27 April 2013

9 Summers 10 Autumn; Esensi Pulang ke Rumah

Ketika seseorang tengah berada di puncak karir yang ia impikan, ketika seseorang sudah berada di lokasi yang jauh lebih baik daripada sebelumnya, rasa-rasanya perlu dipertanyakan mengapa ia memilih untuk kembali. Satu kata cukup untuk menjadi jawaban Iwan Setyawan ketika ditanya mengapa ia memilih untuk pulang ke Kota Apel (Malang) setelah bekerja dan menempati jabatan tinggi di perusahaan data analis ternama di The Big Apple City (New York). Jawabannya yaitu keluarga.

novel 9 Summers 10 Autumns
Aku baca novel ini atas saran Hani (makasih Hani :D). Aku baca waktu berkemah di Cikabayan tahun lalu. Isinya cenderung datar tanpa konflik atau emosi perasaan yang diluapkan. Nah tahun ini kebetulan film-nya keluar. Berhubung ini tokohnya anak IPB, ada adegan shooting di IPB juga walaupun di kampus Baranangsiang. Soalnya waktu jamannya Mas Iwan kuliah, kampus IPB pusatnya masih di Baranangsiang, program S1 belum dipindahkan ke Dramaga.

Udah sejak lama, aku dan temen-temen sekelas Manajemen48 janjian mau nonton bareng film ini di hari pertama rilis. Tadinya takut kehabisan tiket, apalagi jumlah kami sekelas banyak banget. Untung ada Alul yang punya temen yang kerja di Bioskop 21, jadi kita dimudahkan. Kami nonton di bioskop yang paling murah hahaha hemat anak-anak kos. Nggak semua bisa ikut karena beberapa anak ada yang berkegiatan lain, ada responsi minor, dll. Total 75 anak yang ikut, tetep banyak ya! Kami bahkan bawa bendera angkatan lho!

Rasanya kami cukup berisik berasa kelas sendiri di dalam studio (maaf ya penonton lain). Ada adegan waktu Mas Iwan mau lomba nyanyi, sebelum ia tampil anak perempuan yang tampil bernama Krisdayanti.

"Hahaha Krisdayanti,"
"Wakaka lawak,"
"Oi beneran tau dia temen SDnya Krisdayanti. Ada di novel,"
"Hah beneran?"

Hahaha waktu dulu baca novelnya aku juga kaget menemukan fakta bahwa Mas Iwan ini temen SDnya Krisdayanti yang penyanyi itu.

9 Summers 10 Autumns The Movie

Anyway, judul 9 Summers 10 Autumns ini merupakan perlambang lamanya Mas Iwan bekerja di New York sebelum akhirnya mendapat panggilan hati untuk pulang kembali ke Batu, Malang. Mas Iwan menyadari bahwa ia ingin pulang ke rumah untuk kembali hidup bahagia bersama keluarganya setelah melewati sembilan musim panas dan sepuluh musim gugur di New York.

Tidak ada komentar: