17 April 2016

Rivers and Roads

This weekend I went out with a good friend of mine during high school years, a bali-java-nese girl named Ayu. The last time we met was about two years ago I guess since she was never in town when I got back to Semarang. We were visiting Cimory Riverside Restaurant and talking a lot things about our perspective towards quarter life (a typical 20s girl huh) and surprisingly we both have a similar idea, then we found out that we read the same thing lol (an internet page I don't like to share about).

Ayu told me that she is sad to be separated with her university friends since they are placed all around Indonesia when she is placed in Jakarta. And I was like... What?! How could you being sad of not meeting them in a daily basis again? Lol I personally fine with that since my close friends can be counted by fingers and we are still meeting even if we're tired of work. Well, Ayu is clearly have a lot more close friends than me. Yes sometimes we realize the journey we've been taking has reached its final stop. And the problem is where do we go next?



The Head and The Heart - Rivers and Roads

A year from now we'll all be gone
All our friends will move away
And they're goin' to better places
But our friends will be gone away

Nothin' is as it has been
And I miss your face like hell
And I guess it's just as well
But I miss your face like hell

Been talkin' 'bout the way things change
And my family lives in a different state
If you don't know what to make of this
Then we will not relate
So if you don't know what to make of this
Then we will not relate

Rivers and roads
Rivers and roads
Rivers 'til I reach you

Such a sad song which remind us about someone on the past.

03 April 2016

Biasa Bajak, Kini (Mencoba) Bayar

Apa hal yang kamu tau bahwa itu salah namun tetap kamu lakukan?

Jawabannya banyak sih dan salah satunya adalah mendownload dan mendengarkan lagu bajakan. Dasar manusia maunya yang gratisan aja tanpa keluar banyak uang. Terakhir kali aku membayar untuk mendengarkan lagu kalau nggak salah awal-awal SMP. Aku beli kaset album terbarunya Backstreet Boys yang pada saat itu judulnya Never Gone (karena suka sekali dengan lagu-lagu mereka sejak SD, jadi aku bela-belain beli). Waktu itu aku masih bisa mendengarkan lagu pakai walkman, ahaha! Astaga udah lama banget.

Selain mendengar lagu bajakan, menonton film bajakan juga salah satu dosa lain yang sering aku lakukan. Tapi sejak lulus kuliah, aku semakin jarang bertemu dengan teman-teman untuk copy film bajakan dan lebih memilih untuk sewa film dan streaming secara legal di Google Film, biayanya lumayan terjangkau sekitar 19000-25000 rupiah. Metode pembayarannya bisa via pulsa XL dan Telkomsel (kurang tahu bagaimana dengan provider lain). Cuma sayangnya kurang lengkap huhu, dan baru ada film-film hollywood, padahal aku juga mau nonton film Indonesia.

Beberapa contoh bukti pembayaran via pulsa waktu aku nonton via Google Film (yayaya aku dan sepupu2 suka film horor)

Nah baru-baru ini ada aplikasi streaming dan download musik legal asal Swedia yang lagi ngehits karena baru launching di Indonesia minggu lalu, namanya Spotify. Spotify bisa diakses tanpa biaya untuk streaming lagu-lagu, tapi bisa juga diakses dengan biaya langganan sebesar 50rb/ bulan untuk akun premiumnya (tidak hanya streaming, namun bisa download lagu). Berhubung aplikasi ini baru banget muncul di Indonesia, kita bisa nikmatin layanan premiumnya secara gratis selama 30 hari pertama. Aku jadi penasaran dan ikutan install.

user interfacenya cantik

Beberapa lagu dalam list lagu yang aku download

Kalau menurut review yang aku baca di media online, tarif yang dipatok Spotify terbilang jauh lebih murah dibanding aplikasi sejenis seperti Joox, MelOn, Deezer, dll. Terlebih lagi, koleksi lagunya juga lebih lengkap. Aku heran juga sampai lagu Burung dalam Sangkar ada di Spotify dan Youtuber Working With Lemons ada di Spotify ahaha!

Anyway, kalau mau baca info lain mengenai Spotify dan tarifnya bisa cek di;

Yha memang seharusnya kita menghargai karya orang lain, termasuk lagu-lagu dan film sih. Kalau aku bikin karya dengan susah payah, lalu banyak orang menikmati tanpa mau membayar pasti sedih dan kesel juga. Walaupun belum bisa 100% menghindarkan diri dari pembajakan, boleh deh yuk mulai dikit-dikit deh bayar apa yang seharusnya memang kita bayar.