03 November 2013

Nopember dan Ngeberesin Idup

Aku pikir aku cuma butuh baca buku pengembangan diri jaman dulu waktu masih abege seperti yang aku tulis disini, tapi pada kenyataannya di awal umur 20an ini, kebutuhan hidup dan problem yang dihadapi berbeda dan makin rumit. Sebagai manusia tipe cenderung melankolis, aku suka bingung dan mikir 'harus gimana ya' atau 'kok aku begini sih'. Aku dan teman-teman diminta oleh Mbak Bunga Mega untuk wajib membaca buku 8 Easy Steps to Coach Yourself to Success karya Andrea Molloy.

Setelah sekitar sebulan cari buku ini di berbagai toko buku yang 'nyata' maupun 'maya' dan enggak ketemu-ketemu, akhirnya Fiona, temen satu kelompok mentoring, nemu juga di salah satu toko buku 'nyata' dan memborong sebanyak tujuh biji. Perjuangan buat cari buku ini nggak sia-sia karena...... isinya bermanfaat banget!

8 Easy Steps to Coach Yourself to Success

Apaan tuh life coaching? Hampir setiap atlet olimpiade punya coach yang membantu mereka berlatih agar bisa mencapai target. Konsep tersebut dapat dianalogikan seperti itu, tapi life coaching kerap menggunakan metode konseling dan terapi psikologi. Berhubung engga mampu menyewa life coach, ya pake buku enggak apa-apa lah yauw.

Berhubung aku belum selesai bacanya, jadi belum bisa bikin review secara keseluruhan. Tapi aku mau tulis hal menarik pertama yang aku baca di buku ini, yaitu di kolom tip dari bab satu.


Untuk mengidentifikasi target Anda, mulailah dengan merenungkan tentang seberapa bahagianya Anda dengan hidup Anda sekarang. Dari skala 1-10, ukurlah kepuasan Anda mulai dari aspek karier, pendidikan, keuangan, kesehatan, kebugaran, keluarga, menjalani hubungan, dan rekreasi. Dari kegiatan ini, Anda akan tahu mana aspek hidup Anda yang belum memuaskan Anda. Pikirkanlah cara untuk memperbaikinya.

Pada awalnya terkesan bahwa 'ah buku ini nggak cocok buat aku. Ini mah buku buat orang yang udah kerja, udah menikah, dll'. Tapi ya masa mau nyerah gitu aja, mikir kreatif dikit, misalnya aspek karier bisa diibaratkan tentang kinerja kita di organisasi maupun komunitas yang kita seriusin (yang sejalan dengan passion kita, bukan sekedar hobi belaka).

Hasilnya?
Karier 4
Pendidikan 7
Rekreasi 2
(udah segini aja yang ditampilin ahahah)

Betapa mikirnya aku 'lah kok begini amat hasilnya'. Jadi ngetawain diri sendiri. Aku mulai menyusun rencana untuk memperbaiki hidup aku yang acak-acakan dan tidak seimbang ini dan baru mau memulai bulan Nopember (menurut KBBI begini kan ya penulisannya?) ini wuhuuu walaupun 2013 udah mau abis aja tapi aku enggak terlambat kan ya!

Aku abis ujian lima hari non-stop (ada yang sehari dua kali) ujian. Sisanya tinggal satu. Pulang dulu ke Jakarta untuk menghindari hiruk pikuk Bogor. Emang ya musuh terbesar tuh setan, setan yang bersarang dalam diri sendiri tepatnya. Betapa enaknya akhir pekan leha-leha di rumah sambil ngemil dan nonton televisi, tapi setelah inget catetan kepuasan terhadap aspek-aspek yang aku ukur dan target serta rencana untuk memperbaikinya, lumayan jadi bisa ngelawan setan dalam diri ini.

Hari Sabtu seharian bareng Fiona dan Sarah (plus Eva, Tyo) di Senayan City untuk mewawancarai calon relawan buat acara donor darah Young On Top bertajuk Love Donation Pebruari nanti. Nggak nyangka, aku ketemu Rizqa temen SMA (kami terakhir ketemu 4 bulan lalu) kyaa senang. Mengenai wawancara, ya pegel juga, wawancaranya bener-bener detil dan rapi. Udah sekitar dua bulan vakum dari kegiatan Young On Top (selain mentoring dan kegiatan tim Marketing Communication) akibat harus ke dokter dan ketemu acara beasiswa tiap akhir pekan. Pertama kali bangetlah aku begini. Kepuasan terhadap aspek karier jadi meningkat.

Hari Minggu, aku jam enam pagi udah bertengger di Fx Sudirman buat jogging rame-rame sampe Bundaran Hotel Indonesia. Ngomong-ngomong disini aku ketemu adik kelas waktu SMA, nggak nyangka kyaa. Selain itu dapet pengetahuan baru mengenai pentingnya menyayangi tulang ekor dari Mas Anggia Silalahi. Walaupun kaki pegel, rasanya seneng parah karena aku super duper jarang olahraga. Udah lama aku nggak se-berkeringat dan se-capek itu. Kepuasan terhadap aspek kebugaran jadi meningkat.

Beberapa orang berkomentar 'Kamu ngapain sih baca buku beginian kayak orang frustasi dan desperate aja' atau 'Ngapain bikin target-target kaya begitu, hidup mah selow aja santai nggak usah serius-serius kali'.

Yeee biarin aja ya kan, ya kan, tipe orang kan beda-beda. Lagipula nyusun-nyusun target kaya begini bukan berarti serius melulu, pokoknya buka pikiran aja deh, nggak dipungkiri bahwa kita perlu belajar dari banyak orang agar bisa menentukan cara kita menghadapi hidup kita sendiri. Yea~

Tidak ada komentar: