31 Januari 2014

Januari, Kesana Kemari

Bulan Januari, aku dan yang lainnya lagi dalam masa-masa paling hectic untuk persiapan acara Love Donation 2014. Strategi yang kami susun sebelumnya (mencari dana dari sponsor untuk memenuhi kebutuhan lain) ditolak oleh para mentor.

"Kalau hanya menggunakan uang untuk menutupi seluruh kebutuhan tersebut, apa bedanya kalian dengan event organizer? Lebih baik kami bayar event organizer untuk mengoordinir acara ini,"

"Acara sukses karena dana besar itu biasa, acara sukses karena dana minim itu baru luar biasa,"

Yang diinginkan para mentor adalah... kami mencari sponsor bukan untuk mendapatkan dana yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain. Kami harus mencari siapapun yang dapat memberikan atau meminjamkan sesuatu yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan acara Love Donation 2014 dengan dana seminim mungkin.

Misalnya, MC dan bintang tamu mengisi acara secara sukarela tanpa kita bayar. Untuk tim konsumsi harus mencari orang atau perusahaan yang bersedia mendonasikan makanan untuk para donatur dan panitia. Untuk tim logistik harus mencari orang atau perusahaan yang bersedia meminjamkan (bukan menyewakan) alat-alat mereka. Anyway, duit dari sponsor tetap perlu dicari, tetapi bukan untuk penyelenggaraan acara, melainkan untuk disumbangkan ke himpunan masyarakat hemofilia Indonesia (isu fokus Love Donation 2014).

Susah dong? Emang. Tapi dipikir-pikir, bener juga. Ini tantangan supaya kami lebih kreatif untuk memanfaatkan brand Young On Top, Love Donation, dan networking dengan baik.

Aku ditempatkan untuk mengoordinir tim konsumsi untuk mencari sponsor (aku tim sponsorship). Siang-siang, aku nyusulin Fiona yang baru selesai ujian di London School of Public Relation (LSPR). Kami yang buta daerah Fatmawati sok-sokan naik bus dan angkot, lalu karena macet total, kami jalan kaki sampe super duper ujung untuk mencapai Kantor Kebab Turki Baba Rafi. Siang-siang kepanasan di terminal Blok M. Pagi-pagi jam 6 berangkat menerjang hujan deras karena ada meeting jam 8 sama Papa Rons Pizza. Nungguin kereta ke Bekasi untuk meeting siang bolong. Telpon sana sini. Meeting sana sini. Ditolak sana sini. Well, masih banyak lagi.

Ada salah satu perusahaan yang memberi harapan palsu sejak Desember 2013, ditelpon selalu banyak alasan bahwa bagian marketingnya sibuk, di email nggak pernah dibalas, udah disamperin pun nggak digubris. Setelah cerita ke Mas Billy mengenai betapa susahnya perusahaan itu dihubungi, kami langsung diberi email pemiliknya. Detik itu juga, aku langsung berusaha connect ke internet (waktu itu lagi di SAE Institut susah sinyal) dan kirim email ke pemiliknya dan cc ke email Mas Billy. Nggak sampe lima menit, si pemiliknya langsung memuji dan setuju untuk mendukung acara ini.

Aku sempet nyamperin sohib jaman SMA, Rieza Amalia, yang lagi magang di daerah Jakarta Utara. Menerjang hujan dan banjir sampe nyasar ke Pantai Indah Kapuk sambil bawain Domino Pizza yang hari itu lagi diskon beli satu gratis satu hahahah.

di apartemen yang menyeramkan

Aku juga sempet pulang ke Semarang walaupun cuma seminggu disana. Aku belajar menjahit walaupun hasilnya masih jelek ahahah. Alhamdulillah juga bisa reuni kecil-kecilan bareng Nonik dan Sarah. Aku inget banget aku kehabisan tiket untuk balik ke Jakarta sementara aku ada jadwal wawancara di Seratus Company untuk magang. Aku sampai di Jakarta Selasa pagi jam 6, terus jam 8 pagi aku langsung pergi ke lokasi. Dan lucky, Seratus sangat pengertian mengenai jadwal kuliahku yang masih padat dan kampusku yang nun jauh disana.

Pokoknya aku bahagia karena nggak sekedar tiduran dan leha-leha di rumah bulan ini :)

19 Januari 2014

Hujan, Banjir, dan Gerakan Mulut Sehat


Hujan berhari-hari, air menggenang, banjir dimana-mana.

"Rumah gue banjiiiir,". Sepenggal pesan singkat tengah malam masuk dari Fiona. Kemarin aku lihat di internet dan televisi, daerah Kelapa Gading, memang mulai tergenang air yang 'lumayan'. 

Jam lima pagi, hujan masih deras. Dingin. Aku masih terbungkus selimut sambil membaca pesan singkat lagi. Kali ini semakin banyak orang yang mengabarkan bahwa lokasi sekitar rumah mereka kebanjiran. 

"Depan rumah gue banjir selutut," - Indi.
"Jakarta Utara banjiir" - Via.
dll.

Hari itu ada kegiatan Gerakan Mata dan Mulut Sehat (GEMAS). Young On Top bekerjasama dengan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) dan Optik Seis di SD Negeri Utan Kayu Selatan 7 Pagi. Berhubung banyak teman-teman yang kebanjiran, jadi cukup heboh juga pagi-pagi. Apalagi para pegawai Optik Seis juga kebanjiran, alhasil batal-lah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan mata.

walaupun hari libur dan hujan, anak-anak yang dateng banyak juga

Kegiatan tereduksi menjadi penyuluhan dan pemeriksaan gigi dan mulut saja. Terimakasih banyak teman-teman FKG UI. Mereka tepat waktu dan ramah-ramah. 

belajar cuci tangan yang baik dan benar
pemeriksaan dan pengobatan gigi

Beberapa anak terlihat takut ketika menunggu giliran diperiksa. Ada yang takut dengan peralatan yang terlihat tajam, takut giginya dicabut, takut giginya ditambal. Tapi anak yang satu ini malah mengintip dari luar ruangan, giginya sudah diperiksa dan bagus hahaha hebat!

anak bergigi sehat
Selain penyuluhan, pemeriksaan, dan pengobatan gigi dan mulut supaya lebih sehat, kegiatan selingannya antara lain bermain ecofunopoly dan tebak kata. Cerita menarik, ecofunopoly-nya gede banget dan dibawa oleh Kak Iqoh dan Divika spesial dari Bogor sambil sumpek-sumpekan di kereta. Kevin banjir-banjiran dan rumah, sempet jatuh dari motor gara-gara jalanan licin. Denny sepatunya dimasukkin plastik dan kehanyut banjir selama dia naik motor.

ecofunopoly, alas dan dadunya gede banget.

permainan tebak kata

usai main games

Nasib tukang motret, nggak ada banyak aku di hasil dokumentasi. Capek juga muter sana muter sini potret sana potret sini. Siang-siang, masih ada Dita yang nyusul habis ujian. Sarah nyusul dari Cikarang. Masih hujan padahal.

terlihat langsing ya. bye~

Kepulangan tertunda hujan deras di siang hari. Begitu reda sore harinya, aku dan temen-temen langsung menuju Plaza Semanggi untuk makan dan rapat. Malam hari ketika mau pulang, rupanya diluar hujan deras dan banjir dimana-mana. Emang ya dua barang yang wajib dibawa akhir-akhir ini adalah payung dan baju hangat. Selamat menikmati musim hujan!

12 Januari 2014

Launching Buku CeweQuat

CeweQuat? Timeline twitter adalah tempat dimana pertama kalinya aku mengetahui tentang CeweQuat. Devina, teman aku waktu SMP seringkali meretweet dan mempromosikan akun @CeweQuat.

Pada awalnya aku mengira akun tersebut adalah akun alay, akun galau-galau-an, akun yang followersnya adalah cewek-cewek yang terjebak dalam nostalgi mantan-mantan pacar mereka. Tapi aku berpikir lagi. Devina bukan tipe perempuan macam itu. Akhirnya aku kepo akun twitter CeweQuat dan menemukan bahwa akun ini bukan akun alay, apalagi galau-galau-an. Isinya bermanfaat mengenai hidup, karir, dan bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang lain.

Satu atau dua bulan kemudian, aku hadir di Indonesia Community Network dan menemukan bahwa CeweQuat menjadi salah satu komunitas partner acara tersebut, bukan sekadar peserta. "Komunitas itu belum lama berdiri, tapi kok udah seterkenal itu ya," aku mikir. Aku ketemu Devina dan cerita mengenai beberapa hal. Sepulang dari acara tersebut, aku kepo lagi mengenai CeweQuat dan menemukan bahwa foundernya adalah seorang wanita bernama Bunga Mega. FYI, jawaban atas pertanyaanku waktu kenapa CeweQuat bisa cepat berkembang adalah; networking!

Bulan berikutnya ketika aku bergabung di Young On Top, aku mengecek nama-nama yang menjadi mentor tahun ini dan menemukan nama Bunga Mega. Aku langsung berharap semoga mentor utama aku Bunga Mega! Dan lucky me, Mas Billy bilang mentor aku adalah Bunga Mega!

Oke, sekarang aku akan menyebut Bunga Mega dengan sebutan Mbak Mega. Jika mendengar cerita-cerita dari teman-teman yang lain mengenai mentor dan kegiatan mentoring mereka, maka aku menyimpulkan bahwa Mbak Mega adalah mentor terbaik! Kami merancang tanggal dan waktu pertemuan selama enam bulan ke depan, melakukan hal-hal yang bermanfaat selama mentoring, dan rasanya selalu seperti mendapat insight tersendiri usai mentoring. Mentoring selalu terasa seperti 'time wrap' tiap bulannya.

Mbak Mega pernah bercerita lika-liku jatuh-bangun usahanya untuk mencapai impian yang sekarang. Mbak Mega suka menulis, maka ia bekerja sebagai wartawan politik hingga entertainment. Mbak Mega suka memasak, maka ia membuka usaha katering. Mbak Mega suka berbicara di depan umum, maka ia menjadi MC, dan masih banyak lagi (serius, aku sampai pusing mendengarnya karena benar-benar berlika-liku loncat kesana kemari haha).

Sampai pada akhirnya dia mendirikan CeweQuat dan merasa benar-benar nyaman dan bahagia. Perkembangan CeweQuat pun juga penuh kejutan. Mulai dari pembuatan website gratis dari sebuah perusahaan, pengelolaan jasa keuangan gratis (CeweQuat sekarang berada di bawah naungan PT. Perempuan Kuat Indonesia yang didirikan Mbak Mega, jadi harus ada pelaporan keuangan), karyawan gratis (personal assistant, dll mengajukan diri tanpa meminta bayaran), kesempatan menerbitkan buku, siaran radio khusus tiap minggunya, hingga kantor gratis di bilangan Senayan!


launching buku CeweQuat di Hongkong Cafe, Sarinah. sumber; twitter Orlins Event Planner.

Buku CeweQuat dalam jajaran best seller Gramedia. sumber; path Mbak Mega

Akhirnya kemarin, aku aku, Fiona, Anty dan Arista meeting dulu di SAE Institut, Fx Sudirman, dan kami ijin balik duluan menuju Sarinah buat hadir di acara launching buku CeweQuat. Pokoknya, bertemu Mbak Mega, berbagi cerita, dan membaca buku CeweQuat adalah salah satu penyebab perubahan positif dalam hidup aku. Selamat Mbak Mega! Semoga Tuhan selalu memberkati Mbak Mega :)


arista, anty, mbak mega, fiona, aku.