14 Oktober 2013

Seberapa serius kamu sama tujuan kamu?


Di hari cuti bersama kejepit nasional ini, aku mau ketemuan sama Elsa, Sandro, Tanzi, Adit, dan Fioni. Elsa bilang ketemuannya di Melawai Blok M. Aku kira Optik Melawai abisnya di daerah Blok M ada Optik Melawai, tapi Elsa memperjelas bahwa ketemuannya di Optik Seis, Jl Melawai, Blok M. Oke sepertinya aku tau ada kantor Optik Seis di samping Blok M Plaza (walaupun aku nggak tau nama jalanannya apa).

Sebelumnya, aku ke Blok M Square dulu karena mau cari buku murah. Sekeluarnya aku dari Blok M Square, aku nemu kantor Optik Seis. Aku lihat kanan kiri jalan, tertera Jl Melawai. Lah, apakah kantor Optik Seis yang ini yang dimaksud Elsa??? Sama-sama di Jl. Melawai Blok M -___-

"Elsa, kantor Optik Seisnya yang di samping Blok M Square apa Blok M Plaza?"
"Aduhhh bingung. Yang di perempatan itu deket lampu merah,"

Oh yang di perempatan berarti Blok M Plaza. Pantesan. Yang di samping Blok M Square kantor Optik Seisnya kecil gitu. Kalo yang di samping Blok M Plaza kan besar. Sesampainya di kantor Optik Seis, aku harus bilang sama petugas di dalamnya bahwa aku mau ke kantor JIM Executive karena lift-nya enggak bisa di-set orang awam. Dan akhirnya... yeay aku sampai juga di lokasi. Biasanya kami ketemuan di mall, kali ini enak lah, deket dari rumah.

Serius sama masa depan ala Sandro dan Tanzi
Selain ngomongin kerjaan, biasalah arah pembicaraan suka ngalor ngidul kemana. Aku nggak pernah mikirin, atau membayangkan sedikitpun, soal keseharian temen-temen. Daaaan.... oke, aku sedikit kaget dan kagum sama ceritanya Sandro dan Tanzi.

"Lo nggak pada tau kan umur gue berapa? Lo tuh enak masih pada muda. Kalo gue bisa balik ke umur lo-lo pada nih, gue rasanya pengen maksimalin kegiatan gue biar produktif"

Yeaaa. Tenang, umur Sandro nggak setua yang kalian bayangkan. Sandro udah kerja jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementrian ****** (dirahasiakan).

Yang dibilang bahwa PNS itu gabut alias 'gaji buta' bisa dibilang benar untuk beberapa kasus. Sandro melakukan lebih dari yang seharusnya ia lakukan. Sandro banyak mengerjakan tugas senior-seniornya yang mayoritas berada di usia hampir pensiun. Maklum, generasi tua nggak punya kompetensi untuk mengoperasikan komputer, mengirim e-mail, dll.

Budaya senioritas lebih kuat daripada atasan-bawahan. Orang yang lebih muda (walaupun jabatannya lebih tinggi) nggak bisa menegur orang yang lebih tua alias yang lebih lama bekerja. Sandro kerja keras, nggak ada penghargaan apapun dari atasan, atau dari pegawai yang lebih tua yang tugasnya dikerjain Sandro, jadi ya...... bete sih.

Sandro masih lulusan D3, sekarang lanjut S1. Senin-Jumat kerja. Sabtu-Minggu kuliah. Belum lagi dia salah satu pemegang posisi kunci di organisasi lain. Kebayang sibuk dan capeknya kayak apa. Tapi Sandro punya strategi dan langkah-langkah ke depan. Dia nggak mau bertindak bodoh hanya karena lelah 'sesaat'. Yaaaa semoga Sandro bisa jadi dosen, marketing communicator, public speaker, dan aktivis yang peduli sama generasi muda Indonesia. Yeaaaa!


Beda ceritanya sama Tanzi. Dari luar, Tanzi ini nampak seperti anak gaul sejati yeaaa. Stylish, kemana-mana bawa make-up dan parfum (ini mah wajar sih perempuan).

"Prioritas nomor satu dalam hidup gue adalah having fun,"

Tanzi masih kuliah di UI. Tanzi pengen ambil S2 di bidang fashion di luar negeri kalo bisa Eropa. Paling jelek targetnya yaitu Korea. Maka dari itu, Tanzi bela-belain les bahasa Korea di Kedutaan Korea biar berkualitas dan lebih murah. Nggak tanggung-tanggung, seminggu dua kali. Dia rela bolak-balik Jakarta-Depok di weekdays demi belajar bahasa Korea.

Selain les bahasa Korea buat menunjang pendidikan S2nya kalo harus belajar di Asia, dan harus Korea, Tanzi juga ambil kursus di Esmod. Karena pengen fokus di bidang fashion, sementara dia kuliah di jurusan Advertising UI, jadi dia harus memperdalam pengetahuan di bidang fashion karena tes masuk universitas yang dia incar bakal ditanyain soal pengetahuan jurusan yang akan diambil juga. Kalo sampe ambil kursus di Esmod, silakan nilai sendiri keseriusan Tanzi. Iya, dia bolak-balik Jakarta-Depok buat hal ini juga.

"Semua butuh pengorbanan. Gue nggak mau kalo semisal gue cuma kuliah doang, trus beberapa tahun lagi gue nyesel kenapa dulu gue nggak les ini dan nggak kursus ini,"

Belom lagi Tanzi masih ikut klub dance di kampusnya. Nyawanya ada berapa ya bisa seaktif itu. Cita-cita Tanzi pengen dateng ke Jakarta Fashion Week trus jadi orang yang bisa belanja barang ini itu buat majalah terkenal (fashion stylist kali). Yeaaaa!!!

Dari luar kelihatannya santai dan biasa aja, tapi ternyata wuhu bangetlah dalemnya si Sandro dan Tanzi ini. Kayak tamparan, kamu mah apa atuh Az kalo nggak kuliah sama ngerjain tugas, kerjaannya makan sama tidur di kosan.  Tuh kayak gitu tuh yang serius sama masa depannya.

4 komentar:

Lili mengatakan...

Mudah-mudahan semua tujuan dan cita-cita kita segera terwujud.

Nadia Azka mengatakan...

aamin ~

Epphy Arista mengatakan...

Azka, blog-nya keren.
Cerita tentang Tanzi dan Sandro juga keren, they are trully inspiring CA. Ngiri ya ama mereka. Salut.
Eh, tulisan ini bisa di posting di youngontop.com lho.

Nadia Azka mengatakan...

waaa arista aku baru tau kamu ngeblog juga :D thank you bulan depan aku post ah di web hehehe