22 September 2013

Malam Sabtuan

Halo! Akhirnya weekend tiba (lagi)! Jumat ini seperti biasa usai kelas Akuntansi Manajemen, aku langsung pulang ke Jakarta. Sore ini aku kontrol kesehatan ke dokter di Rumah Sakit Tebet. Malamnya lanjut ketemu kelompok mentoring Young on Top di Semanggi.

Mentor aku namanya Bunga Mega. Aku udah lumayan kepo profil Mbak Mega sedari tahun lalu. Jauh sebelum aku terpikir untuk daftar Young on Top. Waktu itu ada launching Komunitas CeweQuat, temen SMP aku, Devina, mantan personal assistant-nya Mbak Mega. Dulu aku heran gitu kenapa komunitas ini baru launching tapi followers di akun Twitternya udah banyak, ada webnya, terkenal dimana-mana, launching di tv pula. Ternyata oh ternyata itulah kekuatan jaringan dan pertemanan. Selain founder CeweQuat, Mbak Mega ini juga penulis dan punya event organizer sendiri :)

Aku sering baca dimana-mana, denger dimana-mana kalimat: Find Your Mentor! Mentor memang bisa jadi siapa aja, tapi Thanks God aku bisa gabung di Young on Top dan ketemu Mbak Mega. Manusia emang suka belok-belok, suka menebak-nebak, dan mentor itu bener-bener diperlukan buat ngingetin kita, ngasih tau kita. Oh iya, Mbak Mega kasih kita surprise! Kebetulan bulan ini aku ulang tahun 7 September, Rafel 14 September, dan Adit 18 September. Mbak Mega bawain kita kue ulang tahun lengkap dengan lilinnya horeee!

Birthday Cake from Mentor! Itu tulisannya harusnya Mega, jadi Mesa -__- (dok. Fiona)

Mbak Mega, aku, dan Adit (dok. Fiona)

Tapi Rafel nggak bisa hadir karena jadi LO di acara apa gitu di Binus. Anty juga nggak bisa hadir karena ada kuliah sampai jam enam sore di UI Depok. Sayang banget nggak ada mereka. Topik obrolan kita malam itu banyaaaaaak banget. Tapi yang bikin aku tertarik dan ber-'ooooooh' panjang adalah cerita dari salah satu temen aku, namanya Dea dari Akademi Terapi Wicara. Dea lagi tingkat akhir dan bikin tugas nih. Dea sedang cari pasien yang bersedia jadi objek penelitian dan terapinya.

Dea cari pasien stroke. Pasien stroke ternyata ada dua tipe. Yang pertama, kalau bicara sulit, mengulang kata menjadi 'rarara' atau 'rerere'. Yang kedua, kalau bicara normal, namun sulit mengungkapkan apa yang dimaksud, ini namanya tipe afasia. Tipe afasia kalau ditanya "Siapa nama kamu?", jawabannya suka nggak nyambung, padahal dia tau nama dia sendiri, tapi sulit mengungkapkannya. Tipe afasia inilah yang dicari Dea.

Dea juga cerita soal temannya yang kesulitan mencari pasien gagap. Pasien gagap disebabkan karena dua hal. Yang pertama, ketika hamil ibunya stress dan suka marah-marah sehingga detak jantung cepat direkam si jabang bayi sebagai detak jantung normal. Kedua, pola pengasuhan yang salah, maksudnya sering dibentak atau mendengar orangtua bertengkar hebat.

Yah pokoknya banyak banget deh topik obrolan malam itu. Kapan-kapan aku tulis. Jam sembilan, kita bubar. Mbak Mega dijemput suaminya. Adit balik ke Depok. Arista pulang naik taksi (dia habis ikut Young on Top Campus Roadshow dan dapat banyak sumbangan buku berkardus-kardus buat proyek 'One Million Books'). Dea naik kopaja ke arah Ragunan. Sementara aku dan Fiona jalan kaki ke halte busway. Fiona nggak mau lewat jembatan laknat semanggi katanya hahaha iyasih kasian kaki kita :")

Sampai di terminal blok M, seperti biasa aku langsung ke jalur 6, nungguin metromini 69. Tiba-tiba... wusssssss..... cepet banget gitu metromininya lewat aja ngebut. Aku jadi harus jalan kan kepintu keluar. Pas aku duduk, metromininya lagi ngetem plus karena memang jalanan yang akan dilewati lagi macet jadi ga bisa lewat sih, aku liat supirnya dan tralala.... anak kecil! Aku tebak usianya sekitar 10-12 tahun. Masih bocah banget, ngerokok pula. Di metromini cuma ada sepasang teman si adik supir yang lagi pacaran, aku, dan satu orang mbak-mbak. 

"Mbak, supirnya bocah," aku bisik-bisik ke si mbak itu.

Si Mbak malah bilang, "Enggak papa," dengan tenang dan sedikit haha-hihi. Duh memang sih itu tinggal satu-satunya metromini 69 yang tersisa. Tapi aku nggak tenang disupirin bocah. Apalagi baru ada kasusnya Dul anak Ahmad Dhani. Setelah mikir lumayan lama, akhirnya aku memutuskan untuk turun dan naik taksi -____- Jokowi tolong dong!

Tidak ada komentar: