28 September 2014

Galeri Nasional

Totally forgot what this art exhibition was about. But here it goes.


 














26 September 2014

Surprise and Mentoring Session Once Again

When you miss someone, the best medicine is meeting them in person, face to face. I kinda miss the mentoring session I used to do with Mbak Mega, my personal mentor in Young On Top. Mbak Mega was celebrating her birthday a month ago. Me and her mentees from Young On Top CAs Batch 4 made her a video titled Megamorphosis last August. I'm forget where do I save the video so I can't upload it.

Yesterday, on the first mentoring session of her group in Young On Top CAs Batch 5, I came with Anty, Fiona, and Adit (too bad Arista and Rafel can't join us) to give her a little surprise. We brought a cute chocolate cake named "giving love" from Tous les Jours Bakery and tada...... she was surprised!

photo by mas billy

In the first mentoring session, we talked about passion. Mas Anggia asked us to make three lists; things we love, things we can do, things we love and we can do. Thanks God at least we know what we love and we can do. Finding a passion is not easy. It is not a thing that you could know in a day, it is a thing you know when you already passed a 'journey'.

So if you have not found what your passion is, you might be have not push yourself to the limit, you might be still in your comfort zone, you might be have not take any life challenge.

Mbak Mega told us a long story about how she find her passion in 2010. It is a long story, when I first hear about it a year ago, I am surprised to know that her journey is so complicated.

This is what I missed about mentoring session. It is not about motivation, but it is about inspiration.

25 September 2014

My New Habit!


7th semester is great. I just have to attend the lecture from Monday - Wednesday. In the rest of the week, I can do anything since I did not have another responsibility like join any community or do internship. My life is more flexible right now and I enjoy it.

Since I rarely workout last semesters (only once a month in a car free day), I have a resolution to workout routinely this semester. And now me and my classmates love to workout almost everyday. We usually run in the morning/ afternoon (it's up to us which one do we choose) and doing another simple workout like sit up, push up, plank, etc.

This is some pictures after we run in Thursday morning.




I have to say thanks for Mas Anggia and Bang Jo , my mentors from Young On Top for becoming such an inspiring person. I have to say no for gorengan pinggir jalan, es lilin, and I won't eat nasi padang everyday anymore (yes, I used to because nasi padang is the most yummy food in the whole word! I was craving for nasi padang almost everyday).

Anyway, I have oatmeal for my breakfast, rice with vegetables and protein for my luch, and a glass of milk for dinner. But sadly I only do it when I am in Bogor. So in Thursday when I go to my grandparents' home, I eat... a bit lot. But I replace my snacks with fruits.

If you are interested for a healthy lifestyle, please go check Mas Anggia's platform, The New Habit!

24 September 2014

Legal Age

 
I am officialy in a legal age since 7th September 2014.

There was a family monthly gathering at my grandparents' house and I was quite busy serving the foods for the whole family on my birthday. We had a big bowl of soto, hundreds sate, pudding, combro, etc. I went back to Bogor in the afternoon, and as you know, I lost my wallet.

And while talking about birthday, let me ask you, who doesn't love surprise, eh? I got two surprises this year. The first one was in my rent room and finally I got a chance to eat Lapis Bogor in green tea flavour ... a lot hehehe!

The second one was absolutely surprising. Here the story goes, I have four friends who live in a rent house, they are Galih, Rika, Anggy, and Lina. And I also have a friend who used to live with them named Dewi. Dewi's birthday was 19th September and Galih's birthday was 21st September.

Let's call Rika, Anggy, and Lina as Surprise Team. The surprise team invited me to a surprise party for Galih and Dewi. Ofc I said yes I'd love to. But the suprise team told Dewi a different thing. They invited Dewi to a surprise party for Galih. And they also asked Galih to make a suprise part for me and Dewi. I did not know that the surprise team already surprised Galih the day before, so did Dewi, we both did not know anything.

I bought spagetti, sausage, and spagetti sauce with Lina. When we arrived in the house, Anggy told us that Rika took Galih away so we can cook spagetti for the surprise dinner. Dewi was already in the house. We all cooked spagetti together. When Rika and Galih came, Anggy and Lina told me and Dewi to hide in their bedroom in the 2nd floor. So we did. When we were waiting for the next command... Anggy, Lina, Rika, and also Galih got into the bedroom, brought martabak telor (yes, not a cake but martabak telor), and sang...

"Happy birthday Dewi! Happy birthday Galih!"

I was thinking that I still the part of the surprise team but suddenly...

"Happy birthday Azka!"
"HAH?!"

Whaaaat I did not know that they also arrange this suprise for me. We got our birthday presents, sang again, and we moved to the first floor to opened the presents. I love the presents! I love martabak telorrrr so so so so much! And I'd love to eat spagetti!!!!!

But you know what's the most important things among it all? I love them :)


23 September 2014

Quick Moodbooster: Cokelat Hangat Marshmallow

Salah satu cara menyenangkan diri sendiri adalah makan atau minum sesuatu yang enak-enak. Berhubung akhir-akhir ini kalau malam dinginnya sedikit menusuk, aku jadi pengen minum yang hangat-hangat dan manis. Muncullah niat untuk bikin cokelat hangat marshmallow. Beberapa bulan lalu aku dan Ipeh makan di Bong Kopitown dan dia memesan sebuah minuman dan... aku langsung mikir, "Aku mah juga bisa bikin beginian,".

Bahan-bahannya sederhana, cukup siapkan marshmallow, bubuk cokelat dan segelas air hangat. Seluruh bahan dicampurkan ke dalam gelas. Tunggu sekitar 3-5 menit supaya marshmallownya agak meleleh dan supaya air tidak terlalu panas.

komposisi


tadaaa~

Setelah 3-5 menit, cokelat hangat marshmallow siap disajikan dan menemani kamu sambil menonton tv series favorit, mengerjakan tugas, atau bahkan menyusun draft proposal penelitian untuk skripsi *hiks*.

Ohiya mug aku lucu kan! Itu dilukis Ipeh menggunakan cat akrilik. Kapan-kapan aku juga mau coba ah melukis di alat makan.

Keep your chin up and be happy


I was always adamantly against something, even though it's what most people want. I never wanted that in a certain period. It's one thing not to want something. It's another to be told I can't have it. I guess it's, it's just nice knowing that I could someday do it if I changed my mind.

Being sad sucks. But this conversation totally make me laugh during my down period.


People change, things go wrong,
but just remember, life goes on :)


22 September 2014

Sidang, Akhirnya Jadi S.KKP

Postingan ini nantinya akan diedit. Karena aku ngantuk, ini upload foto dulu...
Kami kelompok pertama yang sidang loh.

Tim Kue Kering, Tim Bandrek Bajigur, Tim Dodol Buah, Pak Eko (pembimbing), dan Bu Ridang (penguji)

Tim Dodol Buah; Tika, Ira, Odie, Cang Rohim (Dani)

Tim Bandrek Bajigur; Vozu, Hanna, aku, Rendy. Tolong abaikan Cang Rohim dan Odie.

hana si manusia satu kosan

Ira, aku, Hanna, Tika (penghuni apartemen ruko suci)

Oke, bersambung... (ada tugas tambahan dari Pak Eko)

Naik Gunung Papandayan

"Naik gunung papandayan yuk,"
"Ayuk ayuk,"
"Ayuk, kapan?"
"Malem ini yok?"
"Oke!"

Sesimpel itu. Vozu langsung mendata apa aja yang harus dibawa untuk nantinya kami beli malam ini sebelum naik. Rencananya yang mau ikut naik itu Vozu, Hanna, aku, Ira, Rendy, Odie, Pandu, Dadan, dan Salman. Udah excited banget beli minum, roti, masak bekal, sampe beli 10 senter kecil di toko mainan anak-anak yang hampir tutup(terpaksa karena toko-toko di Garut jam 8 udah pada tutup). Tiba-tiba Vozu bilang naik gunungnya jadinya besok subuh aja karena kalau malam riskan.

Ujung-ujungnya, subuh-subuh yang berangkat cuma aku, Hanna, dan Vozu. Bertiga doang. Mendadak. Nekat emang. Vozu udah pernah naik gunung dua kali. Hanna udah pernah satu kali. Aku nol. Yaudahlah ya nekat aja hahaha.

Awalnya udah mau nyerah gitu pas baru awal mendaki menuju pos pertama kareba nggak nemu mobil pick-up. Niatnya kalo udah nyampe pos pertama, aku mau pulang aja. Biar aja Hanna sama Vozu aja yang naik gunung. Aku nggak sanggup. Akhirnya kita nemu mobil pick-up lewat dan kita naik sampe pos pertama. 

papandayan dari jauh

Jangan ambil sesuatu, kecuali gambar. Jangan bunuh sesuatu, kecuali waktu, Jangan tinggalkan sesuatu, kecuali jejak.

"Aku pulang aja kali ya kalian naik aja,"
"Trus pulangnya gimana?"
"Ya itu aku naik ojek sampe bawah, ntar naik angkot ke Suci (daerah tempat kami tinggal di Garut)"
"Sama siapa?"
"Sendirian,"
"Ntar kalo ada apa-apa gimana?"
"Nggak akan ada apa-apa lah,"
"Siapa tahu,"

Astaga ya sesungguhnya nih aku naik gunung karena kasihan sama Vozu dan Hanna. Nampaknya kalo aku pulang, mereka bakal ikut pulang juga padahal mereka niat banget naik gunung. Yaudah aku naik deh toh cuma sekitar 4 jam mendaki. Kirain gampang eh ternyata ya jalan kaki 4 jam itu beda jauh sama mendaki 4 jam. Maafkan aku, ya Hanna dan Vozu, aku lelet gampang pegel kakinya, mana tas bawaanku diringanin pula kasihan mereka...

Tapi aku bersyukur banget jadi naik karena pemandangannya itu loh... cantik banget.

1) Lagi capek (nungguin aku istirahat) 2) Di Pondok Seladah, titik camp terakhir
di tebing

Kami bertiga sempet nyasar. Nggak nyasar sih, cuma salah pilih jalur. Kami rupanya berada di jalur yang terlampau ekstrim untuk pendaki pemula. Untung ketemu mas-mas dari Bandung di atas gunung lagi sendirian. Namanya Aa' Joyo, kami dianterin deh. Dia udah expert gitu. Kami manjat-manjat tebing curam dan hutan astaga. Aku nggak nyangka aku bisa melewati itu semua ckck.

Padang Edelweis

turun gunung lewat jalur yang nggak ekstrim
Kami nggak nginep. Mulai naik pukul 08.15, sampai padang Edelweis pukul 12.30. Harusnya bisa lebih cepat, tapi karena ada aku si lelet jadi lama hehe. Kami nggak jadi mendaki lagi ke puncak karena udah mulai gerimis dan berkabut super tebal sementara kami nggak punya jas hujan. Jadi buru-buru turun. Kami turun lewat jalan yang berbeda, jadi menemukan pemandangan baru yang cantik-cantik lagi, contohnya hutan mati hehe.

hutan mati

Berikut video yang direkan oleh Hanna sewaktu kami turun gunung:


video turun gunung (direkam oleh Hanna, untuk Tika karena dia lagi sakit, kameranya kami pinjam)


hutan mati gunung papandayan


minum bandrek dan bajigur DS

Oke, bersambung...

21 September 2014

Sisi Lain KKP

Postingan ini nantinya bakal diedit, berhubung aku ngantuk, ini foto-fotonya dulu:

suasana di Restoran Abah Otje

penghuni apartemen ruko suci
dimake-up-in Rachel, temennya Tika

bersama mbak odie dan mbak rendy

menggelikan

Oke, bersambung...

Masalah-masalah UKM, Real Business Case

Sesampainya di Pendopo Garut, kami duduk menunggu pejabat datang. Menunggu dalam waktu yang lama sampai-sampai aku bisa tidur nyenyak di kursi di dalam aula. Usai penyambutan dan foto bersama, kami dilepas. Kelompok aku (Bandrek) menumpang tinggal di rumah Pak Haji, pemilik UKM Dodol Buah NNN. Jadi aku, Hanna, Vozu, Rendy menumpang tinggal bersama Ira, Tika, Odie, dan Dani (tim Dodol Buah NNN). Kami menyewa angkot menuju lokasi.

Tinggal di Ruko Oleh-oleh
Sebenernya itu bukan rumah Pak Haji sih. Jadi Pak Haji punya toko oleh-oleh, nah lantai duanya digunakan untuk tempat tinggal dua karyawan penjaga toko tersebut, semacam apartemen gitu ada kamar tidur, kamar mandi, televisi, dapur, dll. Pada akhirnya, yang tinggal disitu adalah para perempuan. Sementara Vozu, Rendy, Odie, dan Dani tinggal di lantai 3 pabrik dodol yang jaraknya nggak jauh dari toko. Sayangnya kami samasekali nggak memotret tempat tinggal kami tersebut.

Hari pertama sampai di Garut, kami langsung bersilaturahmi ke pabrik dodol dan mengantar oleh-oleh untuk Pak Haji. Lihat-lihat pabrik dodol seru juga. Kemudian aku, Hanna, Vozu, dan Rendy pamit duluan karena mau silaturahmi ke pabrik bandrek dan bajigur. Kami naik delman hahahaha! Asik!

Real Business Case
Setelah mengobrol panjang lebar bersama Pak Taofik, pemilik PD. Subur Jaya Lestari alias UKM Bandrek dan Bajigur merk Legiit dan merk DS, aku, Hanna, Vozu, dan Rendy cuma bisa bengong. Nggak tau harus berbuat apa karena Pak Taofik bisa dibilang udah pinter. Mesin beliau rakit sendiri, website beliau susun sendiri dari hasil belajar html tanpa menggunakan template gratisan, logo poster dll beliau desain sendiri, bahkan beliau sudah approach Carrefour dan Alfamart untuk memperluas pasar. Ketika ada sebuah masalah pun, kami nggak tahu solusinya apa. Kami mah apa atuh.

Pak Taofik, mantan band rock player yang kini menjadi bandreck owner hehehe

Kami pulang ke toko oleh-oleh dan langsung menuju lantai dua. Ngantuk... maklum lagi puasa capek gitu. Kami berempat tidur siang dan bangun ketika sore hari. Kelompok Dodol Buah baru datang, rupanya hari pertama mereka di UKM bener-bener beda sama kami. Tika udah diminta menghitung harga pokok produksi (HPP), Ira diminta mencari cara pengaplikasian teknologi pangan CMC untuk dodol, Odie diminta membuat logo baru. Lah... beda banget dengan UKM kami yang HPP-nya udah jelas, mesinnya udah canggih, logo-pun udah ada.

Hari-hari berikutnya kami mulai ada kerjaan dan semakin pusing, diantaranya bikin business model canvas, strategi pemasaran, sayembara tagline, dan proposal peminjaman dana ke Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Garut, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pernah begadang, cuma tidur bentar, kemudian bangun lagi untuk sahur, ngantuk euy. Karena Pak Taofik sering ke Bandung untuk cari bahan baku dan meeting, kami jadi suka ke pabrik dodol, sempet bantu membungkus dodol dan lihat proses pembuatannya.
kemasan produk, mesin penggiling bahan baku, bahan baku (rempah-rempah)

Kasus bisnis di UKM dodol buah juga cukup rumit. Mulai dari pengemasan yang tertinggal dari pesaing, merk yang kurang komersil, pemisahan toko oleh-oleh karena terkait masalah warisan, dll yang nggak bisa disebutkan disini.

Ini bener-bener lebih susah daripada memecahkan studi kasus Perencanaan dan Evaluasi Usaha yang diberi Pak Eko dari Universitas Hannover, Jerman. Waktu supervisi (kunjungan dosen) toh dosen hanya berkata blablabla... tapi pada kenyataannya nggak semudah itu menyelesaikan masalah yang ada di UKM tersebut.

Pada akhirnya, kami justru belajar banyak dari Pak Taofik dan Pak Haji.

Nggak terasa tiba-tiba udah hari terakhir KKP. Kami mengadakan pameran di Pendopo Garut bareng departemen Agribisnis dan Ekonomi Sumberdaya Lingkungan. Selain pameran, departemen Manajemen juga diharuskan presentasi di depan pejabat dinas UKM Garut. Hanna dan Rendy jaga pameran, sementara aku dan Vozu presentasi.

pengunjung pameran
 
Diskusi

tim kami dan Pak Taofik beserta produk

Oke, bersambung...

Apa itu Kuliah Kerja Praktik (KKP)?

Apa itu Kuliah Kerja Praktik (KKP)?
Istilah lain dari KKP adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) kalau di kampus lain. KKP di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada umumnya hanya untuk mahasiswa semester enam (yang sudah memenuhi syarat) dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ekologi Manusia, dan... oh sepertinya cuma itu. Lainnya seperti Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ada praktik lapang. Sementara fakultas yang lainnya kurang tahu deh ada kegiatan apa di liburan semester 6 menjelang semester 7.

Biasanya sih KKP ini beranggotakan mahasiswa dari lintas jurusan dan lintas fakultas yang tergabung dalam satu tim dan ditempatkan di sebuah desa untuk kemudian mengadakan program-program pengembangan masyarakat di desa tersebut. 

KKP Baru versi Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM)
Tapi mulai tahun ini...  FEM mengadakan KKP yang bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa FEM angkatan 48 (di kampus lain disebut angkatan 2011). Perbedaan sistem KKP FEM dengan KKP IPB adalah dalam satu tim hanya terdiri dari mahasiswa yang berasal dari departemen yang sama. Untuk departemen manajemen sendiri, tiap tim beranggotakan 4 orang dan ditempatkan di unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berbeda untuk kemudian membantu menyelesaikan masalah serta membuat inovasi manajerial di UKM tersebut. Seluruh UKM yang dipilih berada di Garut.

Kelompok KKP
Aku cuma pernah hadir kuliah KKP satu kali dari sekian-sekian kuliah pembekalan yang ada. Dan tiba-tiba pada suatu hari ternyata aku ditempatkan satu tim dengan Hanna, Vozu, dan Rendy di UKM Bandrek dan Bajigur.

Walaupun samasekali ngga kenal deket sama mereka (Hanna terlihat dingin dan jutek dari luar astaga, Vozu ketua kelas yang kadang omongannya aku jarang paham, kalo Rendy sih udah beberapa kali satu kelompok tugas), tapi at least yang aku tau adalah... mereka orang baik dan sepertinya bisa dipercaya (?). Habisnya aku sering denger dari senior kalau masalah utama KKP adalah anggota tim yang tidak klop dan menyebalkan.

35 Hari Kerja, Pada Kenyataanya Hampir 2 Bulan di Garut
H-2 keberangkatan KKP adalah H-1 bulan Ramadhan. Aku nginep di Rumah Warna, kosan Ipeh, karena aku nggak mau sendirian di kosan disaat sahur pertama (kakak-kakak kosan belum pada ke Bogor). Di kamar Ipeh, rupanya Ipeh udah packing dan bawa banyak barang macam bantal, guling, hanger pakaian, dll. Aku mampir ke kontrakan Lina dan menemukan koper besar yang hanya berisi baju Lina, sementara masih ada tas bawaan Lina lainnya.

Minggu pagi, aku dan Ipeh hunting peralatan di pasar kaget. Rupanya banyak orang yang juga lagi hunting buat persiapan KKP!

Berangkat Pukul 3 Pagi
Malamnya, aku numpang tidur di kosan Cindy biar bisa berangkat bareng jam 2 pagi ke kampus (kosan Cindy nggak terlalu jauh dari meeting point). Rupanya Royesti, Rienri, dan Niha juga numpang di kosan Cindy.

Ternyata bawaan Cindy dan Royesti (mereka satu tim) amat sangat banyak. Magicom, dispenser, karpet, astaga... Ini karena kontrakan yang mereka sewa untuk dua bulan hanyalah sebuah rumah kosong tanpa perabot apapun.

Pukul 2 pagi kami bangun dan mengangkut barang-barang super banyak dari kosan Cindy ke kampus dengan jalan kaki bersama-sama. Naik bus jam 3 pagi dan sahur bersama di dalam bus. Dan... tidur lelap di bus saking ngantuknya.

Oke, bersambung...

The End of June, in a glimpse


Halo apa kabar? *ngomong sendiri*

Setelah terakhir ngepost tulisan di blog tertanggal 25 Juni 2014, aku lupa lupa inget ada kejadian apa aja. Sepertinya kalau nggak salah ingat...

Young On Top Family Day
Usai evaluasi Young On Top Campus Ambassadors (YOT CA) Batch 4 mentorship program dan diumumkannya YOT CA Bacth 5, kali ini ada semacam acara two days one night outing ke villa milik Mas Billy di Puncak. Walaupun aku lagi ada di Bogor, tetep aja meeting point di Jakarta, otomatis aku harus pulang ke Jakarta dulu dan berangkat bareng. Berangkat jam 5 pagi bayangkan! Untung berangkatnya dari Kantor Optik Seis Blok M, nggak jauh dari rumah nenekku.

Memory card di hp aku rusak, kumpulan foto-foto yang aku simpen hilang, ini foto-foto hasil temuan dari path temen-temen.

naik tronton di tol

suasana sekitar villa

aku jadi ketua tim ninja, ini lagi sama pasukan ha-ha-ha
ini di foto mendung, aslinya ini siang-siang panas banget. kak jojo tega emang.

4 tim, abis lomba aneh-aneh ala kak jojo
sandro lagi sharing
*were* nulis di atap rumah pohon di halaman belakang villa mas billy

Young On Top National Conference (YOT NC) 2014
Acara tahunan YOT NC 2014 ini selain talkshow juga sekaligus prosesi kelulusan YOT CA Batch 4 Mentorship Program. Kalau dulu lagi antusias-antusiasnya sambil deg-degan baru masuk program ini dan ikut YOT NC 2014 di Balai Kartini, tahun ini lagi bersyukur-bersyukurnya bisa lulus program ini dan datang ke Ballroom Kuningan City dengan tenang (plus karena habis beres ujian akhir semester juga fyuh).

Atas segala kelelahan kesana kemari dengan kondisi fisik yang lagi lemah di enam bulan pertama program, atas segala bolak-balik Bogor-Jakarta-Bogor untuk mentoring disaat weekday, atas segala weekends yang hampir selalu nggak di rumah sampai malam tiba... semuanya terbayar dengan ilmu-ilmu, pengalaman, dan teman-teman yang aku dapet.

Berhubung memory card ponsel aku rusak, foto-foto waktu YOT NC hilang semua hiks. Ini upload foto temuan di grup line.


salam-salaman

salam-salaman

congraduation for us!

Mas Andy Noya, Kak Eva, Mas Ricky, Mas Taufan, Mas Gunawan (board of directors dan mentor YOT)

best CAs; 1) tyo 2) ryan 3) arfan

Makan-makan
Jadi aku, Galih, Lina, dan Uki sudah menabung sekian rupiah setiap minggu selama sekitar sebulan-an untuk makan-makan usai ujian akhir semester. Tapi mendadak Lina nggak bisa ikut karena mau survey lokasi Kuliah Kerja Praktik (KKP) sama temen satu jurusannya. Uki nggak bisa ikut lupa karena apa.

Alhasil cuma aku, Galih, dan Rika yang pergi. Kita memutuskan untuk makan sushi. Tadinya mau makan di Sushi Tei, tapi sesuatu hal mengenai KKP mengharuskan kami berada di Bogor keesokan harinya, jadi malas kalau ke Jakarta dan harus ke Bogor lagi malemnya, mendingan nggak usah ke Jakarta sekalian kalau tanpa pulang. Berhubung nggak ada Sushi Tei di Bogor (sedih), akhirnya kita makan di Ichiban Sushi di Botani Square.

Hmm, ya, nggak seenak Sushi Tei sih ya tapi okelah lumayan enak. Kita bertiga pesen menu party hahaha jadi satu paket udah ada beragam jenis sushi gitu jatuhnya lebih murah daripada pesan satu persatu. Sayangnya saking menikmatinya, kami nggak sempat mengambil foto apa-apa.

Selanjutnya, kami makan tiramisu BreadTalk di kursi pengunjung A&W (numpang ceritanya). Tapi setelah dibuka dan diicip, kok tiramisunya asem gitu. Akhirnya Galih protes dan kami langsung diberi tiramisu pengganti oleh pihak BreadTalk.


kami dan tiramisu. foto ini udah aku back-up ke onedrive, jadi nggak hilang.

Kami nongkrong di Botani Square sampe malem karena hujan angin deras, cuma aku yang bawa payung. Alhasil nggak bisa pulang sampai hujan reda. Besok paginya, aku ketemu Mbak Fety (asisten barunya Bu Linda, dosenku) untuk numpuk proposal KKP dan ia berkata, "Eh kamu... kemaren ke Botani Square ya?". Lah ketauan =_=

Astaga aku jadi males nulis. Bye!