13 November 2013

Mestakung


Pernah denger kata mestakung alias semesta mendukung? Banyak kejadian-kejadian mestakung yang udah nggak bisa aku itung lagi, tapi hal ini baru terjadi Selasa kemarin. 

Hari Selasa, aku selesai kuliah jam 17.00 WIB di Dramaga, Kabupaten Bogor, sementara ada pertemuan mentor dan mentee jam 18.30 WIB di Senayan, Jakarta. Nampak mustahil memang. Normalnya mungkin aku sampai Senayan baru jam 20.00 WIB (dari Dramaga ke Bogor Kota sejam, kemudian nunggu kereta Tanah Abang yang superlama, kemudian menempuh macet dari Sudirman ke Senayan).

Tapi lagi-lagi ada yang namanya mestakung. Jam tiga sore aku sampai kampus dan rupanya kelas ditiadakan. Walaupun hujan, aku langsung naik angkot menuju stasiun Bogor dan lucky ada kereta Tanah Abang bertengger di gerbong tiga. Tapi sayangnya mulai berangkatnya lamaaaa banget, ada kali 40 menitan diem doang di stasiun Bogor.

Dari grup whatsapp, Anty dan Adit ngabarin kalau di Depok ujan badai dan mereka nggak bisa keluar. Tapi akhirnya Adit bisa naik kereta yang sama dari stasiun UI, sementara Anty masih ketinggalan di stasiun Depok, tapi beruntungnya lagi, langsung ada kereta Tanah Abang juga di belakang kereta yang aku naikin (padahal biasanya jaraknya sejam)!

Kami bertiga akhirnya ketemu di stasiun Sudirman. Alhamdulillah. Macet-macetan dan berdiri di metromini dari Sudirman ke Senayan enggak sendirian. Sesampainya di lokasi (Chill in Cafe, STC Senayan), ternyata malam ini Mbak Mega mau traktir kita yeeaaay! 

Ona, Adit, Arista, Rafel, Mbak Mega, Anty, aku, Dea

Aku nggak kebayang gimana semisal aku bener-bener berangkat jam 17.00 WIB dari Dramaga, atau gimana semisal aku harus nunggu kereta Tanah Abang lama seperti biasanya, atau gimana semisal enggak ketemu Adit dan Anty di Sudirman, dan atau atau yang lainnya.

Terimakasih Tuhan, terimakasih semesta!

P.S: konten pertemuannya secara garis besar aku tulis disini.

Tidak ada komentar: