16 Maret 2013

Paralien

di hari terakhir sekelas bareng jaman TPB.

Siapa tuh? Itu orang-orang aneh yang aku kenal selama hampir satu setengah tahun kuliah. Kami berasal dari berbagai departemen/ jurusan yang berbeda. Tahun pertama di kampus, kami masih berada dalam tahap Tingkat Persiapan Bersama (TPB) dimana kami masih harus mengambil matakuliah dasar dan umum dan belum bisa dikatakan resmi masuk jurusan tertentu. Kami digabungkan di dalam kelas yang mahasiswanya berasal dari berbagai jurusan. Kalau orang-orang bilang bahwa menemukan teman apalagi sahabat yang tulus di dunia perkuliahan itu sulit, itu salah!

Kami biasa mengerjakan tugas, berangkat, dan pulang kuliah bareng (iyah soalnya dulu kan tinggal di asrama). Kami juga suka makan usai kuliah maupun olahraga sore hari. Mulai dari bakso gepeng yang nggak gepeng-gepeng amat depan alfamart, ayam sambel cowet, sop tahu dahlia, sampai fuyunghai di mulyasari (tempat makan yg nunggunya makanannya dateng lama banget). Sampai sekarang kalau ke tempat-tempat itu lagi, rasanya aneh kalau nggak sama mereka hahaha.

ujian senam TPB. yang kedua dari kanan namanya Finda, asal Jambi, dia naik ojek dari asrama ke gymnasium (nggak ada satu kilo) waktu latihan senam jam setengah enam pagi huahahah

Setelah masuk departemen, rasanya juga aneh. Hei, nggak ada lagi yang berteriak di depan kamarmu untuk berangkat kuliah, nggak ada lagi yang mengingatkanmu untuk belajar dan mengerjakan PR bersama, nggak ada lagi makan di tempat yang berbeda-beda, dan nggak ada lagi teman mengobrol selama pulang. Pengalaman adaptasi kehilangan temen-temen TPB dan asrama merupakan perpaduan yang berat.

Eh bukan kehilangan, lebih tepatnya berkurangnya penampakan mereka dalam keseharian. 

Aku masih ketemu sama beberapa temen TPB di kelas interdepartemen waktu semester tiga. Tiap Rabu, kami makan siang di Bread Unit. Atau kalau terlampau lapar dan ingin nasi, kami makan di kantin Sapta. Atau kalau sedang gila, kami jalan kaki melewati hutan untuk makan di Blue Corner, kantin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Mereka masih ada. Di saat genting aku belum beli buku pengantar akuntansi, sementara besok pagi jam tujuh ada responsi dan wajib bawa buku, aku telepon Syifa dan dengan baik hati dia akan meminjamkan. Di saat gawat jam sepuluh malam aku nggak paham materi metode statistika semestara besok pagi ujian tengah semester, aku telepon Eno dan langsung menuju kontrakannya untuk diajarin sampai lewat tengah malam. Di saat kapanpun aku mau numpang tidur siang disela kuliah, aku menuju kontrakan Lina dan Rika. Dan di saat aku menemukan suatu fenomena aneh, Ipeh dengan cepat akan menanggapi dan ikut mengomentari setelah aku kirim sms.

Nggak cuma yang namanya aku sebut di paragraf sebelumnya, masih banyak, ada Della yang dihadiahi alat-alat mandi serba pink ketika ulang tahun, ada Finda yang tiba-tiba sms "apa kabar alien" ketika liburan, ada Hilda si beyonce yang rela mengajari aku mikroekonomi untuk ujian akhir. Dan masih banyak lagi juga teman-teman mereka yang baru aku temui ternyata aneh juga hahaha.

Kami masih menyempatkan diri bertemu beberapa menit untuk sekadar menceritakan hal-hal bodoh dan mengejutkan yang terjadi, menonton kalau ada film yang menarik, berbelanja hal yang dibutuhkan ketika ada satu hari libur nasional, dan yang baru saja pagi ini dilakukan adalah meng-sms hal yang tidak penting.

"Huh aku terjebak di forum membosankan bersama kakak-kakak bercelana bahan!"
"Hahaha celana bahan! Aku sedang di pembukaan bina desa bersama blupblupblup loh!"

Itu sms Ipeh kyahaha sekarang dia sangat sibuk dengan badan eksekutif di fakultas. Bahkan ketika kami ingin bepergian di akhir pekan dua minggu lalu, aku terlalu cepat datang di tempat janjian, sementara dua teman kami yang juga akan ikut bepergian masih berleha-leha di kontrakan. Oke, aku cengo sendirian menunggu 'orang yang biasanya main Jojo Fashion Show di asrama' selesai rapat bem, hahaha gaul emang sekarang nih si Ipeh.

Aku kira sebelumnya cerita dan minta pendapat siapapun itu sama aja. Aku pernah ada di fase bingung mengenai apa yang sebaiknya dilakukan dan aku minta pendapat seorang teman yang baik hati dan bijak. Dia memberi aku nasihat dan mengucapkan quotes yang keren. Sayangnya nasihat bijak dan quotenya nggak bikin aku berkata "oooh" ataupun mengangguk dalam hati.

Sementara ketika aku bercerita dengan lantang, bebas dan lepas kepada orang-orang ini, mereka dengan kata-kata sederhana dan tanpa konotasi apapun bisa membuat aku berkata "ooh gitu ya!" dan mengiyakan. Oke, aku ternyata bukan tipe orang yang gampang tersentuh dengan quotes. 

Ya, kami bukan tetipe orang yang suka dan menikmati kegalauan. Mereka tipikal orang-orang yang selalu bahagia. Mereka orang-orang yang mau diajak main dengan cara aneh dan antimainstream, naik angkot manapun yang kita enggak tahu, turun dimanapun dan mulai berpetualang. Iyah, seaneh itu. Kalau diibaratkan dengan serial komedi "How I Met Your Mother", mereka itu bagai Ted, Robin, Marshall, Lily, dan Barney versi perempuan dan nyata.

Keep calm and keep being an alien :D

Tidak ada komentar: