21 September 2014

Apa itu Kuliah Kerja Praktik (KKP)?

Apa itu Kuliah Kerja Praktik (KKP)?
Istilah lain dari KKP adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) kalau di kampus lain. KKP di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada umumnya hanya untuk mahasiswa semester enam (yang sudah memenuhi syarat) dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ekologi Manusia, dan... oh sepertinya cuma itu. Lainnya seperti Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ada praktik lapang. Sementara fakultas yang lainnya kurang tahu deh ada kegiatan apa di liburan semester 6 menjelang semester 7.

Biasanya sih KKP ini beranggotakan mahasiswa dari lintas jurusan dan lintas fakultas yang tergabung dalam satu tim dan ditempatkan di sebuah desa untuk kemudian mengadakan program-program pengembangan masyarakat di desa tersebut. 

KKP Baru versi Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM)
Tapi mulai tahun ini...  FEM mengadakan KKP yang bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa FEM angkatan 48 (di kampus lain disebut angkatan 2011). Perbedaan sistem KKP FEM dengan KKP IPB adalah dalam satu tim hanya terdiri dari mahasiswa yang berasal dari departemen yang sama. Untuk departemen manajemen sendiri, tiap tim beranggotakan 4 orang dan ditempatkan di unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berbeda untuk kemudian membantu menyelesaikan masalah serta membuat inovasi manajerial di UKM tersebut. Seluruh UKM yang dipilih berada di Garut.

Kelompok KKP
Aku cuma pernah hadir kuliah KKP satu kali dari sekian-sekian kuliah pembekalan yang ada. Dan tiba-tiba pada suatu hari ternyata aku ditempatkan satu tim dengan Hanna, Vozu, dan Rendy di UKM Bandrek dan Bajigur.

Walaupun samasekali ngga kenal deket sama mereka (Hanna terlihat dingin dan jutek dari luar astaga, Vozu ketua kelas yang kadang omongannya aku jarang paham, kalo Rendy sih udah beberapa kali satu kelompok tugas), tapi at least yang aku tau adalah... mereka orang baik dan sepertinya bisa dipercaya (?). Habisnya aku sering denger dari senior kalau masalah utama KKP adalah anggota tim yang tidak klop dan menyebalkan.

35 Hari Kerja, Pada Kenyataanya Hampir 2 Bulan di Garut
H-2 keberangkatan KKP adalah H-1 bulan Ramadhan. Aku nginep di Rumah Warna, kosan Ipeh, karena aku nggak mau sendirian di kosan disaat sahur pertama (kakak-kakak kosan belum pada ke Bogor). Di kamar Ipeh, rupanya Ipeh udah packing dan bawa banyak barang macam bantal, guling, hanger pakaian, dll. Aku mampir ke kontrakan Lina dan menemukan koper besar yang hanya berisi baju Lina, sementara masih ada tas bawaan Lina lainnya.

Minggu pagi, aku dan Ipeh hunting peralatan di pasar kaget. Rupanya banyak orang yang juga lagi hunting buat persiapan KKP!

Berangkat Pukul 3 Pagi
Malamnya, aku numpang tidur di kosan Cindy biar bisa berangkat bareng jam 2 pagi ke kampus (kosan Cindy nggak terlalu jauh dari meeting point). Rupanya Royesti, Rienri, dan Niha juga numpang di kosan Cindy.

Ternyata bawaan Cindy dan Royesti (mereka satu tim) amat sangat banyak. Magicom, dispenser, karpet, astaga... Ini karena kontrakan yang mereka sewa untuk dua bulan hanyalah sebuah rumah kosong tanpa perabot apapun.

Pukul 2 pagi kami bangun dan mengangkut barang-barang super banyak dari kosan Cindy ke kampus dengan jalan kaki bersama-sama. Naik bus jam 3 pagi dan sahur bersama di dalam bus. Dan... tidur lelap di bus saking ngantuknya.

Oke, bersambung...

Tidak ada komentar: