29 Juli 2013

Dari Selatan ke Utara

Siapa yang enggak tau Sahabat Anak? Yayasan yang udah berdiri sejak belasan tahun lalu ini selalu aktif dan inovatif dalam setiap kegiatan-kegiatan untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak Indonesia. Tahun lalu, aku baru tau kalau ada acara yang namanya Jambore Sahabat Anak (JSA), perkemahan dua hari satu malam yang dikhususkan bagi anak-anak kaum marginal dimana pada saat itu mereka 'libur' alias bisa bersenang-senang tanpa harus bekerja di jalan dan memikirkan setoran.

Aku lihat berita di televisi maupun di internet, JSA begitu marak dibahas dan siapa yang nggak tertarik coba? Sayangnya tahun lalu aku terlambat mengetahui rekrutmen relawan dan terlanjur pulang ke Semarang saat libur kuliah. Tahun lalu juga, aku janji sama diri sendiri bahwa tahun berikutnya aku nggak boleh ketinggalan informasi dan harus jadi relawan di JSA. Aku nggak bisa kasih banyak hal untuk bantu mereka. Aku nggak bisa secara rutin bolak-balik Jakarta-Bogor untuk berbagi sama mereka. Jadi ya kenapa enggak sumbang tenaga untuk dua hari satu malam.

Aku ikut briefing hari Minggu, janjiannya pukul 15.00 WIB di Museum Bank Mandiri, Kota Tua. Karena hari Minggu di daerah Cipulir pasti macet, aku berangkat pukul 12.30. Dan benar, rupanya selama 45 menit di kemacetan, metromini yang aku naikin bahkan nggak maju mencapai 100m. Orang-orang pada belanja buat beli baju lebaran mungkin.

Akhirnya aku sampai di Terminal Blok M pukul 13.50 dan langsung menuju loket bus transjakarta atau nama salahnya; busway. Tapi kok ini antrian di depan loket panjaaaaaaaaaaaang banget? Rupanya loket ditutup karena busway enggak jalan. Beberapa orang protes ke petugas. Entah alasannya apa, ada yang bilang karena banjir, ada yang bilang karena lagi pengisian bahan bakar gas, dll. Yang jelas saat itu udah pukul 14.00 dan busway nggak jelas kapan muncul.

Sempet mau cari bus ke arah Kota. Tapi Jakarta hari ini terlalu macet dan kalau naik bus biasa, aku bisa nyampe Kota pukul 17.00. Akhirnya aku memutuskan untuk naik bus sampai Stasiun Cawang, lalu naik kereta ke arah Kota. Tapi bus ke Cawang nggak muncul-muncul. Disini mulai frustasi. Apa aku enggak jadi aja ya ikut briefing dan otomatis batal jadi relawan. Toh tanggal 23-25 Agustus ada alternatif ikut acara lain di puncak. Tapi aku jadi inget kalimat, "Mau aja apa mau banget?".

Aku mau banget. Mau banget dari tahun lalu malah jadi relawan di JSA. Pokoknya aku harus berusaha keras gimanapun juga untuk sampai di Kota pukul 15.00. Akhirnya aku ngojek ke Stasiun Cawang. Langsung beli tiket kereta (murah cuma 3500! sebelumnya 9000 padahal). Sampai di Stasiun Kota jalan supercepat nyariin Museum Bank Mandiri. Mana kumpulnya di lantai 2 (kalo naik lift), liftnya penuh, naik tangga kenyataannya di lantai 6 (emang aneh ini lantai museum). Akhirnya aku sampai di depan ruangan pukul 14.57! Yeeee!

Ohiya, pokoknya briefingnya seru. Aku datang sendirian enggak kenal siapa-siapa, pulang-pulang kenal banyak temen baru. Aku ditugaskan untuk mendampingi anak-anak di daerah Buaran, Klender. Kumpul bareng temen-temen sekelompok dan membahas mau ngapain aja disana plus dapat kolak biji salak, nasi uduk, dan ayam. Pulangnya alhamdulillah ada busway walaupun nunggunya lama dan aku harus berdiri sepanjang jalan. Hahaha senangnya ~

Tidak ada komentar: