04 Mei 2013

Teori Pohon Kuat dan Pohon Bambu

Jumat kemarin aku berkesempatan buat ketemu Kak Jonathan Christian untuk suatu keperluan. Selain Kak Jojo, sore itu ada juga Kak Zamzam (IPB), Kak Nicky (Prasmul), Kak Anggun (Univ Bakrie), Bryant (Sampoerna), dan Fioni (Atmajaya). Kami ber-enam tergolong orang-orang yang dituduh perfeksionis oleh orang-orang sekitar maupun dari pendapat internal diri kami sendiri.

"Wah, kalo perfeksionis biasanya moody tuh," ujar Kak Jojo sambil ketawa.

Ada teori menarik yang sedikit menohok orang-orang perfeksionis yang diceritakan oleh Kak Jojo sore itu. Teori pohon kuat dan pohon bambu.

"Pernah liat pohon tumbang?" tanya Kak Jojo.
"Pernaaah," kami serempak menjawab.
"Nah biasanya pohon yang tumbang itu pohon yang kuat kan," tambahnya.

Kak Jojo mengibaratkan orang-orang perfeksionis itu sebagai pohon yang kokoh dan kuat. Punya pendirian, standarisasi, dan berusaha keras untuk mempertahankannya. Tapi jika pohon tersebut diterpa angin yang lebih kuat, pohon itu akan tumbang. Jatuh. Dan sulit untuk bangkit lagi.

Berbeda halnya dengan pohon bambu. Pohon yang satu ini selalu bergerak mengikuti angin, seberapa besarpun anginnya, pohon bambu selalu bisa bertahan dan sangat jarang tumbang. Bergerak mengikuti angin bukan berarti nggak punya pendirian, tapi merupakan bentuk adaptasi menyesuaikan diri khususnya pada standarisasi terhadap kondisi lingkungan.

"Coba deh sesekali jadi pohon bambu,"

Pohon bambu ya. Iya memang sesekali harus belajar jadi pohon yang berbeda-beda. Sesekali harus memahami lingkungan sekitar lebih dalam dan tidak terlalu menuntut standar yang kita tentukan terpenuhi.

1 komentar:

Rina mengatakan...

semoga dalam hidup ini kita bisa seperti pohon bambu yang mampu bertahan di tengah gemburan hidup yang sangat berat ...