17 November 2013

Titik Balik


Titik balik kehidupan. Setiap orang, sadar atau tidak, pernah mengalami suatu titik dimana pemahamannya mengenai kehidupan itu berbalik, dari yang tadinya A menjadi B. Pikiran yang tadinya tertutup menjadi terbuka, jalan yang tadinya salah menjadi benar, dan lain-lain.

Pelatihan beasiswa Goodwill bulan ini mengenai public speaking dan self knowledge. Biasanya aku malas beraktif-aktif ria dalam pelatihan Goodwill yang sebelumnya, tapi berhubung bulan ini udah janji sama diri sendiri untuk berubah, jadilah aku aktif dalam berinteraksi dengan fasilitator. Hahaha puas rasanya.

Fasilitator bulan ini asik! Ada Mbak Ratu Gumelar dari Jakarta Toastmaster. Pelatihan public speaking seru dan menyenangkan karena aku dapat banyak permen yupi! Ada juga Bu Ita, seorang psikolog, yang menjadi fasilitator pelatihan mengenai self knowledge. Di sesi inilah, Bu Ita mengajak kami berbincang mengenai turning point.

source

Bu Ita mengalami beberapa kali titik balik selama hampir empat puluh tahun Beliau hidup. Pada saat SMA, Beliau memutuskan untuk mengenakan jilbab disaat keadaan Indonesia saat itu sedang sangat kontroversi dengan penggunaan pakaian agamis. Bu Ita tidak diijinkan untuk mengikuti kegiatan belajar di kelas, ia harus duduk di luar kelas sambil memandang papan tulis dari jendela.

Lulus SMA, Bu Ita terpilih menjadi salah satu pelajar yang mengikuti program pertukaran ke Jepang selama satu tahun. Lagi-lagi ia dipersulit karena mengenakan jilbab. Untungnya, keluarga Jepang yang ia tinggali dan teman-temannya di sekolah bisa memahami perbedaan keyakinan. Saat bulan puasa, pihak sekolah mengumumkan kepada seluruh siswa bahwa Bu Ita sedang berpuasa agar mereka bisa menjaga sikap dan ber-tenggang-rasa.

Beberapa tahun setelah menikah, Bu Ita harus kehilangan suaminya karena sakit. Setahun kemudian, Bu Ita juga harus kehilangan Ibunya. Kehidupan memang naik turun, namun Bu Ita yakin Tuhan memiliki skenario tersendiri bagi tiap-tiap hambaNya.

Titik Balik Kehidupan Teman-teman; Ada-ada Aja
Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta menceritakan titik balik kehidupan kami masing-masing secara bergantian. Kesimpulannya adalah ada-ada aja.

Ada yang memutuskan untuk mengenakan jilbab karena mengikuti les di Nurul Fikri yang mewajibkan pesertanya menutup aurat. Ada yang kehilangan orangtua. Ada yang berjuang mati-matian untuk masuk universitas idaman. Ada yang bosan karena selalu mendapat peringkat pertama di Sekolah Dasar selama enam tahun. Ada!

"Aku nggak peduli sama ranking tiap mau ambil rapot karena pasti aku ranking satu terus. Udah biasa,"
"Sama! Gue juga tiap mau ambil rapot selalu mikir 'ah palingan yang ranking satu ntar gue lagi gue lagi'"

Astaga. Ahaha ada juga yang demikian ya.

Amel (lupa jurusannya pokoknya di UI) cerita mengenai kebosanannya mendapat peringkat satu dan selalu menjuarai berbagai perlombaan yang diikuti berturut-turut selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya saat SMP kelas dua, dia nggak dapat peringkat satu lagi, dia senang! Tapi dia heran kenapa orang-orang di sekitarnya malah bersedih hahaha.

Phobia
Ada yang lucu dan gila hahaha. Kak Kiki cerita mengenai salah seorang temennya di kampus (FKG UI), sebut saja si X. Menjelang kelulusan, kan ada co-ass dan harus jaga rumah sakit, si X ini rupanya baru terdeteksi bahwa ia memiliki phobia terhadap rumah sakit. Setiap kebagian piket, si X selalu sakit, sampai akhirnya ketahuan bahwa ia punya phobia rumah sakit. Si X memutuskan untuk hengkang dari dunia kedokteran gigi (setelah empat tahun kuliah) dan pindah haluan ke jalur bisnis. Saat ini si X sedang kuliah di Canberra.

Rupanya Kak Kiki juga baru sadar bahwa dia phobia nanah. Ketika melihat salah seorang temannya (FK UI) membersihkan nanah seorang pasien, Kak Kiki mendadak pusing dan lemes. Untung dokter gigi jarang berinteraksi sama nanah -___-

Aku?
Titik balik kehidupan aku kapan aja ya? Sepertinya waktu aku pindah ke Semarang, waktu aku masuk SMP, dan tentunya setiap tahun sejak masuk kuliah selalu jadi titik balik kehidupan yang punya makna berbeda-beda. Terimakasih Ya Allah~

Tidak ada komentar: