30 April 2013

Life's getting harder. We're getting stronger.

Last Monday, I asked one my friends from TPB, Ipeh, to meet me soon. We didn't meet for almost 2 weeks and both of us had a lot of things to share. Life was so busy nowadays then finally we met last Friday. A few hours before we met, I forgot about 'something' I had to done this evening. But I was still going to campus to meet her.

I had no idea how busy Ipeh is lately. She joined an organization in our faculty called BEM and on that day she should meet some persons to give an invitation letter for the organization's event. She was so riweuh. She cancelled her plan to go home after a month in Bogor (it's weird when Jakartan people are keep themselves stay in Bogor for a month without go home). Last Monday, on 09.00 p.m. I texted her that I just arrived at my boarding house (Bogor) after 4 days in Depok. And she said that on that time (09.00 p.m.), she was still in Depok to pick something in a printing company. Super duper crazy.

After accompany Ipeh sent those letters, we went to cyber campus because I needed to finish my 'things'. I felt like I want to give up with these things but I remembered my self-promise last year that I will not let myself give up before the war started. And... I finished it in 20 minutes! Congratulate me!

We decided to go to Indraprasta. It's quite far from Dramaga (our campus area). We went there by angkot and transpakuan for almost 40 minutes, but it's okay because we needed to go outside Dramaga for a while.

After 2 hours chat and late lunch with Ipeh, I suddenly realized that so many things happened in our life. And it was totally great. Although there were some troubles, we still had a lot of things that made us happy. There were fears and tears, but we had reason for cheers.

Yes, I did never thought about how lucky I am. I still had a great time to go to the movie with my 75 classmates. I still had a chance to meet Della and Papski at the Alfamidi. I still had an opportunity to meet Ipeh, the most busiest person nowadays, and eat this nasi timbel.

God gave me so much things in life. God sent me some troubles to test my patience, but God also sent me those lovely best-friends and family to cheer me up. When I chose my life scenario, God gave me the better one.

"Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?"
Q.S. Ar-Rahman (55)
Life's getting harder. But, God make us getting stronger.

29 April 2013

Sanggar Juara dan Hari Bumi

Mayoritas adik-adik Sanggar Juara belum paham dan tau mengenai kapan dan mengapa ada hari bumi. Sabtu sebelumnya (21 April), kakak-kakak mengajak adik-adik untuk merayakan dan memahami hari kartini. Tanggal 22 April, baru deh hari bumi. Karena belum sempet diperkenalkan Sabtu lalu, jadi baru Sabtu ini (nggak papa lah yaw telat hampir seminggu). Sabtu ini yang ikut ke Pabuaran banyak loh ada aku, Nindya, Citra, Azzah, Apri, Mega, Wulan, Audina, Kak Sani, Feber, Ghiffari, Ferdi, plus steering committee kita yaitu Kak Valen dan Kak Aisyah.



Ohiya kebetulan akhir pekan ini kami kedatangan tamu dari Advan, ituloh perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran laptop dan alat-alat elektronik lainnya. Advan punya corporate social responsibility (CSR) yang tahun ini menilik pergerakan anak muda di bidang kesejahteraan sosial.

Salah satu finalis yang lolos yaitu Kak Valen, founder Sanggar Juara. Tadinya kami pesimis karena saingannya berat-berat, termasuk ada Alanda Kariza dengan Komunitas The Cure For Tomorrow-nya. Tapi alhamdulillah Sanggar Juara masuk tiga besar bareng dua komunitas lainnya (Sanggar Anak Matahari dan Sekolah untuk Anak Jalanan).

Pihak Advanced telat datang ke Dramaga sehingga mereka terpaksa harus menuju Desa Pabuaran sendirian. Alhasil nyasarlah. Apalagi untuk menuju lokasi enggak ada patokan atau ancer-ancernya. Tapi alhamdulillah akhirnya mereka sampe juga setelah dua jam. Shooting berjalan lancar. Doakan kami jadi juara ya!

Sabtu ini untuk memperingati dan memperkenalkan hari bumi, adik-adik Sanggar Juara diajak untuk menyaksikan film kartun pendek mengenai rusaknya lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan global. Berat yah materinya, tapi untung adik-adik paham karena film kartunnya pakai ilustrasi lucu dan bahasa yang ringan. Selain memberikan dongeng dan nyanyian tentang larangan menebang pohon secara liar, yang spesial di Sabtu ini adalah bikin peta Indonesia dari bubur koran bekas.

penjelasan sederhana soal hari bumi

bikin peta dari bubur koran

Minggu depan (5 Mei 2013) kami bakal ngadain acara untuk memperingati hari pendidikan nasional bareng komunitas pendidikan se-Bogor di Bogor Trade Mall (BTM). Jangan lupa mampir untuk menyaksikan adik-adik Sanggar Juara yang di Situleutik main drama dan kunjungi booth kami :D Salam juara!

27 April 2013

9 Summers 10 Autumn; Esensi Pulang ke Rumah

Ketika seseorang tengah berada di puncak karir yang ia impikan, ketika seseorang sudah berada di lokasi yang jauh lebih baik daripada sebelumnya, rasa-rasanya perlu dipertanyakan mengapa ia memilih untuk kembali. Satu kata cukup untuk menjadi jawaban Iwan Setyawan ketika ditanya mengapa ia memilih untuk pulang ke Kota Apel (Malang) setelah bekerja dan menempati jabatan tinggi di perusahaan data analis ternama di The Big Apple City (New York). Jawabannya yaitu keluarga.

novel 9 Summers 10 Autumns
Aku baca novel ini atas saran Hani (makasih Hani :D). Aku baca waktu berkemah di Cikabayan tahun lalu. Isinya cenderung datar tanpa konflik atau emosi perasaan yang diluapkan. Nah tahun ini kebetulan film-nya keluar. Berhubung ini tokohnya anak IPB, ada adegan shooting di IPB juga walaupun di kampus Baranangsiang. Soalnya waktu jamannya Mas Iwan kuliah, kampus IPB pusatnya masih di Baranangsiang, program S1 belum dipindahkan ke Dramaga.

Udah sejak lama, aku dan temen-temen sekelas Manajemen48 janjian mau nonton bareng film ini di hari pertama rilis. Tadinya takut kehabisan tiket, apalagi jumlah kami sekelas banyak banget. Untung ada Alul yang punya temen yang kerja di Bioskop 21, jadi kita dimudahkan. Kami nonton di bioskop yang paling murah hahaha hemat anak-anak kos. Nggak semua bisa ikut karena beberapa anak ada yang berkegiatan lain, ada responsi minor, dll. Total 75 anak yang ikut, tetep banyak ya! Kami bahkan bawa bendera angkatan lho!

Rasanya kami cukup berisik berasa kelas sendiri di dalam studio (maaf ya penonton lain). Ada adegan waktu Mas Iwan mau lomba nyanyi, sebelum ia tampil anak perempuan yang tampil bernama Krisdayanti.

"Hahaha Krisdayanti,"
"Wakaka lawak,"
"Oi beneran tau dia temen SDnya Krisdayanti. Ada di novel,"
"Hah beneran?"

Hahaha waktu dulu baca novelnya aku juga kaget menemukan fakta bahwa Mas Iwan ini temen SDnya Krisdayanti yang penyanyi itu.

9 Summers 10 Autumns The Movie

Anyway, judul 9 Summers 10 Autumns ini merupakan perlambang lamanya Mas Iwan bekerja di New York sebelum akhirnya mendapat panggilan hati untuk pulang kembali ke Batu, Malang. Mas Iwan menyadari bahwa ia ingin pulang ke rumah untuk kembali hidup bahagia bersama keluarganya setelah melewati sembilan musim panas dan sepuluh musim gugur di New York.

26 April 2013

Green Summit Superseru

Akhir pekan kemarin aku ikut acara International Youth Green Summit (IYGS) 2013 di Universitas Indonesia, Depok. Satu kata; seru!

Hari 1
Jumat sore, aku, Tipong, dan Ayu (temen sekelompok) langsung menuju Stasiun Pondok Cina, Depok. Kami dikasih arahan untuk menuju lokasi homestay di Perumahan Pesona Khayangan. Sesampainya disana, ternyata kita masih ditumpangin di rumah Profesor Aci, dosen psikolog UI. Yah, lumayanlah istirahat bentar. Ngobrol macem-macem, makan malam, kenalan sama peserta lain.

Tapi sampai jam setengah sepuluh pun kami belum dapat homestay. Duh kan, padahal udah ngantuk. Akhirnya kami dibawa menuju rumah lain, tapi masih dalam kawasan Pesona Khayangan. Ternyata kami di transit-in lagi, kali ini di basecamp panitia. Baru deh abis itu kami diantar Kak Aan dan Kak Jay ke asrama UI, karena nggak ada pilihan lain.

Kelihatannya ngenes ya. Nggak dapet homestay. Ditaruh di asrama. Tapi nggak masalah. Malah bersyukur. Kalau tinggal di asrama kan bisa lebih leluasa, daripada homestay di rumah dosen. Ngomong-ngomong, asrama UI ini aneh (menurutku). Aku bersyukuuur pernah diwajibkan tinggal di asrama TPB IPB yang suasananya ribuan kali lebih hangat dan menyenangkan daripada asrama UI.

Hari 2
Pagi-pagi di lokasi, kami bertiga ketemu Alan, temen sekelas di manajemen juga. Dunia sempit. Rupanya dia datang jadi peserta. Hari ini jadwalnya seminar dan workshop. Banyak kenalan dengan orang-orang lain yang rupanya pada datang dari jauh macam UGM, Unibraw, Unair, Unpad, bahkan ada anak SMA dari Salatiga dan Balikpapan. Tamu utama dari seminar hari itu adalah Miss Earth. Hm biasa aja. Aku lebih tertarik sama sambutan dari Pak Parni Hadi dan lagu Green Radio-nya yang diputar di RRI.


pink; Miss Earth 2012, putih; Founder Miss Earth Foundation

:)

Usai makan siang, workshop dimulai. Kami dibagi menjadi dua kelas dan menuju ruang workshop masing-masing. Seru nih workshop pertama soal Green Marketing, bagaimana caranya memasarkan dan mengkomunikasikan proyek lingkungan kita kepada orang lain (masyarakat, pemerintah, dan stakeholder lain). Workshop dipimpin oleh Michelle dari CIFOR (Center for International Forestry Research). CIFOR ini lokasinya di Sindang Barang, IPB. Tapi sayangnya, aku belum pernah kesana *malu.

Kami dibagi dalam beberapa tim dan harus melakukan analisis poin-poin sebelum menjalankan proyek. Aku satu tim bareng Tedjo (HI Unibraw), Janti (HI Unpad), Ratna (Geologi UGM), dan Tiur (masih SMA di Salatiga). Kami udah menyiapkan drama untuk metode presentasinya tapi sayangnya lagi, waktu terbatas yaaah jadi presentasinya ala kadarnya aja.

Workshop berikutnya soal analisis rancangan kerja. Mirip-mirip sama matakuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. Kita analisis output apa saja yang mau kita raih, lalu proses apa yang harus dilakukan, lalu kita tentukan input berupa apa yang diperlukan untuk melakukan proses tersebut.

Hari 3
 "Pagi ini ada funbike jam 7,". Bangun tidur nemu sms ini dari panitia. Lho kok ada funbike, padahal aku nggak bisa naik sepeda. Yaudah deh aku dan Ayu (sama-sama nggak bisa bersepeda) tetap datang ke lokasi dan ketika yang lain pada naik sepeda, kami ber-funfoot ria aja keliling UI.

funbike

Setelah funbike, karena ini summit, kami merumuskan deklarasi bareng-bareng. Ternyata rumit juga ya menyusun deklarasi. Setelah tersusun empat poin deklarasi, harus berjanji sama diri sendiri untuk menerapkan empat poin tersebut usai acara ini. Insya Allah :)


ayu, aku, tipong

Setelah deklarasi, inilah waktu yang paling ditunggu-tunggu, presentasi! Karena aku dan kelompok pilih tema Pollution and Waste, jadi kami cuma berkesempatan buat liat proyek-proyek yang ada di tema itu, padahal penasaran juga sama proyek-proyek dengan tema lain.

Disini banyak orang inspiratif. Kelompoknya Janti, Navajo, dan Teguh. Kelompoknya Deta, Ratna, Kak Arinova dan Kak Adlan, dll. Proyek-proyeknya yang unik, menarik, ditambah kemampuan public speaking dalam bahasa Inggris yang baik merupakan perpaduan yang bagus untuk menegur diri sendiri, tuh belajar tuh kayak gitu, ngapain aja kamu selama ini. Terimakasih Ya Allah telah mempertemukan aku dengan orang-orang ini. Banyak inspirasi. Ternyata masih banyak anak-anak muda yang peduli lingkungan macam mereka. Ada yang bikin ecobag dari plastik bekas dan kain, ada yang bikin alat untuk laundry, ada yang bikin bank kertas, sedekah hijau, dll.

Malamnya, ada cultural night. Yeay. Hari ini hari kartini dan aku pake kebaya hahaha. Banyak yang pakai baju unik-unik, terutama si Filipina. Baju tradisionalnya agak-agak mirip waitress gitu, kayak di Amerika Latin. Rupanya itu baju tradisional ketika mereka masih dijajah Spanyol. Malam ini ada tarian merak dan tari (lupa namanya, dari sumatera utara) oleh anak-anak Sampoerna School of Education (SSE). Aku jadi mikir, tarian tradisional apa yang aku bisa? Pelajaran seni tari tiga tahun waktu SMA udah samar-samar rasanya.


bareng anak SMA bernama Pandu Dharma, walikota Balikpapan 2026


pinoy. nyanyi hawak kamay (gatau artinya apaan).

Hari 4
Selamat hari bumi! Hari ini kami menuju Parung, Bogor buat tanam pohon. Habis itu grand-closing deh, sedih udah harus selesai acaranya. Banyak temen-temen yang udah pulang duluan sebelum acara selesai karena dikejar kereta dan pesawat. Tadi sempet bingung nyariin rute apa yang paling tepat buat anak-anak UGM menuju stasiun pasar senen. Untung mereka nggak nyasar hehe.

temen-temen

aku di grand closing

Setelah acara ini, karena udah banyak dapat pengetahuan, pengalaman, dan temen-temen yang sejalan, aku mau lebih total dan serius selanjutnya. Aamin :)

25 April 2013

Kartini Jaman Sekarang

Selamat Hari Kartini, 21 April 2013! Ternyata jaman sekarang banyak juga kartini-kartini yang berkeliaran di kampus. Aku mau cerita soal kartini-kartini ini. Tebak siapa...


Ammah Intan wisuda
Ammah Intan Islamia. Ammah Intan ini salah satu Senior Resident (SR) di Asrama TPB IPB waktu aku tingkat satu. Di Asrama A1, para SRnya dipanggil dengan sebutan Ammah. Tapi aku ketemu Ammah Intan awalnya bukan di asrama, melainkan di kelompok mentoring wajib buat praktikum mata kuliah Agama Islam. Ammah Intan ini mentor kelompok aku. Asik deh orangnya. Kalo denger anak-anak kelompok mentoring lain cerita soal mentornya, duh bersyukur banget rasanya dimentorin sama Ammah Intan. Setelah lulus matakuliah tersebut, aku masih lanjut mentoring sama Ammah Intan.

Ammah Intan itu inspiratif banget. Dia angkatan 45, kalau di kampus lain itu berarti tahun 2008. Kemarin baru aja wisuda. Dan kalian harus tahu bahwa Ammah Intan ini kelahiran tahun 1993! Jadi waktu SD, dia ditawarin naik tingkat dua kali, trus dia mau-mau aja (yaiyalah). Waktu SMA baru deh ikut kelas akselerasi. Ammah Intan tahun lalu kepilih jadi mahasiswa berprestasi peringkat satu di fakultasnya. Ammah selalu ngingetin aku untuk nggak lupa sama tujuan utama hidup. Semua hal harus dilakukan karena Allah. Ammah juga cerminan biar aku selalu jadi orang yang semangat. Habis ini, Ammah Intan mau lanjut belajar di Turki. Doakan ya.



kak syifa
Kalo yang ini namanya Kak Syifa Selvia, mantan presiden Sanggar Juara yang juara banget. Kak Syifa ini rumahnya deket, di Bekasi, tapi yang aku herankan adalah kok kayaknya tiap weekend Kak Syifa selalu ada acara (Sanggar Juara, dll) terus kapan pulangnya ya. Kak Syifa ini masih angkatan 2009, jadi belum lulus, doain tahun ini ya. Kemarin dia baru berangkat ke Jambi untuk penelitian di suku anak dalam.

Kak Syifa ini tipikal orang gaul. Aktif di berbagai kegiatan ekstra kampus, kenal, dan dikenal banyak orang. Tahun lalu, Kak Syifa jadi salah satu Indonesia Youth Changemakers dari Yayasan Ashoka Indonesia. Kak Syifa juga aktif di Suara Pemuda Anti Korupsi (SPeAK) dan Indonesia Future Leader (IFL). Kak Syifa berkeliaran dimana-mana.

Sesuai jurusan dan passionnya, Kak Syifa dan temen-temennya bikin komunitas Bicara Desa. Komunitas ini bergerak di pengembangan desa, khususnya di bidang ekonomi. Bicara Desa mengajak masyarakat desa tersebut untuk memanfaatkan hasil tani mereka yang melimpah, yaitu bayam, untuk diolah dan diberi nilai tambah jadi keripik bayam. Keripik bayam Bicara Desa ini favorit aku karena enak dan sehat! Rasanya dan bentuk beda sama keripik bayam di tempat lain.



kak aul, paling cantik seangkatan
Kak Aulia Rizqi ini wanita super strong. Kemarin juga baru lulus. Coba tebak dia jurusan apa? Teknik Pertanian yang sekarang namanya berubah jadi Teknik Mesin dan Biosistem. Jurusan dimana jumlah ceweknya cuma berapa persen kalau dibandingin sama jurusan-jurusan lainnya. Waktu skripsi, Kak Aul dapet dosen pembimbingnya yaitu Pak Herry Soehardiyanto alias Rektor IPB. Kebayang repotnya gimana, susah ketemunya pula. Tapi alhamdulillah Kak Aul yang kuat ini dilancarkan segala urusannya. 

Aku kenal Kak Aul dari Indonesian Youth Act. Walaupun jurusan Kak Aul punya stereotip macho, Kak Aul juga rajin dan aktif di kegiatan-kegiatan sosial. Kak Aul ambil matakuliah supporting course Pengembangan Karakter, jadi sebelum lulus Kak Aul berkesempatan untuk jadi guru di PAUD Lab School Pendidikan Karakter. Kalo denger ceritanya Kak Aul, rasanya pengen ikutan ke sekolahnya hehehe.

Kak Aul dulu bilang bahwa dia pengen banget ngadain festival untuk anak-anak marginal. Dia ngerasa bahwa anak-anak marginal bener-bener dikesampingkan sama masyarakat dan pemerintah. Dia mau merubah hidup anak-anak itu dan dia serius. Sekarang, Kak Aul punya Rumah Merah Putih, gerakan pendidikan buat anak jalanan gitu. Kak Aul juga serius mau jalanin bisnis sendiri. Semoga tahun ini banyak hal-hal bahagia buat Kak Aul yang selalu passionate menjalani hidup :)

14 April 2013

Budaya Ngaret

Akhirnya Ujian Tengah Semester (UTS) aku beres juga alhamdulillah! Beres ujian, aku langsung pulang ke Jakarta karena ada keperluan nganterin barang buat yeyek-yeyek (tante) aku. Aku nggak ikut main ke Pantai Sawarna, Malam Keakraban, ataupun sekedar jalan-jalan sama temen. Jadi aku pilih alternatif lain. Kebetulan aku nemu informasi seminar tentang social business di Jakarta. Berhubung memang lagi tertarik dan mau belajar soal itu buat diterapkan tahun ini, aku daftar.

Dibalik mewahnya lokasi seminar di grand ballroom hotel, gratisnya tiket seminar, pembicara yang keren, panitia dari organisasi (yang katanya) internasional dari kampus yang (katanya) diidam-idamkan mayoritas anak SMA kelas tiga, ada hal yang 'merusak' semua itu, yaitu: budaya ngaret.

Budaya ngaret? Yep. Malam sebelum hari H, panitia mengirimkan pesan bahwa para peserta harus sudah sampai di lokasi pukul delapan untuk registrasi, karena acara akan dimulai pukul sembilan. Karena acara dikabarkan dimulai pukul sembilan, aku dan Ayu tenang-tenang aja sampai lokasi pukul setengah sembilan. Tapi rupanya panitianya ngaretos siempre. Acara baru dimulai pukul setengah sebelas.

Yang paling membosankan adalah ketika mendengarkan sambutan dari salah satu pihak kementrian perekonomian. Kebanyak kalimat diulang-ulang sampai hampir satu jam, mending bagus, nyatanya enggak. Padahal menurut rundown, cuma dijadwalkan 20 menit. Aku sampe tidur (beneran). Akibatnya pas tiba sesi talkshow, pembicara yang hadir nggak punya banyak waktu buat memaparkan materi, ah padahal disitu intinyaaa *sebel.

Salah satu pembicara bahkan dengan jelas mengkritik panitia diatas panggung. Beliau juga mengungkapkan kritik dan sarannya via akun twitter pribadinya (nggak disebut nama acara dan siapa panitianya).
 

pembicara yang dikecewakan

Pembicara tersebut mengungkapkan kekecewaannya terhadap anak muda yang katanya mau jadi agen perubahan, tapi untuk kebiasaan kecil seperti tepat waktu aja masih enggan ditegakkan.

Kekecewaan aku terhadap sesi pembukaan dan sesi pertama talkshow sedikit terobati lah waktu jam makan siang hahaha. Nasi, ayam kecap, dendeng, udang balado, sayur jagung muda, plus puding pandan vla cukup memperbaiki suasana hati siang itu. Tapi dipikir-pikir ada hikmahnya juga atas tragedi ngaret tadi. Aku dan peserta lain jadi 'tersentil' kata-kata pembicara tersebut. Ya, harus lebih hati-hati untuk nggak ngaret lagi di kehidupan sehari-hari nantinya.

Talkshow sesi kedua berjalan lancar dan nggak mengecewakan seperti sesi sebelumnya. Tapi ada satu hal menarik yang lebih 'menyentil' daripada materi-materi yang disampaikan para pembicara. Salah satu pembicara yang gayanya agak nyentrik, berkata, "Saya mau minta follow-up dari panitia. Apa tindak lanjut setelah adanya seminar ini? Benar-benar diaplikasikan atau tidak? Atau jangan-jangan panitia dari kampus ternama ini cuma pinter bikin acara saja?". Jleb. Semua ketawa.

Banyak pelajaran unik yang didapet pada seminar kali ini. Nggak cuma dari materi yang disampaikan, melainkan juga dari setiap kalimat lain yang keluar dari mulut para pembicara yang inspiratif. Terimakasih atas semua pihak yang terlibat, terutama buat yang masak macaroni schotel dan croissant, juga buat yang ngasih majalah Marketeers :)