua itu ya buat tante-tante dan om-om.

Belom siap rasanya meninggalkan status sebagai teenagers.

Tidak ada komentar: