26 Agustus 2013

Jambore Sahabat Anak

Pagi itu aku sudah sampai di Bumi Perkemahan Ragunan. Sembari duduk di pos satpam sambil menunggu, aku lihat banyak tenda hijau ukuran besar sudah terpasang dimana-mana, gerombolan anak-anak mengenakan kaos yang sama turun dari bus sambil menyanyikan yel-yel, dan senyum sumringah terpampang di setiap wajah. Saatnya Jambore Sahabat Anak ke17!

dikasih foto dalam bentuk print-out loh. ini fotonya aku foto.

Aku jadi pendamping/ relawan di kelompok Buaran 2 yang disebut kelompok Compact Disc. Tema tahun ini tentang penemuan. Setelah disambut meriah oleh panitia dan diajak berfoto bersama, kami menuju tenda yang terletak tidak jauh dari panggung utama. Wiiih kelompok sebelah sudah mulai menghias tendanya masing-masing. Meriah. Seru!

Jambore Sahabat Anak merupakan acara tahunan untuk anak-anak marginal. Selain kawasan Jabodetabek, ada juga anak-anak dari Bandung dan Jogjakarta. Acara ini memang dikhususukan untuk menyenangkan hati anak-anak marginal. Mereka yang mayoritas biasa mencari lembaran uang dan kepingan koin di jalanan untuk disetorkan kepada inang masing-masing, dua hari ini bisa istirahat dan bermain sepuasnya layaknya anak-anak dari kaum mampu.

Tema Jambore Sahabat Anak tahun ini adalah Aku Berharga, Aku Berkarya. Anak-anak Indonesia, terutama anak-anak marginal, juga sama seperti anak-anak lain. Mereka perlu dihargai. Mereka perlu diberi ruang untuk berkarya. Mereka perlu diberi kesempatan untuk berkontribusi untuk lingkungannya. Oleh karena itulah sebelum Jambore, pihak Sahabat Anak mengadakan program Karya Anak Indonesia (KADO), semacam perlombaan proyek sosial yang pelaksananya merupakan anak-anak marginal dibantu para relawan. Ternyata mereka hebat-hebat loh proyeknya!

Di acara Jambore, anak-anak diberikan penekanan bahwa mereka sesungguhnya berharga, mereka bisa menghasilkan karya untuk Indonesia lewat lagu-lagu, panggung boneka, workshop, dan games. Banyak kreativitas yang pengetahuan yang diberikan oleh pihak-pihak yang mendukung agar anak-anak marginal ini tetap punya harapan dan semangat bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Anak-anak ini juga dipertemukan dengan teman mereka yang memiliki disabilitas namun banyak prestasinya, supaya mereka sadar bahwa berkarya itu bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk kaum mereka.

Hari pertama, adik-adik diajak ikut berbagai jenis workshop. Aku pikir akan membosankan, tapi rupanya seru ahahah. Ada workshop tentang pertanian organik, belajar sulap, bikin kopi, dll. Adik-adik senang. Apalagi ketika makan siang, kita dapat nasi tim ayam jamur dari Bakmi GM dan Hop Hop rasa strawberry. Duh berkemah yang mewah hahaha jadi enak.


ngobrol bareng penderita tunagraphita di dalam tenda

Sore harinya, adik-adik diberi seperangkat alat mandi. Mereka wajib mandi! Tapi kamar mandinya dari bilik-bilik bambu dan terpal gitudeh. Untung adik yang aku dampingi sudah SMP jadi nggak perlu menemani mandi seperti yang lainnya. Malam harinya ada panggung boneka dan lagu anak.

Jadi Pendamping/ Relawan/ Kakak
Tiap pendamping/ relawann/ kakak bertanggung jawab pada satu maupun dua anak/ adik. Selain memastikan bahwa si adik hadir dalam setiap kegiatan yang dijadwalkan, si kakak juga harus memastikan bahwa si adik sudah mandi, makan, dan tidak kehausan.

Air minum disediakan di tenda konsumsi panitia. Kami bolak-balik mengisi botol minum ke lokasi yang lumayan jauh. Apalagi kalau siang hari. Ditambah panas dan antri. Kakak-kakak juga membantu mengambil sarapan, makan siang, dan makan malam dari tenda konsumsi.

Kakak-kakak juga wajib menemani adik-adik dalam setiap kegiatan. Membantu mengatur barisan, menunjukkan jalan ke pos berikutnya, menemani nonton panggung boneka, dll. Anehnya si adik-adik ini energinya nggak habis-habis walau bergerak kesana kemari sementara kakak-kakaknya hampir tepar.

Tidur di Tenda
Aku pikir Jakarta nggak dingin-dingin amat kalo malem, jadi aku nggak bawa jaket. Tapi ternyata dingin banget euy tidur beralaskan terpal di dalam tenda. Malem-malem juga ada suara anak kecil mengerang gitu. Serem kan. Rupanya itu si Milani (anak kecil kurus) yang ketindihan temennya, Dina (anak gendut). Duh sabar deh ya Milani. Mana aku juga diusilin anak kecil namanya Teddy, dia gelitik-gelitikin kakiku. Dan entah berapa kali badanku kena lemparan bola koran, mainannya anak-anak sebelum tidur. Yah, namanya juga anak-anak.

Jam setengah dua, aku batuk-batuk dan kebelet pipis! Mana toiletnya horor dan jauh. Orang-orang udah pada tidur nyenyak, yaudah aku ke toilet sendirian. Sepatuku pake acara ilang entah dimana pula.

Hari kedua, kita senam dan goyang caesar! Ini anak-anak jago banget goyang caesarnya. Udah expert. Setelah mandi dan sarapan, adik-adik ikut banyak games! Lumayan banyak hadiah juga. Usai games, ada acara di panggung lagi sambil pengumuman pemenang-pemenang. Alhamdulillah kelompok aku menang bagian apa gitu hadiahnya gede banget. Adik-adik seneng banget.

tenda Rumah Bimbel Senen, kelompok Motor, heboh parah

games lempar bola

Kegiatan ini bikin aku banyak belajar dari kakak-kakak pendamping, adik-adik, panitia, dll. Banyak pekerja (mayoritas kakak pendamping sudah kerja rupanya) yang rela meluangkan akhir pekannya buat adik-adik ini. Salut deh! Pokoknya, terimakasih Jambore Sahabat Anak. Semua senang :D

Tidak ada komentar: