14 Juli 2013

Buku Panduan Buat Perempuan

Beberapa tahun lalu ketika masih jadi anak baru gede alias ABG yang duduk di bangku SMP, aku banyak baca buku soal pengembangan diri, khususnya buat perempuan. Kenapa? Soalnya menurut aku penting untuk belajar dari berbagai sisi yang akan menentukan kehidupan aku ke depannya, bagaimana aku bersikap, bertindak untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup yang akan berefek pada 'aku' di masa yang akan datang. Maaf kalau aneh (=_=)

Buku-buku yang aku baca tergolong kategori ringan karena segmentasinya memang remaja. Penerbit favorit aku untuk buku-buku terbitan lokal adalah Lingkar Pena. Sementara untuk buku-buku terjemahan dari luar negeri, penerbit Kaifa For Teens selalu jadi andalan.

Jilbab Pertamaku (disusun oleh Asma Nadia), Jangan Jadi Muslimah Nyebelin (ditulis oleh Asma Nadia)

Buku Jilbab Pertamaku dan Jangan Jadi Muslimah Nyebelin yang aku beli, ditambah beberapa buku lain yang disusun dengan sangat cerdas dan menarik oleh Asma Nadia bikin aku nggak sungkan untuk beli buku-buku terbitan Lingkar Pena yang lain.

Tapi kadang-kadang, beli buku juga bisa bikin kecewa karena isinya yang menurut aku enggak pas. Bisa dilihat dari sisi gaya penulisan, ilustrasi, maupun pesan-pesan yang disampaikan di dalamnya. Contohnya dua buku ini. Enggak sepenuhnya aku nggak suka, cuma ada beberapa bagian yang menurutku nggak bagus sehingga mempengaruhi penilaian keseluruhan terhadap dua buku ini.

satunya dari Lingkar Pena. satunya dari Mizan.

satunya dari Girlosophy. satunya dari Kaifa For Teens.

Girlosophy sebenernya cukup banyak menerbitkan buku-buku pengembangan diri buat perempuan. Tapi setelah aku coba beli satu karena ilustrasi sampul mereka bagus-bagus, aku jadi merasa rugi. Bukan berarti buku ini jelek, bukan, cuma ada bagian yang menurut aku 'nggak pantas' untuk diterapkan.

Kalau buku yang di sebelah kiri itu bagus tuh, judulnya How To Be A Nice Girl (judul asli; Girls, What's so Bad About Being Good?), terbitan Kaifa For Teens. Sebelum beli buku ini, aku udah pernah baca buku-buku terbitan Kaifa For Teens yang lain seperti I Love Me, Sekolah Siapa Takut, It's My Life, dll.



How To Be A Nice Girl ditulis oleh seorang ibu psikolog bersama anak perempuannya yang masih remaja. Buku ini diposisikan untuk jadi buku panduan remaja perempuan mengenai tumbuh dewasa. Penulis menuliskan bahwa buku ini ditujukan "untuk semua remaja perempuan di manapun mereka berada yang ingin melewati masa muda yang seru tanpa kehilangan jati diri".

Bagian pertama buku ini mengajak pembaca untuk mengerti diri sendiri secara mental maupun fisik, serta mengajak pembaca menentukan sisi uniknya masing-masing. Bagian berikutnya mengajak pembacanya untuk menjadi perempuan yang tegas dan percaya diri, menjadi pemimpin, dan menghadapi tekanan. Selain itu, buku ini juga memberikan kiat-kiat untuk membangun hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar. Nggak cuma itu, disini juga dijelaskan bagaimana mengatasi tantangan-tantangan remaja dengan pilihan cerdas seperti bagaimana jika mengalami pelecehan seksual, diajak teman minum alkohol, merokok, menggunakan narkoba, serta menghadapi teman yang senang menganggu. Nggak ketinggalan, tentu aja ada pemahaman mengenai pentingnya belajar dan sekolah.

Selain lima bab mengenai hal-hal umum diatas, buku ini juga mengajak pembaca untuk berpikir dan bertindak lebih jauh lagi. Bab berikutnya mengenai mewujudkan banyak hal. Pembaca diminta menentukan tindakan dan membuat perubahan di lingkungannya, bagaimana memilih organisasi, memilih teman bekerja, dan membuat proyek. Pembaca juga diajak untuk berpikir global mengenai dunia di bab berikutnya. Perlunya mengeksplorasi budaya negara masing-masing, berlatih bahasa asing, dll. Bab terakhir mengangkat tema teruslah bermimpi dan membawa pembaca untuk merancang masa depan, membuat target, menentukan karir, mengelola uang dan mengatasi stress.

Hal-hal yang ingin aku wujudkan setelah membaca buku ini beberapa tahun lalu, baru terwujud sebagian selama dua tahun ini setelah lulus SMA. Dulu aku sering nyalahin keadaan, ah disini nggak ada kegiatan yang kayak begini sih dan lalala ternyata memang aku yang kurang belajar dan mengeksplorasi diri.

Nah, jadi kalau kalian punya adik, saudara, keponakan, atau bahkan anak perempuan ada baiknya baca buku panduan pengembangan diri dan memantau serta membantu mereka untuk menjalani hidup agar waktunya nggak terbuang sia-sia dengan hanya sekolah formal dan main aja. Walaupun nggak menjamin untuk jadi nice girl beneran, seenggaknya udah berusaha memperbaiki diri.

Perempuan harus banyak belajar karena hidup nggak cuma sekedar mencari gelar semata buat dapet pekerjaaan. Apalagi perempuan harus banyak bekal, terlebih untuk menjalankan pekerjaan utama sebagai istri dan ibu yang baik.

Ada baiknya juga mulai sekarang belajar jadi ibu profesional dengan ikut kuliah online Ibu Profesional (ini rekomendasi dari Kak Syifa). Mau kerja aja sampe sekolah formal bertahun-tahun, masa mau jadi ibu nggak belajar dari sekarang? Ohiya, selamat puasa :D

3 komentar:

Laras mengatakan...

gue ikutan loh nad yg kuliah online tea. haha ayo ikut juga.

Vanessa Praditasari mengatakan...

Wah bacaan kita sama pas jaman ABG. Aku juga punya yang cewek buka-bukaan sama jangan jadi muslimah nyebelin hahahaha~

Dan sayangnya sekarang aku gak tau buku-buku itu udah dimana -__-

Nadia Azka mengatakan...

Laras; semester kemarin jadwalnya kuliah online-nya nggak pas ras.

Vanes; aku nggak suka yg cewek buka-bukaan nes. terlalu menghakimi muslimah lain kesannya :/