30 Juli 2013

Young On Top Monthly Meeting and Share

Sabtu lalu, aku hadir di Young On Top Monthly Meeting di kantor, yaitu di Marquee Offices, Cyber 2 Tower, Kuningan. Karena belum pernah ke daerah sini, jadi aku enggak tahu mana itu Kuningan blok sekian. Untung ada teknologi bernama google map dan transportasi umum bernama transjakarta. Sampai disana, aku ketemu Bayu dan kita langsung menuju lantai 17. Rupanya kalau mau masuk harus meninggalkan KTP dulu dan dapat kartu pengunjung, oh gitu -_-

Karena ini rapat bulanan pertama untuk periode 2013/2014, jadi di awal Mas Billy Boen cerita dulu awal mula kemunculan Young On Top. Mungkin beberapa orang udah baca cerita ini di media, tapi aku tulis ulang secara singkat aja. Mas Billy lulus S2 cumlaude di usia 22 tahun dan pada usia 26 berhasil menjadi WNI pertama yang menjadi general manager di Oakley Indonesia. Mas Billy bilang dia bahagia banget. Dia mendapat banyak fasilitas mewah dari kantor dan sering berpesta. Impiannya untuk jadi pimpinan perusahaan besar di usia muda udah tercapai. Pada suatu hari, Mas Billy dapet telepon dari temannya yang kerja di perusahaan penerbitan, "Bil, bikin buku dong!".

Mas Billy mikir terus semalaman. Lama berselang ia nggak peduli. Tapi akhirnya ia setuju juga untuk bikin buku karena dia pengen liat nama dia ada di toko buku biar keren gitu. Tapi bingung mau bikin buku apa. Suatu hari, karena ia sering bertemu dengan pimpinan-pimpinan perusahaan lain, ia sering mengamati bagaimana cara mereka bersikap, bertutur dan bertingkah laku. Nah, jadilah muncul kesadaran bahwa kalau orang-orang itu punya prinsip hidup yang baik. Akhirnya Mas Billy memutuskan untuk menuliskan buku tentang sifat-sifat yang mempengaruhi pencapaian kesuksesan di usia muda.

Mas Billy kuliah di luar negeri. Mas Billy nggak biasa nulis bahasa Indonesia, karena menurutnya bahasa Indonesia itu membingungkan dan ribet. "Kamu dalam bahasa Inggris ya You. Kalau bahasa Indonesia bisa Kamu, Kau, Anda, Engkau, Dikau, bahkan Agan, Aganwati,". Haha jadinya Mas Billy menulis buku pakai bahasa Inggris dan memberikan naskah ke temannya dalam bahasa Inggris.

Temannya protes. Mana bisa buku bahasa Inggris begini diterbitkan dan dijual di Gramedia. Mas Billy bete dan bilang, "Lho saya nggak suka Gramedia. Saya sukanya ke Periplus dan Kinokuniya. Saya maunya buku saya dijual disana.". Yakali hahaha. Mas Billy diminta menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia, tapi Mas Billy nggak mau (karena nggak bisa).

"Emangnya disini nggak ada penerjemah?"
"Ya ada sih. Tapi mahal,"
"Saya yang bayar penerjemahnya deh,"
"Nggak bisa itu! Nih di buku ini ada tulisan keep learning. Mau belajar nulis bahasa Indonesia nggak?"

Mas Billy mati kutu. Akhirnya Mas Billy belajar nulis bahasa Indonesia dan buku itu jadi dalam kurun waktu 2 tahun hahaha lama ya. Beberapa bulan setelah buku terbit, ada seorang anak di Medan yang ngirim e-mail ke Mas Billy dan mengaku dan menulis cerita bahwa buku itu merubah hidupnya. Disinilah titik dimana Mas Billy terharu dan sadar bahwa hidup itu harus berbagi. Akhirnya Mas Billy mulai serius menyebarkan visi misi Young On Top sampai tahun keempat ini, tujuannya buat membentuk generasi muda Indonesia yang kuat! Ohiya aku dapat mentor Kak Bunga Mega lho :D

Sore harinya, kami juga mengadakan Young On Top Share 2013 dan mengundang 80an anak dari Panti Akhiruzzaman, Bekasi. Panti ini beberapa waktu lalu mengalami mushibah kebakaran. Tapi alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki.

Sebelumnya aku selalu berpendapat bahwa tim dokumentasi itu paling gampang dalam kepanitiaan suatu acara, tapi rupanya aku salah. Jadi tim dokumentasi susah! Aku ngambil gambar dikit doang yang bener. Adik-adiknya lucu-lucu dan ceria ahaha senang lihat mereka senang.

"Kak itu ketupat yang itu boleh aku bawa pulang?" *nunjuk hiasan ketupat diatas pintu
"Kak, aku laper. Boleh makan sekarang?" *capek nungguin magrib

Sebagian anak dapet tas dari HardRock FM dan Bear Brand

heboh game sarung

Mas Billy dan Ibu Kepala Panti. foto penting malah blur -_-

Tanzi sama Fioni lagi bagi-bagi tas

Banyak belajar hal-hal baru, ketemu orang baru, teman baru, pengalaman baru, tugas baru, dll :)

29 Juli 2013

Dari Selatan ke Utara

Siapa yang enggak tau Sahabat Anak? Yayasan yang udah berdiri sejak belasan tahun lalu ini selalu aktif dan inovatif dalam setiap kegiatan-kegiatan untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak Indonesia. Tahun lalu, aku baru tau kalau ada acara yang namanya Jambore Sahabat Anak (JSA), perkemahan dua hari satu malam yang dikhususkan bagi anak-anak kaum marginal dimana pada saat itu mereka 'libur' alias bisa bersenang-senang tanpa harus bekerja di jalan dan memikirkan setoran.

Aku lihat berita di televisi maupun di internet, JSA begitu marak dibahas dan siapa yang nggak tertarik coba? Sayangnya tahun lalu aku terlambat mengetahui rekrutmen relawan dan terlanjur pulang ke Semarang saat libur kuliah. Tahun lalu juga, aku janji sama diri sendiri bahwa tahun berikutnya aku nggak boleh ketinggalan informasi dan harus jadi relawan di JSA. Aku nggak bisa kasih banyak hal untuk bantu mereka. Aku nggak bisa secara rutin bolak-balik Jakarta-Bogor untuk berbagi sama mereka. Jadi ya kenapa enggak sumbang tenaga untuk dua hari satu malam.

Aku ikut briefing hari Minggu, janjiannya pukul 15.00 WIB di Museum Bank Mandiri, Kota Tua. Karena hari Minggu di daerah Cipulir pasti macet, aku berangkat pukul 12.30. Dan benar, rupanya selama 45 menit di kemacetan, metromini yang aku naikin bahkan nggak maju mencapai 100m. Orang-orang pada belanja buat beli baju lebaran mungkin.

Akhirnya aku sampai di Terminal Blok M pukul 13.50 dan langsung menuju loket bus transjakarta atau nama salahnya; busway. Tapi kok ini antrian di depan loket panjaaaaaaaaaaaang banget? Rupanya loket ditutup karena busway enggak jalan. Beberapa orang protes ke petugas. Entah alasannya apa, ada yang bilang karena banjir, ada yang bilang karena lagi pengisian bahan bakar gas, dll. Yang jelas saat itu udah pukul 14.00 dan busway nggak jelas kapan muncul.

Sempet mau cari bus ke arah Kota. Tapi Jakarta hari ini terlalu macet dan kalau naik bus biasa, aku bisa nyampe Kota pukul 17.00. Akhirnya aku memutuskan untuk naik bus sampai Stasiun Cawang, lalu naik kereta ke arah Kota. Tapi bus ke Cawang nggak muncul-muncul. Disini mulai frustasi. Apa aku enggak jadi aja ya ikut briefing dan otomatis batal jadi relawan. Toh tanggal 23-25 Agustus ada alternatif ikut acara lain di puncak. Tapi aku jadi inget kalimat, "Mau aja apa mau banget?".

Aku mau banget. Mau banget dari tahun lalu malah jadi relawan di JSA. Pokoknya aku harus berusaha keras gimanapun juga untuk sampai di Kota pukul 15.00. Akhirnya aku ngojek ke Stasiun Cawang. Langsung beli tiket kereta (murah cuma 3500! sebelumnya 9000 padahal). Sampai di Stasiun Kota jalan supercepat nyariin Museum Bank Mandiri. Mana kumpulnya di lantai 2 (kalo naik lift), liftnya penuh, naik tangga kenyataannya di lantai 6 (emang aneh ini lantai museum). Akhirnya aku sampai di depan ruangan pukul 14.57! Yeeee!

Ohiya, pokoknya briefingnya seru. Aku datang sendirian enggak kenal siapa-siapa, pulang-pulang kenal banyak temen baru. Aku ditugaskan untuk mendampingi anak-anak di daerah Buaran, Klender. Kumpul bareng temen-temen sekelompok dan membahas mau ngapain aja disana plus dapat kolak biji salak, nasi uduk, dan ayam. Pulangnya alhamdulillah ada busway walaupun nunggunya lama dan aku harus berdiri sepanjang jalan. Hahaha senangnya ~

23 Juli 2013

Bacaan Anak-anak

Selamat hari anak nasional! Sebagai generasi 90an, aku bersyukur karena masa kanak-kanak aku super menyenangkan. Belum tersentuh teknologi canggih macam jaman sekarang. Aku masih main petak umpet setiap sore, masak-masakan, nonton acara musik dunia anak, dateng ke studionya Susan dan Kak Ria, serta nonton kartun tiap hari Minggu. Yang nggak kalah bikin nostalgia yaitu bacaan waktu kecil.

Kata Ayah, buku-bukunya Hilman Hariwijaya itu bagus. Aku banyak baca buku-bukunya, tapi yang paling aku paling suka yaitu serial Lupus Kecil. Cerita-ceritanya sederhana, mengambil keseharian anak-anak, polos, dan lucu (sering diselingi tebak-tebakan khas jaman dulu). Disini temen-temen Lupus beda loh sama temen-temen Lupus waktu SMA. Waktu SD, temen-temen Lupus itu masih Pepno, Iko-iko, Happy, dan Uwi. Di serial ini juga, Papinya Lupus masih hidup. Aku tamat seluruh serial Lupus Kecil dan sampai kemarin bahkan aku masih baca dari rak buku di kamar!


Seri Lupus Kecil

Waktu kecil aku juga baca koran loh hahaha. Sebenernya aku suka koran Yunior yang jadi selipan hari Minggu harian Suara Merdeka (koran Semarang). Tapi Ayah sukanya langganan Kompas, jadi aku cuma dapet selipan Kompas Anak tiap hari Minggu. Koran Yunior itu tebel jadi puas gitu bacanya, kalo Kompas Anak cuma dua halaman doang, kedikitan. Tapi aku juga langganan Tabloid Tablo yang terbit tiap hari Minggu. Bagus deh aku suka banget! Alhamdulillah enggak tipis. Tapi sayangnya sekarang udah nggak terbit.


kompas anak, selipan tiap hari minggu


Kalo majalah, aku paling suka Bobo. Gara-gara majalah Bobo, aku punya cita-cita nggak kesampaian, yaitu jadi ilustrator. Aku juga punya sahabat pena loh gara-gara Majalah Bobo. Namanya Andin. Itu pertamakalinya aku ngirim surat. Pas dapet balesan rasanya seneng bukan kepalang. Dulu aku juga langganan Majalah Ino. Ino ini anjing kecil. Tapi beberapa bulan kemudian, tokohnya jadi ganti. Berubah jadi Majalah Ina (adeknya Ino). Aku inget banget disini ada komik keluarga Cemara dan komik Punakawan. Aku juga suka majalah Aku Anak Saleh, maskotnya si lebah lucu. Aku nggak suka Majalah Princess, menurut aku majalahnya mendidik anak kecil jadi centil sebelum saatnya. Tapi bonusnya bagus-bagus.



majalah ino, bobo, dan aku anak soleh.

Selain itu buku-buku anak yang bagus tuh serial Mio-nya Mizan! Sepertinya sekarang masih ada juga. Kalau yang agak berat sedikit buat anak-anak yaitu buku-bukunya Arswendo Atmowiloto. Tapi aku nggak terlalu suka yang Keluarga Cemara, paling bagus yang judulnya Pesta Jangkrik sama Dewa Mabuk.

Sekian. Selamat hari anaaaak!

Harvest Moon

Semalam, temen aku ngirim sms berisi daftar game yang asik buat di download dan dimainin waktu liburan. Jadi sadar, setahun terakhir, aku jarang main game. Waktu di asrama masih sering (maklum nggak ada kerjaan, tvnya isinya semut, wifi lagi rusak gara-gara pembangunan jalan, dan nggak punya modem). Terakhir game yang aku mainin itu game petani-petanian gitu. Aku mainin waktu awal-awal pindah ke kos. Sendirian. Main sampe tengah malem karena kesepian kangen temen asrama.

Nah, ngomong-ngomong soal game, ada kejadian buruk. Jadi waktu itu malam minggu, terus aku, Ipeh, dan Papu nginep di kosannya Hilda. Rencananya sih mau belajar Mikroekonomi (walaupun beda jurusan, ini mata kuliah wajib di fakultas, jadi kita belajar bareng gitu) tapi malah ngobrol ngalor ngidul. Terus besok paginya, kita cari sarapan di pasar kaget di bara (adanya cuma hari Minggu).

Abis makan, kita muter-muter dan tertarik sama abang-abang penjual game yang teriak, "Ayo dibeli-dibeli cuma 15.000 CD gamenya". Kita berempat penggemar Harvest Moon. Tadinya kita cuek gitu melenggang, tapi...

"Eh balik yuk,"
"Kemana? Liat game?"
"Iya! Gue tertarik sama game harvest moon,"
"Sama! Gue juga daritadi ngeliatin game harvest moon itu,"

Dasar. Akhirnya kita mampir liat-liat.

"Bang ini isinya apa aja harvest moonnya?"
"Ada tiga jenis, teh,"

Langsung kita tergiur dan patungan buat beli CD game harvest moon. Dan ternyata setelah kita buka.............. isinya sama aja! Sama kayak harvest moon yang pernah kita mainin dan nggak ada tuh yang namanya tiga jenis game.

Waktu aku nginep ke kosan Ipeh beberapa waktu lalu, kerjaan kita juga googling-googling tentang Harvest Moon berbagai versi dan membayangkan andaikan kita bisa download aneka versi itu sayangnya adanya di playstation bukan pc :(

Ohiya cek deh ini ada Harvest Moon manusia hahaha bagus!



Ohiya sebenernya aku pengen main The Sims, kayanya seru, kata Ipeh bisa menikah sama hantu di The Sims. Tapi sayangnya selalu gagal kalo diinstal entah kenapa huh.

Sejarah Sang Ratu dan Putri Salju



Berhubung serial How I Met Your Mother yang biasa aku tonton belum tayang season terbarunya, aku mencoba nonton serial Once Upon A Time. Kata temen aku sih bagus. Iya, dia penggemar fantasi, dongeng, dan segala hal berbau fiktif.

Once Upon A Time berkisah tentang tokoh-tokoh dunia dongeng seperti Snow White, Prince Charming, Pinokio, dll. Mereka dikutuk oleh sihir Sang Ratu yang membuat seluruh penghuni Enchanted Forest (nama hutan tempat mereka tinggal) terkirim ke dunia nyata dan di dunia nyata tersebut mereka semua samasekali tidak mengingat segala hal yang terjadi soal dunia mereka sebelumnya.

Berhubung aku enggak suka hal-hal fantasi (iya aku nggak suka Harry Potter, Twilight, dll), selama menonton season pertama serial ini, aku cuma nonton bagian awal dan bagian di dunia nyata-nya aja. Maksudnya? Serial ini alurnya maju-mundur gitu. Tiap episode mencakup satu kisah di dunia dongeng lalu dikaitkan dengan kejadian di dunia nyata. Aku cuma nonton adegan-adegan di dunia nyatanya aja. Tapi ada satu episode menarik, ada kisah di dunia dongeng yang menceritakan awal mula Sang Ratu membenci Putri Salju/ Snow White. Aku bahkan nggak kepikiran mengenai hal ini sebelumnya.

Alkisah, Sang Ratu bernama Regina. Regina hidup sederhana bersama Ayah dan Ibunya. Regina muda sangat tomboy dan senang berkuda. Sementara Ibunya tidak menyukai jika Regina bersikap demikian. Ibunya ingin Regina menjadi seorang lady. Namun karena Regina menolak, Ibunya seringkali menggunakan sihir untuk menyiksa Regina agar kemauannya dituruti.

Karena sering berkuda, Regina jatuh cinta pada pelatih kudanya yang bernama Daniel, vice versa. Namun karena watak Ibunya yang demikian, mereka menjalin hubungan diam-diam.  Pada suatu hari, Regina dan Daniel sedang berkuda dan menemukan seekor kuda mengamuk ditunggangi seorang anak perempuan kecil. Regina menolong anak tersebut.


Snow White kecil habis diselamatkan Regina

"Terimakasih, kau telah menyelamatkan nyawaku," ujar anak perempuan itu.
"Sama-sama. Namaku Regina," kata Regina.
"Aku Snow White,"

Sore harinya ketika Regina pulang ke rumah, Ibu Regina mengatakan bahwa Sang Raja akan berkunjung ke rumah mereka karena ingin berterimakasih sekaligus melamar Regina karena rupanya anak perempuan yang tadi diselamatkan Regina adalah seorang putri. Ketika Sang Raja melamar Regina, Ibunya langsung mengiyakan.

Malam harinya, Regina menangis dan menuju kandang kuda. Ia bertemu Daniel dan menceritakan semuanya. Regina dan Daniel berencana kabur bersama sebelum hari pernikahan. Namun saat itu juga, Snow White menyaksikan Regina dan Daniel berciuman. Snow White marah dan menangis.

"Kenapa kamu bersama laki-laki itu, padahal kamu akan menikah dengan Ayahku,"
"Ayahmu memang baik. Tapi aku tidak mencintai Ayahmu,"
"Kenapa?"
"Karena cinta tidak seperti itu. Aku bahagia bersama Daniel,"
"Jadi kamu mencintai Daniel? Kalau begitu kalian harus menikah,"
"Ya, kami akan kabur besok malam,"
"Baiklah. Aku akan menyampaikannya pada Ayahku. Ia pasti mengerti,"
"Jangan! Kamu harus berjanji bahwa kamu merahasiakan hal ini? Aku akan dilarang Ibuku jika ia tahu,"
"Baiklah aku janji,"

Keesokan harinya, Snow White berjalan-jalan bersama Ibunya Regina. Mereka mengobrol. Ibunya Regina melihat gelagat aneh setiap Snow White memandang ke arahnya. Ia yakin ada yang disembunyikan Snow White.

"Aku sangat menyayangi Regina. Aku akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia," ujar si Ibu.
"Benarkah? Kau akan melakukan apapun?"
"Iya. Jadi karena kau dekat dengan Regina. Bisakah kau memberitahu aku apa yang Regina inginkan?"

Snow White menceritakan kejadian semalam.

Pada malam harinya, ketika Regina dan Daniel hendak kabur dari kandang kuda, mereka dihalangi oleh si Ibu. Ibu marah. Regina kaget mengapa Ibunya mengetahui rencana tersebut. Regina menangis dan memohon. Ibu berpura-pura mengijinkan dan memeluk Daniel. Regina mulai lega, namun sayangnya rupanya Ibunya hanya berpura-pura. Ia menggunakan sihir untuk mengambil jantung Daniel. Daniel meninggal malam itu.


Jantung Daniel diambil

Esok paginya, Regina melakukan fitting baju untuk pernikahannya ditemani Snow White.



"Kau cantik sekali Regina. Aku harap pernikahanku nanti akan seindah pernikahanmu,"
"Pernikahanmu nanti pasti indah sayang,"
"Semoga. Ya, aku bersyukur untukmu. Aku sudah tahu bahwa Ibumu akan menginjinkanmu untuk menikah dengan Daniel. Dia bilang dia akan melakukan segalanya untukmu,"
"Apa maksudmu? Aku tidak akan menikah dengan Daniel,"
"Kemarin aku memberitahu Ibumu,"
"Apa? Bukahkan aku dengan amat sangat jelas mengatakan agar kau menjaga rahasia itu,"
"Tapi... Ibumu bilang... Apa kau marah padaku?"
"Tidak, sayang. Daniel pergi. Aku akan menikah dengan Ayahmu,"
"Benarkah? Aku sangat senang,"

Usai Regina dan Snow White berpelukan, Snow White pergi. Regina memandang Snow White dari kejauhan dan berkata, "Seharusnya kubiarkan gadis kecil itu mati saat berkuda,".

22 Juli 2013

Gagal Rajin

Kejadian tiap awal semester, atau usai ditampar nilai-nilai UTS.

A: Mulai sekarang, aku harus rajin!
B: Aku juga!
A: Ingetin aku ya harus merangkum seluruh makul setiap minggu.
B: Iya ingetin aku juga. Aku udah punya notes sendiri untuk mencatat jadwal kegiatan dan tugas-tugas.
A: Tapi harus ada hukumannya bagi yang nggak ngerjain.
B: Traktir coklat?
A: Kemahalan. Es krim alfamidi aja. Deal?
B: Oke, deal!

Dua minggu kemudian...

B: Kamu udah ngerangkum?
A: Aduh aku cape banget weekend ngga di kosan. Baru pulang semalem jam sepuluh. Nggak sanggup.
B: Iyasih aku juga banyak yang harus dikerjain.
A: Terus gimana hahaha.
B: Kamu traktir aku. Aku traktir kamu.
A: Impas dong kita. Nggak usah traktir sekalian deh.
B: Oke!

Akhir semester...

B: Aku nyesel nggak ngerangkum setiap minggu.
A: Aku juga. Aku nggak sanggup ini materinya banyak dan susah.

Minggu-minggu ujian...

B: Bangunin aku jam dua pagi ya.
A: Oke. Aku masih belajar kayaknya jam segitu. Aku udah minum kopi.
B: Aku nggak sanggup T.T

Paginya...

A: Aku ketiduran! Gimana ini!
B: Aku juga! Habis kamu bangunin malah tidur lagi!

#hidup #mahasiswa #gagalrajin

14 Juli 2013

Buku Panduan Buat Perempuan

Beberapa tahun lalu ketika masih jadi anak baru gede alias ABG yang duduk di bangku SMP, aku banyak baca buku soal pengembangan diri, khususnya buat perempuan. Kenapa? Soalnya menurut aku penting untuk belajar dari berbagai sisi yang akan menentukan kehidupan aku ke depannya, bagaimana aku bersikap, bertindak untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup yang akan berefek pada 'aku' di masa yang akan datang. Maaf kalau aneh (=_=)

Buku-buku yang aku baca tergolong kategori ringan karena segmentasinya memang remaja. Penerbit favorit aku untuk buku-buku terbitan lokal adalah Lingkar Pena. Sementara untuk buku-buku terjemahan dari luar negeri, penerbit Kaifa For Teens selalu jadi andalan.

Jilbab Pertamaku (disusun oleh Asma Nadia), Jangan Jadi Muslimah Nyebelin (ditulis oleh Asma Nadia)

Buku Jilbab Pertamaku dan Jangan Jadi Muslimah Nyebelin yang aku beli, ditambah beberapa buku lain yang disusun dengan sangat cerdas dan menarik oleh Asma Nadia bikin aku nggak sungkan untuk beli buku-buku terbitan Lingkar Pena yang lain.

Tapi kadang-kadang, beli buku juga bisa bikin kecewa karena isinya yang menurut aku enggak pas. Bisa dilihat dari sisi gaya penulisan, ilustrasi, maupun pesan-pesan yang disampaikan di dalamnya. Contohnya dua buku ini. Enggak sepenuhnya aku nggak suka, cuma ada beberapa bagian yang menurutku nggak bagus sehingga mempengaruhi penilaian keseluruhan terhadap dua buku ini.

satunya dari Lingkar Pena. satunya dari Mizan.

satunya dari Girlosophy. satunya dari Kaifa For Teens.

Girlosophy sebenernya cukup banyak menerbitkan buku-buku pengembangan diri buat perempuan. Tapi setelah aku coba beli satu karena ilustrasi sampul mereka bagus-bagus, aku jadi merasa rugi. Bukan berarti buku ini jelek, bukan, cuma ada bagian yang menurut aku 'nggak pantas' untuk diterapkan.

Kalau buku yang di sebelah kiri itu bagus tuh, judulnya How To Be A Nice Girl (judul asli; Girls, What's so Bad About Being Good?), terbitan Kaifa For Teens. Sebelum beli buku ini, aku udah pernah baca buku-buku terbitan Kaifa For Teens yang lain seperti I Love Me, Sekolah Siapa Takut, It's My Life, dll.



How To Be A Nice Girl ditulis oleh seorang ibu psikolog bersama anak perempuannya yang masih remaja. Buku ini diposisikan untuk jadi buku panduan remaja perempuan mengenai tumbuh dewasa. Penulis menuliskan bahwa buku ini ditujukan "untuk semua remaja perempuan di manapun mereka berada yang ingin melewati masa muda yang seru tanpa kehilangan jati diri".

Bagian pertama buku ini mengajak pembaca untuk mengerti diri sendiri secara mental maupun fisik, serta mengajak pembaca menentukan sisi uniknya masing-masing. Bagian berikutnya mengajak pembacanya untuk menjadi perempuan yang tegas dan percaya diri, menjadi pemimpin, dan menghadapi tekanan. Selain itu, buku ini juga memberikan kiat-kiat untuk membangun hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar. Nggak cuma itu, disini juga dijelaskan bagaimana mengatasi tantangan-tantangan remaja dengan pilihan cerdas seperti bagaimana jika mengalami pelecehan seksual, diajak teman minum alkohol, merokok, menggunakan narkoba, serta menghadapi teman yang senang menganggu. Nggak ketinggalan, tentu aja ada pemahaman mengenai pentingnya belajar dan sekolah.

Selain lima bab mengenai hal-hal umum diatas, buku ini juga mengajak pembaca untuk berpikir dan bertindak lebih jauh lagi. Bab berikutnya mengenai mewujudkan banyak hal. Pembaca diminta menentukan tindakan dan membuat perubahan di lingkungannya, bagaimana memilih organisasi, memilih teman bekerja, dan membuat proyek. Pembaca juga diajak untuk berpikir global mengenai dunia di bab berikutnya. Perlunya mengeksplorasi budaya negara masing-masing, berlatih bahasa asing, dll. Bab terakhir mengangkat tema teruslah bermimpi dan membawa pembaca untuk merancang masa depan, membuat target, menentukan karir, mengelola uang dan mengatasi stress.

Hal-hal yang ingin aku wujudkan setelah membaca buku ini beberapa tahun lalu, baru terwujud sebagian selama dua tahun ini setelah lulus SMA. Dulu aku sering nyalahin keadaan, ah disini nggak ada kegiatan yang kayak begini sih dan lalala ternyata memang aku yang kurang belajar dan mengeksplorasi diri.

Nah, jadi kalau kalian punya adik, saudara, keponakan, atau bahkan anak perempuan ada baiknya baca buku panduan pengembangan diri dan memantau serta membantu mereka untuk menjalani hidup agar waktunya nggak terbuang sia-sia dengan hanya sekolah formal dan main aja. Walaupun nggak menjamin untuk jadi nice girl beneran, seenggaknya udah berusaha memperbaiki diri.

Perempuan harus banyak belajar karena hidup nggak cuma sekedar mencari gelar semata buat dapet pekerjaaan. Apalagi perempuan harus banyak bekal, terlebih untuk menjalankan pekerjaan utama sebagai istri dan ibu yang baik.

Ada baiknya juga mulai sekarang belajar jadi ibu profesional dengan ikut kuliah online Ibu Profesional (ini rekomendasi dari Kak Syifa). Mau kerja aja sampe sekolah formal bertahun-tahun, masa mau jadi ibu nggak belajar dari sekarang? Ohiya, selamat puasa :D