02 Januari 2016

Cara Membuat NPWP Beda Domisili

Tahun lalu, aku magang di sebuah perusahaan lokal, gaji diberikan setiap bulan menggunakan amplop biasa dan nggak ada birokrasi apa-apa (ini untuk anak magang atau part-timer ya bukan untuk karyawan, if you're a banker and trying to offer a payroll system for them, you're not gonna get into that. Yes, one of my banker friend asked me this.). Awal tahun ini aku juga sempat magang di perusahaan yang skalanya lebih besar, yaitu multinasional. Sistem birokrasinya tentu berbeda dan lebih detil. Sebagai mahasiswa magang, aku diharuskan menyerahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk keperluan administrasi di bagian keuangan perusahaan tersebut.

Banyak orang mengira bahwa NPWP hanya bisa dibuat oleh orang yang sudah bekerja. Tapi jangan khawatir, pada kenyataannya pembuatan NPWP sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun yang sudah berumur legal. Kamu cukup datang ke kantor pelayanan pajak terdekat sambil membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Apabila kamu beruntung tidak menemukan antrian, kamu akan langsung dilayani. Tinggal mengisi formulir, menunggu sekitar lima menit, dan tada... kamu akan mendapatkan kartu NPWP atas nama kamu sendiri. 

Eits. Tunggu dulu. Proses yang mudah tersebut hanya dapat dilalui oleh kamu yang mendatangi kantor pelayanan pajak yang lokasinya berada di kota yang sama dengan keterangan domisili kamu di KTP. Lalu bagaimana caranya apabila kamu ingin membuat NPWP di kantor pelayanan pajak yang letaknya berbeda dengan domisili KTP? Kamu harus membuat surat keterangan domisili sementara (namanya sih surat, tapi bentuknya mirip KTP).

Berikut proses yang harus kamu lalui apabila kamu ingin membuat NPWP di kantor pelayanan pajak yang lokasinya berbeda dengan domisili KTP kamu;

1) Buat surat keterangan tinggal yang ditandatangani oleh kepala keluarga rumah yang kamu tinggali (apabila kamu nge-kos, berarti minta tanda tangan pemilik kos), ketua Rukun Tetangga (RT) dan ketua Rukun Warga (RW). Tanda tangan kepala keluarga harus diatas materai. Sementara tanda tangan ketua RT dan RW, masing-masing harus dibubuhi cap setempat.

Buat suratnya ya sederhana saja sih seperti surat pernyataan pada umumnya yang diajarkan guru Bahasa Indonesia jaman sekolah dulu.

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa;

Nama : (insert nama kamu)
Usia : (insert usia kamu)
Pekerjaan : (insert pekerjaan kamu apakah pegawai swasta, atau mahasiswa)

benar tinggal di (insert alamat domisili). Surat pernyataan ini dibuat untuk keperluan pembuatan NPWP.

2) Apabila surat keterangan tinggal sudah selesai ditandatangani oleh ketiga pihak tersebut, langkah selanjutnya adalah membuat surat keterangan domisili sementara di kantor kecamatan setempat. Berkas-berkas yang harus dibawa adalah;

- surat keterangan tinggal yang sudah ditandatangani diatas materai dan dicap oleh RT dan RW
- 1 lembar copy KK rumah yang kamu tinggali saat ini (yg ada nama kepala keluarganya)
- 3 lembar copy KTP
- 3 lembar pasfoto berwarna ukuran 2x3
- KTP asli

Lagi-lagi, apabila kamu beruntung dan antrian tidak terlalu banyak, maka surat keterangan domisili sementara atas nama kamu akan jadi hari itu juga. Namun jika kantor kecamatan pada hari itu sedang sibuk dan banyak antrian, hari itu kamu hanya kebagian menyerahkan berkas, lalu kamu harus kembali keesokan hari untuk mengambil surat keterangan domisili sementara yang sudah jadi.

3) Jika surat keterangan domisili sementara sudah ada di tangan kamu, maka kamu bisa langsung membawanya ke kantor pelayanan pajak setempat dan jangan lupa juga membawa KTP asli. NPWP atas nama kamu akan selesai hari itu juga :)

Anyway, surat keterangan domisili sementara ini juga bisa digunakan untuk membuat rekening bank dan akun BPJS di kantor cabang yang lokasinya berbeda dengan domisili KTP kamu. Surat keterangan domisili sementara ini hanya berlaku satu tahun dan dapat kamu perpanjang. Makanya, setelah surat keterangan domisili sementara ini jadi, segeralah membuat NPWP, BPJS (pendaftaran BPJS memerlukan NPWP terlebih dahulu, biasanya didaftarkan oleh kantor tempat kamu akan bekerja nantinya) maupun rekening baru apabila kamu memerlukannya. Bagi freshgraduate khususnya yang merantau, lebih baik cepat-cepat membuatnya daripada nanti keburu kerja dan repot harus cuti atau ijin datang terlambat~

Goodluck!

01 Januari 2016

Your Own Risk

When you have an insurance policy, you don't have to be worry when a part of your belonging is broken or lost. Because you know that you will get it fixed, or even you will get a new one.

Years ago, you got this guy. He agreed to be claimed as yours. He is yours. You are his. You love him so much that you pray to God and behave well everyday so that God won't let him get out of your life.

But all of a sudden, a bitch stole his heart. You lost him. You were so mad. You were so sad. You told God that you want to meet a new one. You couldn't bear your madness and sadness. Day after day, you are still all alone. You wonder why God let you suffer such a worst feeling.

But... don't you remember honey, there is something you already agreed before you let yourself fall in love, before you let your heart claimed by someone... It's your own risk before you meet the new one;

a heart break.

---

I've posted it on my Line months ago. Not a personal experience. Just a random thought during my after office general insurance course on Tuesday night~