31 Januari 2013

Kumpul Kecil-kecilan


Salah satu kegiatan yang dilakukan waktu pulang ke Semarang adalah ketemu temen lama. Temen lama emang ajaib. Makin lama temenan sama mereka, makin kangen, enggak bosen-bosen. Setelah biasanya kami cuma berkomunikasi lewat dunia maya dan sms, kemarin aku, Rieza, Riang, dan Nia main ke rumah Nonik di daerah tembalang, deket Undip.

"Jangan ngaret ya," - Rieza.

Oke aku dateng tepat waktu tapi si Riezanya malah jadi yang ngaret. Sesampainya di gerbang patung kuda, kita ketemu Nia dan langsung menuju sebuah swalayan buat belanja bahan makanan. Berhubung Nia bawa laptop, ranselnya berat, jadi kami memilih buat ambil troli (padahal belanjaannya sih dikit). Kami beli kentang goreng, saus sambal, spageti, sosis, saus spageti, dan puding coklat instan.

Nonik menyambut kami di depan rumah dengan kaos dan celana pendek. Sungguh santai. Padahal kami bertiga dalam keadaan berpakaian rapi lho! Kami masak kentang goreng, dan puding dulu. Kalau spageti enaknya dimasak nanti aja kalau Riang udah datang.

Masa Nia mau langsung masak puding setelah bubuknya dituang ke air.

"Jangan Nia, dilarutin dulu pudingnya sama air. Baru abis itu direbus,
"Hah kok gitu? Kenapa emangnya?"

Nia gila. Jangan-jangan enggak pernah masak agar-agar instan sekalipun.

Akhirnya kentang goreng jadi juga! Nyam! Rupanya lebih enak kentang sayur digoreng, daripada kentang impor yang memang buat kentang goreng digoreng. Kalau dikosan, aku suka bikin kentang sayur (lokal) digoreng dan rasanya jauh lebih enak daripada kentang impor siap goreng ini. Kami makan, makan, dan terus makan.

Tiba-tiba Rieza tanya, "Non, bukannya kamu lagi diet?"
"Besok," kata Nonik santai dan tetep sambil makan.

Gila. Mana ada diet libur satu hari. Kami cerita soal kehidupan masing-masing yang sekarang sampe-sampe huhuhu nggak kuat buat nggak ketawa sampe perut dan pipi sakit. Akhirnya Riang, sahabat kami yang merupakan aktivis profesional datang juga. Riang tadi lagi rapat sama BEM KM Undip. Karena Riang udah tiba, kami mulai masak spageti buat makan siang.

"Ini spagetinya mau dimasak semua, ka?"
"Iya,"
"Banyak lho,"
"Ah, kita orangnya juga banyak kan lima orang,"

Setelah spageti (ternyata bener-bener banyak) dan sausnya jadi, rasanya nggak sabar buat makan hmm nyam! Aromanya aja udah enak banget. Kami kekenyangan karena ngabisin spageti yang super banyak. Lanjut deh kita makan puding sebagai makanan penutup.

kentang goreng, spageti, puding coklat

Kami cerita-cerita lagi. Kali ini sambil nostalgia sekalian ngopi macam-macam foto dan video jaman SMA. Hahaha ternyata banyak foto yang bahkan kami lupa kapan diambilnya. Banyak video untuk ditertawakan. Kali ini ketawa barengan lagi sampe perut sakit.

sesaat sebelum pulang

Kalau buka postingan ini http://nadiaazka.blogspot.com/2010/11/aku-mau-teman-selamanya.html rasanya aaah aku bener-bener bersyukur. Terimakasih teman-teman. Walaupun nggak bisa sering-sering pulang untuk ketemu, aku sayang sekali sama kalian. Semoga kalian dimudahkan dalam setiap urusan dan tercapai cita-citanya.


Ten 2 Five - Teman


teman, adalah hal terbaik yang pernah kumiliki
selama hidupku, selama masaku
walau tak mungkin selamanya
slalu berdekatan, slalu beriringan
terhalang jarak dan waktu
untuk bicara, tertawa dan bercanda
tumpahkan kekesalan
menangis saat ku putus cinta

aku mau teman selamanya
berbagi tangis dan tawa
tak mau sendiri, merasa sepi
teman berikan aku ketenangan
teman buatku rasakan bahagia
pertemuan yang lama sudah kutunggu
bebaskan hati ini dari rasa rindu

28 Januari 2013

IPB Goes To School #Semarang

Sabtu minggu kemarin aku dan temen-temen, serta mas, mbak Paguyuban Putra Kota Atlas (Patra Atlas) atau yang biasa disebut Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) Semarang jadi panitia di acara IPB Goes To School. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari persiapan sampai hari H.

suasana sosialisasi
IPB Goes To School itu merupakan kegiatan sosialisasi untuk memperkenalkan IPB lebih dalam, terutama kepada anak-anak kelas tiga SMA yang akan lulus tahun ini. Kegiatan ini diadakan di sebuah gedung di dinas perhubungan. Tiap sekolah menengah di Semarang dan sekitarnya diundang maksimal sembilan orang siswa dan satu guru bimbingan konselingnya.

Seringkali masyarakat awam berpikir bahwa pertanian itu enggak penting, enggak elit untuk bekerja di sektor tersebut. Karena jika disebut kata pertanian, yang terlintas di benak mereka yaitu sawah dan cangkul. Padahal pertanian itu luas. Nah kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki pola pikir yang salah seperti itu.

Adik-adik yang datang punya antusiasme yang tinggi. Beberapa dari mereka sempet ngobrol sama aku ketika coffe-break-time dan bertanya macam-macam.

"Mbak, dulu rata-rata nilai MIPA mbak berapa?"
"Grafik nilai rapot mbak dulu meningkat terus nggak?"
"Mbak kita tuh pengen banget tapi minder,"
"Mbak beneran di asrama sekamar berempat? Kok bisa?"


Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Pembicara udah menjelaskan bahwa untuk SNMPTN Undangan memang IPB hanya melihat nilai MIPA dari kelas satu hingga tiga dan rata-rata minimal 75 serta lebih diprioritaskan yang grafik nilainya meningkat. Tapi bukan berarti yang memiliki grafik nilai bergelombang tidak bisa masuk. Soal minder, itu sih penyakit individu yang harus disembuhkan sendiri. Masa mau menyerah sebelum mencoba?

Para guru bimbingan konseling dan siswa juga banyak yang takut kalau biaya hidup disana tinggi seperti di Bandung dan Jakarta. Padahal enggak, untuk program sarjana, IPB menyediakan kampus di Dramaga, Kabupaten Bogor. Jadi biaya hidupnya enggak mahal layaknya di kota. Banyak juga yang kaget ketika mengetahui bahwa mahasiswa baru wajib tinggal satu tahun di asrama, satu kamar empat orang. Takut enggak betah katanya. Salah besar itu! Asrama seruuu banget!

cajuput candy/ permen kayu putih di meja pameran produk IPB

Dulu aku waktu daftar SNMPTN Undangan juga enggak terlalu banyak mikir soal passing grade, peringkat, dll. Nggak ada PTN yang "aku-pengen-banget-masuk-ke-situ".

"Ayah, aku mau ambil jurusan ini nih. Dimana ya enaknya?"
"Di IPB aja teh. Keren loh,"
"Emangnya ada?"
"Ada lah,"

Langsung aku cek di internet mengenai jurusan/ departemen di IPB, kualitas kampus, penilaian pihak luar mengenai mahasiswa-mahasiswa disana, sampe ke blog-blog para mahasiswa untuk mengetahui bagaimana kehidupan sehari-hari disana. Tanpa ragu, aku langsung pilih.

Jangan memilih jurusan kuliah hanya karena menurut kebanyakan orang bahwa jurusan tersebut potensial untuk mendapatkan pekerjaan. Pilih sesuai passion. Jangan terlalu berpikiran sempit dan kaku deh pokoknya. Selamat menempuh ujian nasional dengan jujur, biar dimudahkan melanjutkan ke tingkat selanjutnya!

printscreen sekitar 1,5 tahun lalu, di malam pengumuman seleksi SNMPTN Undangan, rasanya super lega

25 Januari 2013

Kok Rahma Yang Ini?

Dua hari yang lalu, aku dan beberapa temen-temen Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) Semarang janjian di SMA 3 (sekolahku) untuk bagi-bagi tugas nganterin undangan.
Jadi begini, tiap liburan semester ganjil selalu ada kegiatan IPB Goes To School, semacam pengenalan mengenai IPB ke anak-anak kelas tiga SMA. Tahun ini IPB Goes To School menyewa sebuah gedung dan mengundang maksimal 9 anak dari setiap SMA di Semarang dan sekitarnya. Undangan udah dikirim beberapa hari sebelumnya oleh pihak rektorat melalui fax, jadi kali ini kami memastikan apakah sekolah tersebut sudah menerimanya atau belum, plus banyak juga sekolah yang enggak punya fax.

Sayangnya massa yang datang pagi itu cuma dikit. Aku, Chevia, Uli dari Semarang. Alif dan Ita dari Ambarawa (baik banget mau jauh-jauh kesini >.<). Alif dan Ita bertugas menyampaikan undangan ke daerah Ungaran dan sekitarnya. Sementara aku, Chevia, dan Uli bertugas ke sekolah-sekolah yang letaknya kami tau. Alif dan Ita langsung pergi naik motor berdua. Sementara tinggal Uli yang bawa motor. Aku sama Chevia bingung naik apa. Akhirnya kita nelpon Rahma, dulu anak SMA 2 yang juga satu jurusan sama Chevia di kampus.

Uli: nomor hpnya Rahma yang mana sih? Di kontakku ada banyak.
Chevia: yang belakangnya 49.

Lalu, Uli telepon si Rahma.

Uli: ma, bisa ke smaga sekarang nggak? kita motornya kurang
Rahma: ha? ngapain?
Uli: nganterin undangan ke SMA-SMA. please ma tolong kesini. rumahmu mana?
Rahma: banyumanik.

Pas Uli bilang rumahnya Banyumanik, aku sama Chevia agak heran. Kan dulu sekolahnya di SMA 2, kok rumahnya Banyumanik sih. Tapi enggak apa-apa sih toh si Vivin temen sekelasku pas kelas satu juga rumahnya Ungaran (?)

Rahma: hm ya insya Allah ya.
Uli: beneran lho kesini kita tunggu di smaga.
Rahma: aku tuh nanti mau main yo! ngapain aku ke smaga.
Uli: ya sekalian kamu turun ke bawah sekalian pergi main.
Rahma: tapi aku belum mandi.
Uli: nggak usah mandi! langsung ke smaga aja.
Rahma: iya iya

Kita lega karena Rahma udah "oke" mau ke sekolah. Sambil nunggu Rahma, kita boncengan bertiga naik motor ke SMA 1 nganterin undangan. Sesampainya di SMA 1, Rahma bilang dia udah sampe di smaga. Uli minta Rahma langsung ke SMA 1 aja. Uli nungguin Rahma di luar. Aku sama Chevia masuk ke dalam SMA 1.

Setelah kita keluar, ternyata Rahma udah dateng. Dari belakang kok nggak kayak Rahma ya.

Chevia: lho tumben Rahma pake rok
aku: kok style-nya nggak kayak Rahma ya.

Orang yang kita duga Rahma itu balik badan sambil nyengir dan betapa kagetnya kita bahwa itu ternyata ........ AGHNIA RAHMA! Iyah itu Rahma anak smaga, temen SMA kita dulu! Kok Rahma-nya yang iniiiii sih! Kami ketawa nggak habis pikir.

Aku cek nomor hp Rahma SMA 2 ternyata belakangnya 46, sementara Rahma temen SMA belakangnya 49. Ih beda tipis!
aku: mah, kok kamu gila sih ma? udah tau kita salah sambung, kamu tetep nyamperin.
Rahma: habisnya aku kasian sama kalian. kok kayaknya ga ada yang bantuin gitu. 
aku: tapi tetep aja gila huahahaha
Rahma: makanya kurang baik apa coba aku! belum mandi lho aku!

Akhirnya Rahma kita titipin dua surat untuk ke SMA yang lokasinya deket rumahnya. Rahma kembali ke Banyumanik hahaha :D

11 Januari 2013

Seamo - Mother (English Translation)

Sekarang aku ada di tengah-tengah Ujian Akhir Semester (UAS). 4 hari ujian berturut-turut, kosong dua hari, kemudian ujian lagi 3 hari berturut-turut. Kalau lagi malas belajar, biasanya aku cari motivasi, salah satu dengan menonton ulang video dari salah seorang senior, cek http://www.youtube.com/watch?v=0XwfL4j6pwQ atau cek di post lamaku http://nadiaazka.blogspot.com/2011/07/pembuat-jejak.html . Sangat direkomendasikan bagi yang belum menonton!

Lagu yang dijadikan sebagai latar video bagus banget. Aku kira itu semacam anime soundtrack kayak Naruto, Ultraman, atau apa, rupanya bukan. Lagunya dinyanyikan oleh Seamo dan berjudul Mother (Ibu), ternyata sesuai dengan isi video itu yang beberapa kali menyebutkan "thanks to my mother".

Ya emang kalau lagi malas belajar cocoknya denger lagu yang mengingatkan kita sama Allah dan orangtua. Dijamin jadi semangat lagi. Berikut terjemahan liriknya dalam bahasa Inggris :)

SEAMO - MOTHER

Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone

I want to tell my kids about this love that supported me

Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own

Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
(Repeat*)

I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock

But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…

I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…

(Repeat*)

Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you

01 Januari 2013

Sebelum 2012 Berakhir

Semua orang ribut mengenai perayaan tahun baru. Ada yang sibuk mempersiapkan selebrasi dengan bakar jagung, menyalakan kembang api. Ada juga yang sibuk memperdebatkan perihal boleh atau tidaknya perayaan tahun baru. Aku termasuk yang mana? Tidak keduanya hahaha.

Di hari terkahir tahun ini, tadinya aku berniat masak-masak bareng temen kos-kosan. Bukan dalam rangka apa-apa sih, ya karena kita memang mau makan malam. Tapi sebelumnya, aku ada janji pesta duren jam lima sore. Umi baru pulang dari Pekalongan dan habis panen duren!
Kami makan duren dua varian (gatau apa namanya). Ohiya, sebelumnya mereka baru pulang dari studi banding sekaligus jalan-jalan ke Jogja. Jadi Kak Erma, Kak Tony, dan Masjaw cerita mengenai perjalanan mereka kemarin. Mulai dari membully Masjaw, Adit yang nge-stok baju couple padahal ga ada couplenya, sampe seremnya melewati jalan pintas hutan. Tapi mana oleh-olehnya? Mana gantungan kunciku (-_-)

Rupanya kita mau karaokean. Lho, aku enggak mempersiapkan apa-apa. Baterai ponsel hampir habis karena tadinya nggak ada rencana mau keluar sama sekali. Aku pikir tadinya mungkin habis magrib aku bakal pulang ke kos. 

Akhirnya kita menuju tempat karaoke Yaho, di Jogja (nama toserba) jalan baru. Diluar dugaan, jalanan lancar dan tempat karaoke sepi. Alhamdulillah deh. Kita karaokean dua jam. Lagu pertama dimulai dengan Rumor - Studi Banding. Hahaha ada juga lagu beginian cocok lah sama kita. Mulai dari lagu jawa, lagu galau, sampe nge-rock semua kita nyanyiin selama dua jam. Jam sepuluh kita selesai.

"Yuk, balik yuk ke Dramaga,"
"Hah balik? Masih jam sepuluh,"
"Masih pagi nih!"
"Apa kata temen-temen kosan gue kalo jam segini udah balik hahaha,"

Kita galau. Mau nonton, tapi udah kemaleman. Mau ke warung kopi di Dramaga, tapi udah pernah. Nanda dan Inge balik duluan ke Dramaga karena mereka ada janji lain. Tersisa aku, Marita, Umi, Kak Erma, Masjaw, Kak Tony, David, dan Adit yang bingung mikir mau kemana.

"Dasar para jomblo,"
"Ngaca,"

Hahaha. Akhirnya kita memutuskan untuk shalat isya dulu biar dapet pencerahan. Lalu habis shalat...

"Gimana, udah dapet ide?"
"Belom. Soalnya gue masih jomblo,"

-___- Karena sudah malam dan belum makan, jadi pilihan yang tepat adalah mencari tempat makan. Tadinya mau di sekitar daerah Yasmin, tapi apa daya kenyataan berkehendak lain. Kita memutuskan untuk menuju pasar malem karena aku belom pernah ke pasar malem hahaha (Y). Ternyata pasar malem isinya tukang jualan baju sepatu, dll. Permainan untuk anak-anaknya standar ada komidi putar, bianglala. Yaah coba ada rumah hantu! Kan kita pasti masuk!

bianglala di pasar malem. muternya kenceng banget.
  
Sesampainya di sebuah warung tenda, kita masuk dan pesen makanan. Sambil makan, sambil buka sesi curhat dan jujur-jujuran sambil membully LOL. Pipi sampe sakit ketawa melulu. Ini terkait 'i***-i***', baik yang masih dipelihara atau udah dilepas. Ini laki-laki pada jahat amat sih sama i*** terdahulunya wkwk.

Dari warung tenda yang kami tempati, terlihat jelas meriahnya kembang api yang dinyalakan di detik-detik pergantian tahun. Berisik! Disini aja udah cukup menyeramkan suaranya, gimana kalau bunyi bom dan tembakan di jalur Gaza ya.

Jam setengah satu pagi kita pulang. Jalanan sepiiii banget. Kita enggak merayakan tahun baru kok, kita cuma pesta duren, karaoke, dan makan. Kebetulan aja momennya pas di akhir tahun. #anti-mainstream