18 November 2013

Lima Bulan Terakhir

Aku bikin target untuk semester lima. Aku mau 'masuk' ke perusahaan dengan berpartisipasi dalam program kegiatan mereka seperti kompetisi maupun magang karena menurutku, aku udah siap untuk itu. #pedeabis #sokyey

Ini lucu sih. Print-sreen ini diambil waktu bulan Juli lalu, aku sedang gencar-gencarnya melamar magang ke beberapa perusahaan yang besar maupun kecil. Sebenernya aku belum diwajibkan magang oleh pihak kampus, masih tahun depan, tapi ya... aku mau! Jadi, aku mengirim banyaaaaaak banget lamaran. Aku jadi sadar, nyari tempat magang itu susah!

Ada yang jelas-jelas menolak. Ada yang menolak magang, tapi menawarkan part-time. Ada yang nggak merespon. Tapi ada juga yang menelepon dan mengirim e-mail untuk mengundang aku wawancara.

aku mengirim super banyak lamaran magang

x: Halo selamat pagi, dengan Nadia Azka?
aku: Selamat pagi. Ya, benar. Ini darimana? Ada yang bisa saya bantu?
x: Saya x dari HRD PT. United Tractors Indonesia, kami tertarik dengan lamaran yang Nadia kirim. Bisa datang untuk wawancara?

Sayangnya setelah berbincang lebih lanjut dengan Pak X, ternyata pihak mereka meminta aku magang enam bulan astaga mana bisa, aku bilang aku cuma bisa dua bulan.

Aku sempet wawancara dengan PT. Colibrii, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi e-commerce. Mereka bilang tertarik dengan lamaran yang aku kirim, dan kami ketemuan di Starbucks Cideng untuk wawancara. Aku diwawancara oleh tiga orang perempuan muda, gaul, dan cerdas. Walaupun akhirnya nggak jadi magang karena lagi-lagi masalah waktu (mereka minta aku magang 30 jam seminggu), aku banyak belajar dari Bu Dea, dan hm lupa nama dua orang lainnya lagi.


Undangan wawancara dari Wego Indonesia, situs reportase perjalanan


Begitu mulai kuliah, aku berhenti cari kesempatan magang karena nggak nemu yang cocok. Semester lalu aku daftar XL Future Leader, dan pihak XL baru mengumumkan tes selanjutnya semester ini. Berhubung harus berkomitmen satu tahun untuk program itu, aku memutuskan untuk enggak melanjutkan seleksi karena udah berkomitmen sama hal-hal lain untuk setahun ke depan. Aku mau cari kegiatan yang komitmennya nggak selama itu.

Aku daftar Nutrifood Leadership Award lagi tahun ini dan gagal pada tahap kedua, cek disini. Aku lihat orang-orang yang lolos jadi TOP 20 memang nggak perlu diragukan lagi, aku udah pernah ketemu beberapa dari mereka dan wajar banget kalo mereka yang lolos.

Sebulan kemudian, aku daftar Unilever Future Leader League yang benar-benar mengasah otak dan menggunakan pemahaman mata kuliah selama ini. Tapi aku baru baca kasus H-sekian jam batas pengiriman. Sesungguhnya, aku nggak sanggup harus membaca  laporan tahunan Unilever dan mengaitkannya dengan kasus dalam waktu beberapa jam doang. Waktu ngerjain online test dari Unilever (astaga tesnya pake english, susah, dan diwaktuin), aku bela-belain bangun jam dua pagi biar koneksi lancar, dan tetep aja akhirnya gagal, nggak masuk TOP 30. Dari IPB yang lolos cuma satu, Kak Yoga dari Teknologi Pangan, temen di beasiswa Goodwill.



Aku pikir yaudahlah ya mungkin belum saatnya semester ini. Tapi beberapa hari kemudian ada Danamon Young Leaders Award (DYLA) yang mention aku dan elsa di twitter. Kepo kepo, acaranya sejenis dengan acara dari Nutrifood dan Unilever yang aku daftar sebelumnya. Kepo kepo lagi, rupanya pihak DYLA ini dateng ke monthly meeting Young On Top kemarin disaat aku hadir di pertemuan sponsor Goodwill, yang mana rupanya sponsor aku nggak jadi hadir.

Jangan-jangan miminnya anak Young On Top yang lagi magang di Danamon, soalnya twitternya langsung mention ke aku, Elsa, Sherly, Kevin, Indi, Arfan, dll.




H-2 batas pendaftaran. Lagi UTS pula. Tetep deh daftar dan muter otak ngisi form dan nulis essay. Beberapa minggu kemudian, aku diwawancara. Di hari pengumuman TOP 30, aku ngecek websitenya, udah pesimis karena nama aku nggak muncul-muncul, klik next, next, munculnya Infra Ranisetya, Vania Santoso, terus seketika hopeless.................. yang lolos mapres Undip (kakaknya Pristi), mapres Unair (salah satu duta Tunza PBB, pernah jadi pembicara di kegiatan yang aku ikutin di ITS). 

Aku mah apa atuh.

Eh akhirnya di halaman terakhir akhirnya muncul foto aku ahaha. Alhamdulillah.

Aku nggak nyangka menjadi segetol itu dalam lima bulan terakhir. Lucu aja liat diri sendiri sedemikian rupa.
source

2 komentar:

Rieza Amalia mengatakan...

aaaaaaaa azka parah banget. keren! perjuangan dan juga hasilnya -_-

Nadia Azka mengatakan...

segera bikin line/ whatsapp/ aktifin bbm za -___-